Lilpjourney Seorang travel blogger Indonesia yang suka jalan-jalan menyusuri keindahan alam berbalut adat dengan aroma secangkir kopi.

Perjalanan 40 Hari Menjadi Ibu Bersama Motherlove Calming Cream

4 min read

Motherlove Calming Cream

Lilpjourney.com | Motherlove Calming Cream – Menjadi seorang ibu “baru”, ternyata punya banyak tantangan. Dimulai dari lika-liku hamil, perjuangan melahirkan, dan ternyata fase paling penuh perjuangan yaitu saat merawat bayi. Ini ceritaku 40 hari menjadi ibu.

Resign Kerja

Tepat 9 Oktober 2022 pukul 01.09 WITA, anak pertamaku lahir. Aku dan suami memberi nama Gendis Ayu. Bisa dibilang, Gendis adalah tahta tertinggi di keluarga kami. Bagaimana tidak, Gendis adalah anak pertama, keponakan pertama, cucu pertama, dan cicit pertama. Jadi tak heran jika kelahirannya sangat dinantikan oleh keluarga kami.

Waktu aku bingung siapa yang akan merawat Gendis saat cuti kerjaku habis, para nenek dan buyut berebut untuk merawat. Tapi mohon maaf membuat kecewa, karena dari hasil diskusi (aku dan suami) aku akan resign kerja. 

Melihat tumbuh kembang anak dari hari ke hari ternyata sangat menyenangkan. Dan aku sangat menikmati setiap waktu yang aku habiskan bersama Gendis. 

40 Hari Menjadi Ibu

Walaupun aku bilang menyenangkan, tapi bukan berarti tanpa cobaan. Pada hari ke empat, nyatanya aku hampir kena baby blues. Menyusui anak, ternyata tak semudah ekspektasiku. 

Kurang tidur, puting lecet dan berdarah, anak menangis terus. Rasanya kepalaku hampir meledak. Apalagi sejak hari pertama Gendis lahir hingga saat ini, bisa dibilang aku mengurus anak hanya berdua bersama suami. Tidak ada pendampingan dari orang tua kami. 

Untungnya dari rumah sakit tempat aku melahirkan, memberikan banyak bekal pengetahuan cara mengurus bayi. Seperti penyebab bayi rewel tak hanya haus. Bisa saja popoknya sudah penuh, BAB, atau perutnya kembung.

Ruang nifas yang tidak menerima kunjungan dan hanya 1 orang yang diperbolehkan mendampingi pasien, membuat aku dan suami jadi lebih mandiri. Suamiku dari awal Gendis lahir “dipaksa” bisa menggendong anak dan mengganti popok.

Pada malam terakhir di rumah sakit, suara nafas Gendis “grok grok” dan tidurnya gelisah. Suami pun bergegas mencari perawat. Setelah diperiksa, saturasi oksigen menunjukkan hasil yang normal. Kata perawat besar kemungkinan Gendis kedinginan, karena box bayinya di bawah AC. 

Pertolongan pertama, ibu perawat tersebut memberikan minyak telon di dada, kaki, dan punggung. Tapi masalah lain kemudian terjadi.

Alergi Minyak Telon

alergi minyak telonSaat Gendis lahir, wajahnya bersih dengan rambut hitam yang tebal. Tapi setelah 6 jam dipindahkan dari ruangan bayi ke ruang nifas tempat aku berada, mulai muncul bintik-bintik putih di wajahnya. 

Waktu itu mertua bilang kalau itu normal dan penyesuaian bayi ke lingkungan. Tapi pada hari ketiga di rumah sakit (setelah malam kejadian nafas Gendis grok grok) bintik-bintik tersebut bertambah banyak. Bahkan dokter pun sampai mempertanyakan apakah aku ada riwayat alergi. Aku lihat bayi di ruangan sebelah yang lahirnya bareng dengan Gendis, tak muncul bintik-bintik putih di wajahnya. Memang sih, setiap bayi punya kondisi berbeda.

Pada hari ketiga sore, aku sudah diperbolehkan pulang. Jangan tanya seramai apa suana rumah kala itu. Maklum saja, di rumah sakit tidak ada jam besuk, jadi tidak menerima kunjungan tamu.

Setiap pagi, ada temanku yang berprofesi sebagai bidan datang ke rumah untuk memandikan Gendis sampai lepas tali pusat. Pada hari kedua dia memandikan Gendis, tiba-tiba dia bilang : 

Kak, kok tambah banyak ya bintik-bintik di wajah Gendis. Deterjen udah pakai deterjen bayi kan? Apa jangan-jangan dia alergi minyak telon seperti anakku? Coba kita stop pakai minyak telon 24 jam ya

Setelah 24 jam stop menggunakan minyak telon, benar saja. Bintik-bintik di wajahnya mulai kempes dan bahkan ada yang hilang.

Setelah itu aku benar-benar stop menggunakan minyak telon. Bagaimana hasilnya? Setelah 3 hari, hampir semua bintik-bintik di wajah Gendis kempes. 

Tapi hal ini memunculkan masalah baru. Kolik. 

Bertemu dengan Motherlove Calming Cream

kandunganAwalnya aku kira kolik pada bayi hanya terjadi pada bayi yang minum susu dengan botol. Ternyata tidak juga. Temanku yang bidan pun menjelaskan kalau bayi yang Direct breastfeeding (DBF) juga bisa kolik. Apalagi kalau peletakan puting ke mulut tidak tepat yang membuat udara masuk ke lambung.

Cuma karena Gendis alergi minyak telon, jadi kami harus mencari opsi lain untuk menenangkan perutnya saat kembung dan kolik. Pucuk dicinta, ulam pun tiba.

Waktu suami ke baby shop untuk belanja kebutuhan Gendis, dia menemukan Motherlove Calming Cream. Mbak baby shopnya menjelaskan bahwa Motherlove Calming Cream ini punya banyak manfaat, salah satunya menghangatkan tubuh bayi. Langsung deh dia beli. 

Motherlove Calming Cream, Mengatasi Masalah di Sistem Pencernaan 

manfaat Motherlove Calming CreamMotherlove Calming Cream adalah cream yang diformulasi dari bahan alami dan organik, yang diklaim mampu menghangatkan tubuh bayi, mengatasi perut kembung, dan bayi yang rewel akibat gejala kolik. 

Kandungan dan Bahan Utama

  • Eucalyptus Oil: Membantu menenangkan kulit dengan sensasi yang lembut dan hangat, eucalyptus yang digunakan pun merupakan jenis yang disarankan & aman untuk bayi, yaitu Eucalyptus Radiata.
  • Ekstrak Aloe Vera Organik & Olive Husk Oil: Menjaga kulit tetap halus dan lembap.

 Kelebihan Motherlove Calming Cream

  • Telah teruji hypoallergenic & halal MUI.
  • Didesign dengan kemasan tube, sehingga meminimalkan risiko terkontaminasi dengan tangan & udara luar, serta praktis dibawa ke mana-mana, dan tidak mudah tumpah.
  • Hangatnya pas & cocok untuk kulit bayi baru lahir yang masih sensitif. 
  • Dapat digunakan dari newborn.

Review Jujur Motherlove Calming Cream

review Motherlove Calming CreamJujur, aku seneng pas ketemu sama Motherlove Calming Cream ini. Karena sebagai ibu baru, aku benar-benar terbantu dengan produk baby satu ini.

Selama 40 hari sebagai ibu, aku sering mendapati masalah pada bayi seperti perut kembung, kolik, susah buang air kecil, mogok BAB, kemudian masalah di sistem pernafasan, misalnya nafas “grok grok”.

Panik nggak sih kalian para ibu baru kalau bayi yang biasanya dalam 12 jam poop 2 kali tapi tiba-tiba nggak poop? Panik dan bingung pastinya. Begitulah yang aku alami.

Saat aku belum tau kalau DBF bisa kolik, aku khawatir banget kenapa kok Gendis belum poop selama 12 jam terakhir. Ah ternyata kolik bisa membuat sistem pencernaan bayi terganggu ya. Sampai-sampai poop pun bermasalah. Coba deh kita posisikan diri sebagai si bayi. Mau poop tapi nggak bisa. Pasti nggak enak banget rasanya. Perut rasanya begah dan nggak nyaman. Jadi nggak heran kalau bayi yang sedang kolik akan rewel banget. 

Setelah melakukan pijat kolik, aku mengoleskan Motherlove Calming Cream di perut Gendis. Alhamdulillah, setelah itu dia buang gas lancar dan disusul dengan BAB. 

Sebagai pencegahan perut kembung, setiap habis mandi aku selalu mengoleskan Motherlove Calming Cream di perut Gendis. Agar sistem pernafasannya lancar, aku juga mengoleskan calming cream ini di dada dan punggungnya.

Alhamdulillah selama menggunakan calming cream dari Motherlove yang terbuat dari bahan alami dan sudah teruji hypoallergenic, Gendis jarang mengalami perut kembung dan kolik. Tentu saja, selama menggunakan calming cream ini tidak ada reaksi alergi pada tubuh Gendis.

Penutup

Menjadi ibu itu ternyata gampang-gampang susah. Yang jelas harus membekali diri dengan ilmu parenting.

Saat anak rewel terus menerus padahal sudah disusui, ibu mana sih yang nggak sedih? Bahkan ada loh ibu yang sampai stress saat anaknya rewel. Untung saja, aku sudah terbebas dari cobaan ini. Salah satunya berkat Motherlove Calming Cream, yang membantuku mengatasi perut kembung dan kolik pada bayi. 

Produk Motherlove ini juga mudah ditemukan loh. Kalian bisa beli di e-commerce, baby shops, supermarket, atau apotek. Jangan lupa follow Instagram https://www.instagram.com/motherlove_id/

Thank you Motherlove, sudah jadi sahabat aku sejak hamil dan sekarang sudah menemani 40 hari aku menjadi ibu.

Lilpjourney Seorang travel blogger Indonesia yang suka jalan-jalan menyusuri keindahan alam berbalut adat dengan aroma secangkir kopi.

Tinggalkan Balasan

Hi! Terimakasih telah berkunjung. Silahkan isi nama dengan link blog (contoh lilpjourney.com) biar bisa blog walking. Jika ada pertanyaan dan diskusi silahkan tinggalkan komentar ya

© Copyright 2021 - lilpjourney.com