Monday, August 26, 2019

MATA ANGIN : PULAU RHUN, BENANG MERAH MANHATTAN DI INDONESIA | LIL P JOURNEY

Pulau Rhun di Peta Indonesia | Google Maps

Lilpjourney.com | Mata Angin - Apa yang terbesit di kepala kalian saat nama Pulau R(h)un diucapkan? Asing? Dimana itu? Indonesiakah? Luar negerikah? Mungkin sebagian besar dari kita masih asing dengan nama salah satu pulau terkecil yang ada di Kepulauan Banda. Pulau Run memiliki panjang 3 km dan lebar kurang dari 1 km (sumber : wikipedia) ini secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah.

INFORMASI ADALAH HARTA, TUJUAN ADALAH MATA ANGIN

Tahun 2020 sudah gue noted sebagai tahun sakral. Dimana ada misi menjelajah Indonesia bagian timur yang sebelumnya pernah tertunda. Timur memang memikat, seperti matahari terbit atau lebih keren ketika disebut "sunrise" yang banyak dinanti orang (bahkan) sampai rela mendaki gunung atau berlari di subuh hari ke arah pantai. Salah satu pulau di timur yang akan menjadi tujuan gue di Ekspedisi Indonesia Timur adalah Pulau R(h)un. Kalau kalian pernah mendengar Band Banda Neira, mungkin belum banyak yang tau bahwa Banda Neira adalah nama salah satu pulau di Kepulauan Bangka. Kelak akan di bahas di artikel terpisah. Tak jauh dari Pulau Banda Neira, ada Pulau Run.

Perkenalan dengan Pulau Run dimulai saat explore Instagram mengantarkan gue pada sebuah foto dengan tulisan "Pulau Indonesia yang Ditukar dengan Manhattan". Disebutlah Pulau Rhun atau Pulau Run dalam caption foto tersebut. Nama pulau yang 'asing' di telinga gue, padahal pulau ini bagian dari NKRI dan mempunyai sejarah besar. Ya, sejarah. Entah sejak kapan jejak sejarah bangsa asing yang berburu kekayaan di Indonesia sangat menarik untuk gue telusuri. Mungkin karena gue yang percaya bahwah banyak sejarah yang tersamar dan sengaja dirubah untuk sebuah kepentingan, atau karena gue sendiri menyukai bangunan benteng-benteng kuno peninggalan bangsa Eropa yang punya arsitektur unik.

Pulau Run | Google Maps

Sekitar abad ke-16 bangsa asing berlomba-lomba datang ke Indonesia untuk berdagang dan mencari rempah. Saat itu buah pala—rempah yang berguna tidak hanya untuk bumbu masakan tapi juga diyakini sebagai obat berbagai penyakit seperti wabah pes—menjadi primadona. Tak main-main, harga pala saat itu lebih mahal dari pada emas. Kepulauan Banda yang merupakan penghasil pala telah memikat bangsa asing seperti Arab, Cina, India dan Eropa untuk datang. Hingga akhirnya, Belanda melalui perusahaan VOC-nya melakukan monopoli. Tak diterima oleh warga setempat, Belanda pun melakukan pembantaian terhadap masyarakat Banda asli. Bagi Belanda, apapun akan dilakukan untuk pala, termasuk melawan sekutu sendiri, Inggris. Tahun 1652-1654, Belanda dan Inggris mati-matian berperang menguasai perdagangan dunia. Inggris pun membangun strategi untuk menguasai Pulau Run, penghasil pala terbaik. Saat itu pulau-pulau besar di Kepulauan Bangka seperti Banda Neiran dan Lontor telah dikuasai oleh Belanda dan di jaga ketat dengan 12 benteng yang berdiri kokoh. Wow 12 benteng! Menandakan pentingnya Banda untuk Belanda saat itu.
MANHATTAN  X PULAU RHUN | KUMPARAN

Tahun 1652-1654, perang pertama dilakukan dan tahun 1665 perang kedua dimulai. Hingga akhirnya pada 31 Juli 1667, Traktat Breda dikeluarkan sebagai solusi damai. Salah satu isi dari Traktat Breda adalah Inggris harus mengakhiri kekuasaan mereka di Pulau Run dan menyerahkan kepada Belanda. Sebagai gantinya, Belanda menyerahkan Manhattan yang dulu bernama New Amsterdam ke Inggris. Isi traktat lainnya adalah tentang pengaturan perdagangan.

SEJARAH BESAR BELUM TENTU BERMASA DEPAN SAMA

Sudah 3,5 abad berlalu, Manhattan kini berkembang menjadi kota bisnis terbesar di dunia. Sedangkan kehidupan Pulau Run berjalan sangat pelan hingga sejarahnya tak seharum wangi pala saat itu. Hampir terlupakan, bahkan di negaranya sendiri. Padahal pulau mungil ini telah merubah sejarah dunia. Nama besar Pulau Run semakin merosot di tangan Belanda. Pulau yang saat ini dihuni sekitar 2000 jiwa ini pun seakan terlupakan. Hal ini tak lain karena Inggris sempat memindahkan pohon-pohon pala ke sejumlah negara kekuasaannya saat itu seperti Sri Lanka, Singapura dan Grenada di Kepulauan Karibia. Bahkan saat ini Grenada menjadi penghasil pala terbesar di dunia. Setelah Belanda memusnahkan pohon-pohon pala di Pulau Run, mata pencaharian penduduk disini berubah. 70 persen penduduk Pulau Run saat ini bermata pencaharian sebagai nelayan, sisanya petani rempah.

Pesona sejarah pulau ini yang terpapar diatas akhirnya menjadi alasan terkuat untuk memasukan pulau ini dalam list wisata Ekspedisi Indonesia Timur. Membayangkan pulau di timur dengan eksotisme lautnya yang di atas tanahnya berdiri kokoh benteng-benteng sebagai penanda nyata jejak sejarah. Ah, semakin diri ini ingin lakas bertandang ke pulau ini.

Dirangkum dari berbagai sumber.
Share:

13 comments:

  1. Wahhhh. Banyak trimakasih kak infonya. Prtamakali dengar pulau ini dan oenasaran banget, hingga instastory kakak mnghantarkan sy ke bacaan ini. Sukses selalu kak semoga rencana di tahun 2020 nya terlaksana����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hello mia! Terimakasih yaaa sudah mampir dan membaca cerita ku. Semoga kelak kita bersua dan bercerita tentang banyak hal

      Delete
  2. Ya ampun saya baca sampai habis dan agak sedih juga ya karena Inggris merampas dan memindahkan kekayaan asli Pulau Run ke tempat lain :( jadi penasaran juga seperti apa indahnya Pulau Run, hihi will makesure to read the stories again in here :D thank you for sharing yaaa~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak. Pulau yg asing bagi saya dan mungkin sebagian besar penduduk negara ini punya sejarah yg luar biasa. Terimakasih juga sudah mampir kak Creameno ^^

      Delete
  3. Ah sebuah pulau yang saya sadari keberadaannya. Pulaunya cantik lho. Pasti menyenangkan jalan-jalan di situ. Waktu kayak berhenti. Seperti ada di dunia antah berantah.

    ReplyDelete
  4. Sejarahnya sedih ya kalau menurut saya. Semoga pulau ini bisa kembali berjaya seperti dulu. Semoga suatu hari nanti saya juga bisa menjejakkan kaki di pulau bersejarah ini. Aamiiin...

    ReplyDelete
  5. Waaaa membaca postingan ini membuatku tau akan keberadaan pulau ini kak. Dan akupun penasaran dengan pulau ini, semoga ka Putri bisa mewujudkan keinginannya ke pulau ini ya kak.

    Benar ya Indonesia dulu tuh kek primadona banget. Direbutkan oleh negala lain, tapi sayangnya ya banyak kekayaan kita yang akhirnya dirampas. Padahal kekayaan Indonesia ini sunggu berlimpah dan keren banget.

    ReplyDelete
  6. Makasih ka udah posting ini, bakal masuk jadi wishlist travelling nih hehe

    ReplyDelete
  7. Baru tau ada pula yang namanya Pulau Run padahal di negara sendiri ya. Mudah-mudahan tetap masih menjadi bagian dari Indonesia.

    ReplyDelete
  8. Jadi ikut penasaran juga dengan pulau rhun ini, terlebih aku juga tertarik ke indonesia timur, sepertinya banyak sejarah dan wawasan yg bisa kita temui jika berkunjung kesana .. Smoga nanti aku bisa berkunjung ke pulau rhun jg heheh

    ReplyDelete
  9. Baru dengar nih nama pulau Run ini. Trus jadi sedih deh baca sejarahnya. Kenapa juga Belanda memusnahkan pohon-pohon pala di pulau Run?

    ReplyDelete
  10. Wah, aku baru tau ada pulau itu. Kok menarik ya, jadi pengen kesana.

    ReplyDelete
  11. What a nice info. Aku kalau soal begini cetek banget pengetahuannya. Tulisan kayak gini bermanfaat bat buat nambah pengetahuanku hehe

    ReplyDelete

Hello! Terimakasih sudah mampir. Sertakan alamat blog ya...biar kita bisa ngopi bareng #eeh