Lilpjourney Seorang travel blogger Indonesia yang suka jalan-jalan menyusuri keindahan alam berbalut adat dengan aroma secangkir kopi.

Suka Duka Menjalani Pacaran Beda Suku

2 min read

pacaran beda sukuLilpjourney.com | Lil Story – Pacaran beda suku kerap kalian menjadi dilema. Dulu beberapa kali aku berada di relationship ini. Tentu saja ada banyak tantangan yang harus aku hadapi. Salah satu dilemanya itu saat mau melangkah ke jenjang lebih lanjut. Nikahnya mau pakai adat siapa? Nah berikut ini tantang pacaran dengan beda suku.

Tantangan Pacaran Beda Suku

Sepertinya yang kita tau, Indonesia mempunyai banyak suku. Jadi kisah percintaan beda suku merupakan hal yang wajar terjadi. Tak jarang kisah cinta ini akan berujung di pelaminan.

Sebagai seorang traveler, of course aku pun pernah mengalami holiday fling. Ada kok yang bertahan cukup lama. Tapi karena memang perbedaan jarak, kami memilih untuk berpisah.

Seru nggak sih pacaran beda suku? Mempunyai pasangan beda suku tentu mempunyai tantangan dan ceritanya sendiri. Mungkin saat kalian menjalani hubungan ini, ada beberapa tantangan yang akan kalian lalui :

1# Miskomunikasi 

Beda suku, tentu saja beda pula bahasa daerahnya. Terkadang yang membuat hubungan terasa berat adalah perbedaan bahasa.

Walaupun kita berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia, perbedaan bahasa daerah ini memunculkan perbedaan intonasi dalam berbicara. Padahal niat hati bercanda, karena intonasi kita terlalu tinggi eh si doi ngira ngajak berantem.

Cara mengatasi masalah ini, kalian harus sering membangun komunikasi yang sehat, agar saling memahami kebiasaan satu sama lain.

Baca Juga :

Dear, Calon Mama Mertua

Rasisme di Tempat Kerja, Ini Cara Mengatasinya

Mencapai Titik Ikhlas dalam Bekerja

2# Komentar negatif

Saat kalian memutuskan menjalin hubungan dengan seseorang, tentu orang-orang di sekitar kalian akan mengirimkan berbagai komentar. Ada yang positif dan juga negatif.

Begitu pun yang aku rasakan dulu. Banyak orang-orang disekitarku yang menentang dengan terang-terangan. Mulai dari jarak, suku, dan tak jarang juga agama.

Jika komentar ini hanya satu atau dua kali saja mungkin bisa kita abaikan. Tapi bagaimana jika terjadi terus-menerus?

Cara mengatasi masalah ini adalah dengan berpikir jernih dan jangan melibatkan emosi. Jangan tersulut amarah yang berujung pada masalah lainnya. Ada baiknya kalian memberikan penjelasan yang logis dan meminta mereka untuk berhenti memberikan komentar negatif baik yang hanya bercandaan belaka atau memang hujatan.

Jangan lupa untuk diskusikan masalah ini dengan pasangan kalian juga.

3# Beda pendapat

Beda keluarga aja beda pola pikir. Bagaimana kalau beda suku? Tentu saja punya banyak pandangan berbeda. Terlebih jika kalian akan melangkah ke tahap lebih serius.

Kalian harus matang dalam membicaran tradisi yang akan digunakan saat menikah dan juga pola asuh anak yang nantinya akan kalian terapkan.

Ada banyak pasangan yang memilih menunda pembicaraan hal ini sampai pertemuan keluarga. Memilih menyerahkan keputusan pada keluarga besar. Tapi jujur saja, kalau aku pribadi memilih untuk memutuskan masalah ini dari diskusi bersama pasangan. Jadi saat pertemuan keluarga tidak akan terlalu alot.

Tidak jarang pembicaraan mengenai adat ini bisa membuat perdebatan. Jadi samakan perspektif kalian di awal. Setiap keputusan yang kalian ambil harus melalui diskusi bersama dengan kepala dingin dan turunkan ego ya.

4# Adaptasi dengan lingkungan baru baik saat pacaran atau menikah beda suku

Adaptasi dalam hubungan percintaan tentu merupakan hal yang wajar. Walaupun sempat beberapa kali berpacaran beda suku, tapi setiap suku punya kejutannya sendiri-sendiri.

Salah satu temanku yang sukses pacaran beda suku hingga menikah sering memberikan nasihat : jangan menjadi orang lain ketika bersama dia, nanti kamu yang capek. Tanamkan sikap saling menghargai satu sama lain.

Saat kalian menemui masalah dan perbedaan, jangan langsung meledakan emosi dan langsung memutus komunikasi. Pilihlah jalur kompromi dan mendengarkan apa sih sebenarnya kalian masing-masing dari kalian inginkan.

Kesimpulan

Tidak ada hubungan yang berjalan dengan mulus. Jika kalian sedang menjalani pacaran beda suku, kalian harus saling belajar memahami satu sama lain. Gunakan komunikasi yang baik untuk menyelesaikan semua tantangan yang ada.

PS
Peluk dari jauh

Lilpjourney Seorang travel blogger Indonesia yang suka jalan-jalan menyusuri keindahan alam berbalut adat dengan aroma secangkir kopi.

2 Replies to “Suka Duka Menjalani Pacaran Beda Suku”

  1. Ini sih udh kenyang aku Alamin :D. Aku Batak , suami solo. Udah kebayang lah bertolak belakangnya gimana. Miskom beberapa kali :D. Apalagi aku lama di Sumatra. Kayak waktu itu pas oacaran, kami janjian mau nonton. Trus aku SMS dia dong, ‘aku udah siap mandi’ . Maksudku itu, aku udh selesai mandi, dia jemput aja skr :p.

    Yg dia tangkep, aku baru mau siap2 untuk mandi wkwkwkwk. Jadilah dia lamaaa jemputnya hahaha.

    Tapi kami bawa santai sih. Aku belajar kebudayaan Jawa, dia juga belajar tradisi Batak gimana. Pas nikah, akhirnya 2 acara. Akad dan resepsi di Medan pake adat Batak.

    Trus 2 Minggu kemudian, ngunduh mantu di Jakarta pale adat solo :D.

    Adil jadinya ..

    Cm kalo agama, aku drdulu pegang komitmen mba, ga akan mau kalo beda agama. Krn masalahnya udh Ama Tuhan. Ga usahlah. Cari aman aja :).

    1. aku pun dulu pas punya pacar beda budaya juga gitu mba. ada kosakata yang sama tapi beda makna. hahaha

      betul mba. jangan gadaikan agama untuk cinta manusia. mending jangan memulai kalau gk siap dengan hasil akhirnya hehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.