Sunday, July 14, 2019

CERITA SECANGKIR KOPI DALAM BIS | PLUVIOPHILE | LIL P JOURNEY

Secangkir kopi dalam bis | Pluviophile
Kadang, aku masih bisa merasakan genggaman tanganmu, wangi perfumemu dan pelukanmu saat kamu berbisik : I'll gonna miss you. Magis.
Entah kamu sedang bersibuk apa malam ini. Yang aku tau, kamu selalu fokus dengan semua pekerjaanmu hingga lupa waktu dan tak sempat menyuap makan.

Kamu, laki-laki dengan tatapan mata tajam sekaligus menyejukan. Ah, rupanya aku sedang rindu pada sosokmu, rindu pada chat kita tempo dulu, rindu dengan tawa mu yang mampu membuat runtuh pertahanan ku saat itu.

Kamu, laki-laki yang pernah menggenggam erat jari-jariku saat menyusuri anak tangga di perkuburan kuno dan bercerita tentang banyak hal. Kadang aku tak fokus dengan ceritamu, karena terbuai dengan pesonamu. Dan yang paling aku suka menggigit bahumu saat dikendaraan karena candaanmu yang kelewat usil. Ah aku rindu. Menyandarkan kepala ku dipunggungmu sambil memelukmu.

Kamu, laki-laki yang pernah dengan posesifnya memelukku sembari berbisik : I'll gonna miss you. Saat itu aku kehabisan kata-kata : oh Tuhan, dosa apa aku hingga cobaan ini datang. Aku suka menyusuri kota bersamamu, aku suka melihatmu berinteraksi dengan banyak orang walaupun aku tak paham bahasa lokal yang kamu gunakan. Aku suka melihatmu tertawa dan entah kenapa kamu sangat karismatik saat itu hingga aku terperangkap dengan sosokmu. Aku suka saat kamu menyandarkan kepala dengan manja. Ya! Aku suka ketika kamu posesif dan manja. Aku suka dan masih menyukai semua tentangmu sampai saat ini.

Hi, kamu tau, saat aku mengetik cerita ini, aku sedang berada dipojokan cafe yang tengah ramai pengunjung, di simpang empat lampu merah kota dengan secangkir kopi V60 dan setumpuk kenangan tentangmu yang berhamburan masuk. Aku, rindu. Ya! Aku rindu. Denganmu. Dengan bibirmu yang selalu tersenyum lembut, dengan sosokmu yang nyaris sempurna mampu aku bayangkan sedang duduk diseberangku, menatapku dengan tatapan tajam atau sedang memainkan game favorite mu.

Kamu tau, ada banyak yang datang dan pergi dalam hidupku setelah aku bertemu denganmu. Tapi, sosokmu masih jelas terlihat. Andai aku bisa sedikit menurunkan gengsiku untuk mengakatan : aku rindu, mungkinkah kita masih berjarak seperti sekarang? Atau kita akan punya banyak cerita seru yang bisa aku ceritakan di blog?

Semua hal masih berputar tentangmu. Semua rindu masih milikmu.
Akhirnya yang aku takutkan terjadi. Aku dan kamu tak lagi bertukar kabar. Aku dan kamu sekarang dua orang asing yang tak akan ada lagi cerita.
Hi! Kalau kamu membaca ini, kamu harusnya tau, aku masih merindukanmu.

PS
Peluk dari jauh

Share:

0 comments:

Post a Comment

Hello! Terimakasih sudah mampir. Sertakan alamat blog ya...biar kita bisa ngopi bareng #eeh