Lilpjourney Seorang travel blogger Indonesia yang suka jalan-jalan menyusuri keindahan alam berbalut adat dengan aroma secangkir kopi.

Jukung Tambangan, Transportasi Susur Sungai di Banjarmasin

6 min read

Sehari Beriwisata di Banjarmasin
[us_separator size=”huge”][us_separator size=”huge”][us_separator size=”huge”][us_separator size=”huge”][us_separator size=”huge”][us_separator size=”huge”]
[us_separator]
[us_btn text=”#AyoKeBanjarmasin” link=”url:%23ayokebjm|||” color=”black” align=”center”]

Banjarmasin, Kota Seribu Sungai

[us_separator type=”short” size=”small”]

Lilpjourney.com | Banjarmasin Baiman – Jukung Tambangan menjadi moda transportasi untuk wisata susur sungai Martapura di Banjarmasin. Diperkirakan Jukung Tambangan sudah ada sejak pertengahan abad ke-18. Pada zaman dahulu jukung ini digunakan oleh para saudagar dan bangsawan.

[us_separator][us_single_image image=”4564″ size=”full” align=”center” animate=”afl” animate_delay=”0.4″][us_separator]

Pasar Terapung Banjarmasin

[us_separator type=”short”][us_single_image image=”4568″ animate=”afb” animate_delay=”0.4″]

Sejak zaman Hindia Belanda, pesona sungai di Kota Banjarmasin sudah menjadi magnet untuk orang-orang Eropa mengunjungi ibukota Kalimantan Selatan ini. Bagi orang-orang dari Benua Biru tersebut, berkunjung ke Banjarmasin seperti mengunjungi Venesia. Tidak salah jika Banjarmasin dikenal dengan sebutan The Venice from Eastern atau Venetie van het Oosten atau Venice/Venesia dari Timur (Tropisch Nederland 1939).

Pada tahun 90an, kita disuguhi iklan salah satu stasiun TV swasta dengan pemandangan pasar terapung. Nah iklan tersebut diambil di Pasar Terapung Kuin Banjarmasin. Walaupun sempat mati suri, pasar terapung yang diperkirakan berusia lebih dari 400 tahun ini hidup lagi pada Januari 2020 berkat sentuhan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Selain menghidupkan kembali Pasar Terapung Kuin yang saat ini bernama Pasar Terapung Kuin Alalak, Pemerintah Kota Banjarmasin juga membuka pasar terapung baru di Siring Tendean. Biasanya (sebelum pandemi) pasar terapung ini buka di hari Minggu dan selalu ramai oleh para wisatawan.

Nah ada yang menarik dari pasar terapung Siring Tendean. Yaitu adanya Jukung Tambangan. Moda transportasi baru untuk wisata susur Sungai Martapura di Banjarmasin. Jukung Tambangan ini merupakan hasil program CSR Community Based Tourism Banjarmasin dari  PT PLN Cabang Banjarmasin yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin. Selain Jukung Tambangan, program ini juga memberikan bantuan lain yaitu baju adat dan tempat PhotoBooth ke Pemko Banjarmasin.

[us_separator]

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Jukung Tambangan Banjarmasin (@jukungtambangan) on

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Jukung Tambangan Banjarmasin (@jukungtambangan) on

[us_separator type=”short” thick=”3″]

Jukung Tambangan

Terletak di tepian timur Sungai Barito dan dibelah oleh Sungai Martapura, salah satu ciri khas kehidupan masyarakat Banjarmasin adalah pemanfaatan sungainya. Entah sebagai sarana dan prasarana transportasi air, pariwisata, perikanan serta perdagangan. Salah satu perahu atau dalam bahasa Banjar disebut jukung yang digunakan sejak zaman dahulu adalah Jukung Tambangan. Pada jukung ini terdapat ukiran daun jaruju melayap di sisi-sisinya.

Mengutip dari beberapa situs dan buku, Jukung Tambangan ini mempunyai sejarah yang menarik. Salah satu ulasan yang cukup lengkap membahas perahu khas urang Banjar yang digunakan oleh para saudagar dan bangsawan sekitar tahun 1843-1884 ini adalah situs jejakrekam.com.

Sayangnya perahu yang terbuat dari kayu ulin dan atap sirap ini sudah lama tidak terlihat di perairain Kalimantan Selatan. Bisa disebut perahu ini sudah punah. Jukung tambangan terakhir kali ditemukan terbenam lumpur pada kedalaman 1,5 meter di Sungai Saka Raden anak Sungai Nagara, Desa Baulin Margasari, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin pada Juni 2009 (jejakrekam.com).

[us_separator type=”short” thick=”3″]
[us_separator]

#AyoKeBanjarmasin

Bagi sorang traveler, menjalin silahturahmi dan pertemanan adalah kunci jodoh kebahagiaan. Tanggal 6 September kemarin, ada dua orang teman dari Makassar, Chaliq dan Asmita, berkunjung ke Banjarmasin. Biasanya kalau gue ke Makassar, mereka selalu nemenin jalan-jalan. Dari Pantai Losari, Ramang-ramang, Bantimurung dan bahkan ngopi di Toraja pun ada jejak pertemanan kami.

Dilema saat itu pun datang. Gue kurang tau wisata di Banjarmasin. Malah kalau mereka mau jalan-jalan ke Toraja gue lebih gampang mau ngajakin kemana. Hahaha. Pernah suatu ketika gue ke acara adat Ma’nene’ di Toraja, ketemu turis dari Dubai, Mario. Kalian tau? Gue di bully dong waktu itu.

Kamu tau Mario, Putri ini dari Banjarmasin. Tapi dia belum pernah ke pasar terapung,” seloroh om Fyant dari Dinas Pariwisata Toraja Utara.

Candaan kala itu sekaligus tamparan untuk gue. Mario yang orang Dubai aja udah pernah ke pasar terapung. Lah gue yang orang Banjarmasin masa belum? Alhasil ketika tahun 2019 kemarin ada ajakan dari Mbak Ruli (founder Female Blogger of Banjarmasin) ke pasar terapung, tanpa pikir panjang gue langsung mengiyakan.

Singkat cerita, saat teman-teman dari Makassar ini datang, ada beberapa list tempat wisata di Banjarmasin yang gue rekomendasikan. Dari coffee shop hingga wisata keliling Kota Banjarmasin. Berbicara wisata Kota Banjarmasin, ada beberapa tempat yang bisa kalian kunjungi :

  1. Patung Bekantan
  2. Pasar Sudi Mampir
  3. Pasar Terapung Siring Tendean
  4. Pasar Terapung Kuin Alalak
  5. Siring Menara Pandang
  6. Rumah Anno 1925
  7. Kampung Sasirangan
  8. Kampung Ketupat
  9. Kampung Banjar Sungai Jingah
  10. Masjid Sultan Suriansyah
  11. Museum Wasaka
  12. Kampung Biru
  13. Kampung Hijau
  14. Pulau Bakut
  15. Pulau Kembang

Sayangnya, beberapa objek wisata tersebut hingga tulisan ini terbit masih ditutup karena pandemi. Masih ingin berkunjung ke objek wisata di atas? Udah ikut wisata susur sungai Kota Banjarmasin aja!

Brosur Susur Sungai

[us_image_slider ids=”4580,4581″ nav=”dots” fullscreen=”1″]

Paket Wisata Susur Sungai Martapura Jukung Tambangan

Jika kalian ingin berwisata di Banjarmasin sembari merasakan menjadi Urang Banjar, wisata Susur Sungai Jukung Tambangan merupakan pilihan tepat. Oh iya, for your information guys, jukung tambangan yang digunakan untuk wisata susur sungai ini merupakan jukung tambangan satu-satunya yang ada di Banjarmasin dan bahkan di Kalimatan Selatan.

Berwisata dengan jukung tambangan yang hanya dapat menampung maksimal 6 orang ini sangat seru loh. Selain merasakan susur sungai dengan perahu bangsawan atau saudagar ini, kalian juga dibekali outer sasirangan dan topi caping. Wah lengkap sudah rasa urang Banjar nya.

[us_separator][us_image_slider ids=”4587,4591″ nav=”dots” img_size=”full”]

Saat kami ke Pusat Informasi Wisata Kota Banjarmasin untuk menanyakan perihal wisata susur sungai, ada Kak Monika Martina yang menyambut dan memberikan edukasi seputar wisata dan jukung tambangan. Kak Monika merupakan salah satu anggota Patriot Pariwisata Kota Banjarmasin.

Jadi kak, jukung yang akan kalian gunakan untuk wisata susur sungai ini bernama jukung tambangan. Jukung yang dulunya dipakai para saudagar dan bangsawan. Nah berhubung jukung ini sudah punah, jukung tambangan yang akan kalian gunakan ini merupakan jukung tambangan satu-satunya,” jelas Kak Monika.

[us_separator][us_separator]
[us_image_slider ids=”4593,4599″ nav=”dots” img_size=”full”][us_separator]

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Jukung Tambangan Banjarmasin (@jukungtambangan) on

Ke Kampung Biru dan Hijau dengan Jukung Tambangan

Ada banyak destinasi wisata yang akan kalian lewati saat wisata susur sungai dengan jukung tambangan ini. Seperti :

  1. Kampung Hijau dan Biru
  2. Pulau Kembang
  3. Pasar Terapung Kuin Alalak
  4. Kubah Basirih
  5. Pasar Terapung Lok Baintan
  6. Sungai Biuku
  7. Kampung Arab
  8. Pulau Bromo
  9. Mawarung Baimbai
  10. Soto Bang Amat/Jukung Julak

Ke 10 destinasi wisata tersebut dikemas menjadi beberapa paket wisata. Kok nggak sekalian aja? Ya karena rutenya beda arah hehehe. Contohnya saja dari dermaga Siring Menara Pandang ke Pulau Bromo perlu waktu kurang lebih 30 menit ke arah selatan. Sedangkan ke Pulau Kembang perlu waktu kurang lebih 45 menit ke arah utara.

Untuk penjelasan rute dan pemesanan kalian bisa langsung menghubungi WhatsApp Jukung Tambangan 0853-4686-8800. Setelah kalian menentukan rute, jangan lupa sesuaikan dengan waktu keberangkatannya ya. Berapa sih budget wisata susur sungai jukung tambangan ini? Nah kemarin gue dan temen-temen mengambil paket susur sungai Kampung Biru dan Hijau dengan harga paket 120k IDR. Worth it nggak? Banget! Karena selain perahu, seperti yang gue jelasin di atas, kalian juga bebas pilih outer sasirangan (tenang stocknya banyak dan tentunya sudah disterilisasi setelah dipakai) dan topi caping.

Pariwisata Banjarmasin

Well di akhir artikel ini, gue ingin mengucapkan terimakasih dan apresiasi sebesar-besarnya untuk Pak Ibnu Sina yang selama 5 tahun sudah membangkitkan pariwisata di Kota Banjarmasin. Untuk Dinas Pariwisata yang tidak pernah lelah berinovasi, sehingga ketika ada teman-teman traveler yang ingin berwisata ke Banjarmasin gue nggak bingung mau ngajak kemana selain keliling coffee shop.

Oh iya, kemarin dapat bisikan dari Patriot Pariwisata, setelah pandemi akan launching Paket Wisata Sewa Baju Adat. Waaah keren nih. Apalagi kalian yang suka dengan adat dan anak instagram, kudu banget mantengin IG @jukungtambangan dan @kotabanjarmasin_ untuk update info ini ya. Dan mari taati semua protokol kesehatan untuk memutus rantai pandemi Covid-19 ini.

Jadi #AyoKeBanjarmasin!

[us_btn text=”Follow @jukungtambangan” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.instagram.com%2Fjukungtambangan%2F|||rel:nofollow”]
[us_btn text=”Follow @kotabanjarmasin_” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.instagram.com%2Fkotabanjarmasin_%2F|||rel:nofollow”]
[us_separator]

Ulun Himung Ka Banjarmasin

[us_image_slider ids=”4595,4596,4597,4598″ nav=”dots” img_size=”full”]
Lilpjourney Seorang travel blogger Indonesia yang suka jalan-jalan menyusuri keindahan alam berbalut adat dengan aroma secangkir kopi.

33 Replies to “Jukung Tambangan, Transportasi Susur Sungai di Banjarmasin”

    1. Masih ada lokasi wisata yang ditutup sementara ya karena pandemi ini. Kalau pun misalnya dibuka, menurut daku kurang leluasa aja ya menikmati liburan karena dihinggapi juga rasa cemas karena virus si itu. Yang penting pengelola wisata tetap menjaga dan merawat, sehingga saat keadaan kondusif lagi bisa asik nih kita traveling

  1. Di foto yang bangunan biru itu, soto yana yani kan ya? Atau soto kuinlah? Astaga kangennya. Dua tahun dah kada bulik ke Banjar. hiks. Rumahku persis di dekat Sungai Martapura ni loh, di seberangnya kantor Kotamadya Banjarmasin.

  2. Seru juga foto-foto di sungai ya mbak. Pas baca ini tentang jukung tambangan, mirip dengan palembang mbak. Sama-sama memiliki sungai besar dan dijadikan tempat wisata.

  3. Memang belaum pernah ke Banjarmasin. Keknya kalau aku ke Banjar, lokasi yang aku datengin pertama kali Disni deh. Btw, untuk harga 120k itu terjangkau banget ya kak

  4. wah, ternyata ada di Indonesia ada model wisata yg mirip kek wisata-wisata di thailand. menyusuri sungai dengan perahu-perahu yg unik. List dulu ah, siapa tahu besok ada planning menuju kesana, he

  5. ahhh aku belum pernah nih ke banjarmasin, itu seru banget yaaa naik sampan terus menyusuri sungainya! auto inget iklan RCTI oke jaman dulu hahaha

    1. Sebenarnya kalau susur sungai 1 hari cukup mba. Dengan catatan nggak mampir2. Foto2nya dari atas kapal hehehe
      Terus bisa lanjut ke daerah Riam Kanan yg bak Raja Ampat

  6. Jodohnya kenapa dicoret deh wkwkwk. Belom pernah ke kalimantan nih aku, semoga bisa berkunjung ke jukung tambangan nanti ❤

    1. Karena hanya org2 tertentu yang mampu bertahan dengan LDR mba hehehe
      Kabar2 aja mba kalau mau berkunjung ke Banjarmasin. Dengan senang hati akan antar jalan-jalan

  7. Jukung Tambangan maksudnya perahu sewaan ya Mbak. Seru menyisir sungai martapura dari dalam perahu. Menikmati aroma airnya yang khas dan berwarna coklat itu, melihat kehiduap di tepian sungai, sampai membayangkan bahwa tempat ini dulunya seperti Venice. Cerita perjalanan yang menarik Mbak. jadi kangen pengen menyusur sungai Martapura lagi 🙂

  8. Keren Banjarmasin mengelola pasar terapungnya. Foto-fotonya menerbangkan ingatan ke pasar terapung di Negeri Gajah Putih. Semoga Banjarmasin ke depannya punya program2 keren yg bisa mengangkat potensi pariwisata ini spt yg dilakukan oleh negara tetangga.

  9. Wooooow… Murah juga ya per orang 20K 🙂 Btw aku belum jauh2 mainnya kayak Mbak PUtri wkwkwkwk. Ke Banjarmasin juga belum. Tapi begitu baca tulisan ini yang begitu informatif, suatu hari nanti kudu mampir ke sini. Mau juga dong naik jukungnyaaaa….

  10. Jukung Tambangan yang benda mati pun sudah punah? Kok bisa ya?
    Sayang banget.

    Tapi seneng deh pemerintah dan masyarakat mulai mengemas lagi wisata Pasar Terapung ini.
    Aku juga pengen banget ke sana, nerbangin drone dan menangkap jenis wisata ini dari udara 🙂

Tinggalkan Balasan

Hi! Terimakasih telah berkunjung. Silahkan isi nama dengan link blog (contoh lilpjourney.com) biar bisa blog walking. Jika ada pertanyaan dan diskusi silahkan tinggalkan komentar ya

© Copyright 2021 - lilpjourney.com