Friday, May 10, 2019

JURNAL KOPI : MENGENAL 'QUEEN OF COFFEE' KOPI TORAJA | Lil P Journey

Kopi dan Alam Indonesia | Dok Pribadi
LilPJourney.blogspot.com | TORAJA - Kekayaan alam Indonesia memang tidak perlu diragukan lagi. Salah satu hasil alam dari Indonesia yang tengah naik daun adalah si EMAS HITAM. Emas hitam yang dipetik bukan digali. Ialah kopi Indonesia yang saat ini mulai masuk ke pasar kopi internasional seperti Eropa dan Amerika. Pada tahun 2017 nilai ekspor kopi Indonesia ialah 9,2 juta dollar AS dengan peningkatan 23,4 persen selama lima tahun terakhir.

Dalam acara World of Coffee di RAI Amsterdam, Belanda 21-23 Juni 2018 Paviliun Indonesia mempromosikan kopi arabika dan robusta 'spesialty' seperti Bali Kintamani, Aceh Gayo, Flores Bajawa, Toraja dan kopi dari Jawa Barat. Keikut sertaan Indonesia dalam acara ini adalah keputusan yang sangat tepat. Karena acara ini merupakan 'coffee trade show' tahunan terbesar di Eropa yang mana akan ada roadshow di kota-kota besar di Eropa, sehingga dapat lebih mengenalkan kopi Indonesia di kancah Internasional.

JURNAL KOPI

Kopi Toraja | Dok Pribadi
Dari dulu setiap gw ketemu orang dan bilang 'I prefer coffee to tea or alcohol', mereka akan bilang : waaah kalau gitu pasti pernah minum kopi Toraja dong, kan itu kopi paling enak.

Sebegitu terkenalnya kah kopi Toraja? Sampai orang 'awam' yang tidak begitu fanatik dengan kopi melabelinya dengan 'kopi enak'. Padahal semua kopi itu enak, cuma setiap orang punya seleranya masing-masing. Dan setiap gw bilang 'mau ke Toraja' yang ada dipikiran orang pasti 'kopi'.

V60 Toraja Sapan | Dok Pribadi

Mungkin itulah penuntun atau penuntut gw untuk menelusuri si emas hitam Toraja. Kota yang ditetapkan sebagai warisan dunia yang harus dijaga dan dilestarikan karena kekayaan adat dan budayanya oleh United Nations Educational, Scientific and Culturan Organization (UNESCO) ini memang sangat berkesan buat gw. Setiap kali 'kembali' ke Toraja selalu punya cerita baru. Jika dulu hanya terpaku pada satu coffee shop, Jak Koffie, pada kunjungan ketiga gw mencoba lebih explore coffee shop disini. Dan sampai akhirnya nggak sengaja malah tinggal di tengah-tengah kebun kopi, Landorundun. Salah satu desa di Kecamatan Sesesean Suloara.


Mengutip dari media kopi online, Otten Coffee, pada tahun 2012 salah satu kopi dari Toraja ialah Sapan mendapat nilai cupping tertinggi di acara Lelang Kopi Asosiasi Kopi Spesial yang diselenggarakan di Surabaya. Pada akhirnya kopi Toraja Sapan turut menambah daftar single origin terbaik dari Indonesia.

LOKASI TUMBUH

Tumbuh subur di dataran tinggi Toraja tepatnya di desa Sapan, Kecamatan Buntu Pepasan kopi yang dijuluki sebagai 'Queen of Coffee' ini tumbuh di ketinggian 1600-2100 mdpl dengan iklim tropis dan curah hujan sedang-tinggi. Wilayah tumbuhnya inilah yang kemudian mampu menghasilkan kopi dengan kualitas terbaik. Bagi para pecinta kopi, kopi Toraja Sapan ini mempunyai rasa eksotis.


Cherry kopi Toraja | Dok Pribadi

PERANG KOPI

Dibalik nama besar kopi Toraja yang mempunyai nama latin Celebes Kalosi, ada cerita sejarah yang tersimpan. Masyarakat Toraja mengenal kopi sejak abad ke-17 lewat saudagar Arab yang menyebutnya dengan istilah 'qahwah'. Namun karena masyarakat Toraja tak mengenal konsonan q dan w akhirnya menyebutnya dengan kaa.
Kaa Kopi Toraja | Dok Pribadi
Pada akhir abad ke-18, kopi yang saat itu menjadi komoditi utama dihargai dengan harga yang sangat mahal. Pada akhirnya kopi menjadi barang rebutan yang memicu 'perang kopi'. Ialah Kerajan Luwu dan Kerajaan Sindereng yang memperebutkan sumber kopi antar sesama pedagang dan pendistribusian kopi Toraja. Perang kopi ini berakhir dengan kemenangan Kerajaan Sindereng pada tahun 1906 kala politik pemerintahan kolonial Belanda masuk di dataran tinggi Toraja.

QUEEN OF COFFEE
Green Beans Toraja | Dok Pribadi

Berawal dari pertemuan dengan seorang mahasiswa Universitas Negeri Makassar, Chaliq, yang sedang membuat tugas akhir di Toraja berupa film pendek tentang kopi, akhirnya membuat gw lebih ingin menggali kopi Toraja.

Kopi Toraja Sapan itu di juluki Queen of Coffee mba. Tapi sayangnya saat ini susah menemukan kopi Sapan kualitas premium yang original, karena hampir 70% kopi Sapan di ekspor ke Jepang.
Saat itu gw seperti dihadapkan pada sebuah persimpangan : bangga karena kopi kita berhasil menembus pasar internasional dan ironi karena hanya tersisa sekitar 30% kopi Sapan original dengan kualitas terbaik yang tersisa. Maka nggak heran, gw pernah beli 200g kopi Sapan honey process dengan roasting medium seharga 210k. Mahal? Iya, tapi mahal bukan ukuran untuk sebuah kualitas dan rasa. Lagi pula, harga sinar matahari mahal kawan. Hehe.

Berbicara tentang rasa-para pecinta kopi-single origin Toraja Sapan ini mempunyai karakter rasa yang 'ajaib', dengan tasting notes mirip tipikal kopi Afrika, body yang full, bright acidity segar fruity seperti apel hijau dan anggur, serta after tastenya seperti kacang-kacangan dan dark chocolate. Maka tak heran, dengan kekompleksan rasanya ini, Toraja Sapan mendapat gelar 'Queen of Coffee' bukan?


Predikat 'Queen of Coffee' memang menjadi kebanggaan tersendiri bagi kopi Toraja Sapan. Namun yang terpenting bukan hanya predikatnya, tapi bagaimana menjaga kualitas dan mempertahankan sebuah identitas dari kopi. Ditambah fakta di lapangan tentang : hanya 30% kopi Toraja Sapan kualitas premium yang ada di pasar kopi Indonesia, harusnya menjadi pemacu untuk terus mempertahankan kualitas dari kopi ini.

KOPI ADALAH BAHASA UNIVERSAL

Secangkir kopi sejuta cerita. Mungkin istilah itu benar adanya. Dalam secangkir kopi yang saat ini kalian nikmati ada banyak perjuangan di dalamnya : ada objek bernama 'petani kopi', ada penentu bernama 'process' entah itu honey, natural, full wash atau lainnya (di bahas di next artikel yaaa tentang roasting  process kopinya), ada idealisme bernama 'metode seduh' entah V60 dengan segala ratio dan suhunya atau pour over, ada artis bernama 'barista' dan ada juri bernama 'pembeli'. Pada akhirnya secangkir kopi mampu menciptakan diskusi hingga muncul ide-ide kreatif. Dan kopi inilah penyatu perbincangan gw dengan masyarakat disini. Setiap gw mampir disatu rumah, mereka akan menyediakan secangkir kopi, bayangkan kalau mampir 10 rumah. Hehehe.

Lewat kopi pula, gw ketemu dengan orang-orang keren di perjalanan. Kopi adalah penyetara gender. Saat laki-laki dan perempuan duduk bersama, tua muda, berbincang tentang hidup, adat dan kopi atau apa saja. Sampai gw nemu cerita-cerita langka tentang sejarah, cerita rakyat dan secret nya.

Kopi dan Tongkonan | Dok Pribadi
Terimakasih untuk para petani kopi yang senantiasa menghasilkan kopi-kopi yang berkualitas, entah arabika atau robusta, kalian adalah roda penggerak industri kopi Indonesia. Jadi untuk kalian yang katanya pecinta kopi, jangan bilang 'kopinya nggak enak', karena saat itulah kalian melukai hati petani kopi.
Bagaimana tak terpikat dengan Toraja. Bayangkan saja : Tongkonan, udara segar dan aroma secangkir kopi di pagi hari. Home.
Jadi gimana? Kapan kita bisa menikmati secangkir kopi bareng sambil berbincang entah tentang apa saja? Menyambung silahturrahmi lewat kalimat 'ngopi yuk'.

____________________________________________ 
GIVEAWAY TIME!!!

Sebagai apresiasi untuk teman-teman yang sudah membaca tulisan blog LilPJourney.com, ada GIVEAWAY dengan hadiah :
1000gr green beans arabika
200gr beans arabika
 alat seduh kopi
Follow IG : putriii_santoso
untuk update GIVEAWAY nya yaaaa
 ____________________________________________





PS
Peluk dari jauh
Share:

49 comments:

  1. Meskipun aku fanatik teh, tapi kopi menarik perhatianku karena suami pecinta kopi. Selama ini aku sering banget membaca ttg kopi Toraja ini, ternyata sejarah dan 'prestasi' yg ditorehkannya panjang dan banyak ya, gelar Queen of Coffee itu juga aku baru tahu disini. Thankyou udah share! Jadi pengen ngopi euy, tapi kopi asli Toraja seperti yg ditulis Putri disini. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu aku juga taunya minum aja. tapi karena semakin suka kopi, akhirny memutuskan untuk belajar. hehehe...
      boleh nih mba banyak biji kopi di rumah ku...hehehehe
      nnt di ajarin bikin es kopi susu kekinian ala cafe biar tambah disayang suami hohoho >.<

      Delete
  2. aku tak mengertti nama-nama kopi, tau nya yang sachet doang loh put hikss.. tapi info nya tetap bermanfaat untuk sekedar tau..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. dulu aku juga taunya sachet >.< apalg pas zaman kuliah...sampai akhirnya jadi 'beneran kenalan' sama kopi
      yuk ngopi bareng

      Delete
  3. So sad, gak bisa ikut GAnya karena memang aku gak pernah minum kopi.
    eh, pernah sih sekali itupun kopi susu dan minumnya cuma seiprit tapi perut langsung kembung dan badan meriang.
    padahal kopi nusantara ini buanyaaak kalo di eksplore huhu

    salam,
    rizkyashya.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba bener banget...kopi itu sebenernya seru kalau di eksplor
      tapi itulah...masing2 org punya resistensi yg berbeda asam lambungnya....

      Delete
  4. Weyooo, kopi adalah bahasa universal. Setuju nih. Obrolan ttg kopi tak akan ada habisnya. Secara jenis kopi banyak bgt termasuk kopi toraja ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba...dan kopi Toraja memang lagi naik daun sekarang baik di lokal maupun internasional

      Delete
  5. Kemarin pas ke makassar sempet beli oleh2 kopi toraja, ternyata pas di coba memang beda dengan kopi2 biasanya, berhubung suami suka kopi jadi ya senang waktu dibawain oleh2 kopi, apalg skrg coffee shop udah berhambur yg menunjukan klo masyarakt kita smkin bnyk yg mnyukai kopi ehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi gampang banget mau cobain kopi macem-macem...cuma kadang kalau pemula suka bingung pas mau order di coffee shop, lalu ujung2nya : cappucino

      Delete
  6. Put ntar aku nitip kopi toraja yak tapi aku belum punya mesin kopi nya :D

    ReplyDelete
  7. Uch keren �� aku suka baca gaya tulisan Kaka ih... Wah ada giveaway kopi asli Toraja nih ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ^^
      Iyaa ada giveaway setelah perjalanan jurnal kopi bukan Juni nanti.
      Ikutan yaaa

      Delete
  8. Selalu suka nih dengan cerita para pecinta kopi meski aku pribadi bukan penggemar kopi. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga istilah-istilah kopi di tulisan ini gk bikin bingung ya mba...hehehe
      Kapan-kapan ayo kita ngopi bareng

      Delete
  9. Di rumah lagi ada kopi toraja, gak banyak cm kemasan 200gr suamiku di kasih temen beserta 1 set penyaring kopinya. Memang endeus banget, jd minumnya di irit2 spy gak cepet habis. Istrinya hemat. Hahaha.. Memamg kalo di banding kopi biasa yg di minimarket beda bgt ya. Kentalnya sama wanginya, langsung membius wangi dapur kalo pas di seduh wkwkwk *lebay

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya kalau yang di buat oleh-oleh itu yang robusta mba...rasanya agak bitter, tapi kalau yang Sapan ini rasanya buah-buahan...
      Tapi memang sih, kopi original itu selalu punya wangi yang harum saat diseduh..hehehee

      Delete
  10. sejarah keren kopi Toraja emeng keren ya kak. Gak salah dapat gelar queen of coffe. Sebenarnya aku bukan tim kopi holic sih, cuma kadang lebih suka menikmati dan melihat saat barisat meracik kopi dengan penuh kehati hatian, biar kopi yang di hasilkan emang wenakkk

    Next time boleh lah ya mau cobain kopi asli toraja hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. seru loh dunia kopi...sampai ada pekerjaan khusus perkopian seperti barista hehehe

      ayok ngopi bareng di rumah ku....nnt di bikinin kopi hehehe

      Delete
  11. Wuah.. Kopi ya.. Keren ah sejarahnya aku baru tau pas baca blog ini. Ehm, sebenarnya aku itu sukak sama kopi. Bangett. Tapi, aku itu kek anak kecil banget. Kalo minum kopi bikin gak bs bobok blasss.. Heu. Akhirnya takut2 minum kopi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih mba...salah satu yang bikin orang menghindari kopi kalau gk asam lambung ya kendala tidur setelahnya...hehehe

      Delete
  12. Aku ga bisa minum kopi ih, liat orang minum kopi gini terasa nikmat banget dan aku ikut ngebayangin aja walau ga bisa minumnya. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. pasti ini yang di coffee shop suka pesen green tea latte >.<' hehehe

      Delete
  13. wahh aku juga suka banget kopi hitam, apalagi yang langsung di grinding gitu, rasanya bener-bener fresh banget. seru ya bisa jalan-jalan sekalian ngopi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak bener bgt...
      kalau yg masih biji trus di grind emg fresh banget jadinya

      Delete
  14. Waktu ke Tator dua tahun lalu saya juga membawa pulang si Toraja Sapan ini, tapi baru tahu kalau ternyata punya julukan Queen of Coffee, pantas saja rasanya juara banget hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak, saya juga baru tau pas kemaren ketemu sama anak-anak kopi disana. kalau rasa sih emang unik banget si emas hitam Toraja ini

      Delete
  15. Selama ini coba kopi Toraja belum cocok, terlalu strong rasanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak...karakter dari kopi Toraja memang strong sih.
      tp cocok ketika traveling kesana hehehehe bikin melek saat udara dingin

      Delete
  16. AKU SUKA KOPI! I can't start any morning without a cup of a hot coffee hehe. Tapi rasanya aku belum pernah merasakan kopi Toraja yang terkenal ini (brb beli kopi Toraja online)

    Pernah cobain varian kopi Toraja dari salah satu kopi sachet tapi ndak enaaakkk :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. adududu ya beda atuh bang kalo yg sachet -___-"
      yang single origin dooong hehehe
      sini aku seduhin #eeeh

      Delete
  17. Kopi Toraja memang juara
    Meski aku bukan pecinta kopi, tapi aku sukaaa sekali menghirup aroma kopi yang baru diseduh
    Apalagi kopi Toraja ini beraroma kuat yang melenakan
    Suamiku nih yang doyan banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak kopi toraja yang juara banget aromanya.
      aromanya bikin rileks dan seger mata

      Delete
  18. Sedih ya, kita punya kopi kualitas dunia tapi yang menikmati bukan kita sendiri. (Ya nggak salah juga, karena orang lain lebih mau membayar mahal untuk mendapatkannya.) Makanya, saya turut berbangga tiap kali melihat kopi kualitas ekspor (yang kemasannya bagus dan harganya mahal) beredar di toko-toko. Btw, saya bukan pecinta kopi, melainkan teh. Nasib teh juga sama dengan kopi... yang enak rasanya, diekspor ke luar negeri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Disini ada sisi bangga dan ada sisi mirisnya sih.
      Tapi begitulah roda ekonomi berputar. hehehe

      Delete
  19. Kopi oh kopi,,

    Emang sulit sih bilang kopi enak atau kurang enak. La masing2 kopi punya taste-nya sendiri2.

    Masing2 peminum kopi juga punya seleranya sendiri2.

    Tapi kayaknya produksi kopi berkualitas tinggi punya Indonesia, termasuk Toraja, emang lebih banyak dijual untuk pangsa pasar luar Indonesia ya.

    Antara bangga, sama sedikit sedih.

    ReplyDelete
  20. Makin penasaran cobain. Temanku juga pernah ceritam bahwa promotornya saat S3 di Taiwan, itu fanatik bgt kopi toraja ini.

    ReplyDelete
  21. Sebenarnya makin ke sini penikmat kopi makin banyak. Kalau dulu kan kebanyakn orang2 tua yang minum kopi, sekarang anak2 muda bahkan usia pelajar aja udah menjadikan ngopi sebagai gaya hidup. AKu juga baru ngeh kalau ada kopi Toraja diberi gelar queen of coffee. Kalau di Jakarta ada gerainya, bisa mampir deh :)

    ReplyDelete
  22. Kalau saya bukan penikmat kopi. Urutan saya itu alkohol, teh, barulah kopi. Dan sebagai orang NTT, penilaian kopi terbaik bagi saya itu kopi Bajawa dong (subjektif)


    Kopi Sapan ini mirip dengan jersey bola. Waktu teman ke Old Trafford, stadium punya Manchester United, untuk beli jersey, yang dihual adalah yang 'made in Indonesia'. Waktu ditanya kenapa jual buatan Indonesia, jawaban mereka adalah "kami hanya menjual buatan terbaik".

    Padahal di Indo saya nggak pernah lihat jersey 'made in Indonesia'. Yang ada selalu buatan Vietnam atau Thailand.

    Lalu sebagai penutup, saya mau tanya nih, jadai kapan kita ngopi bareng? Ahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di luar negeri harga kopi ini emang mahal sih hehehe

      Ahaha menarik sekali pertanyaan...
      Ayok kita ngopi bareng atau saya yang nyeduhin kopinya?

      Delete
  23. Kopi Toraja memang udah terkenal banget. Tetapi, sejak saya dapat kiriman cabe katokkon, setiap kali ingat Toraja juga ingat cabe ini. Pedes banget, tetapi saya suka

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya kemarin pas pulang ke rumah mama di Toraja bawa hampir 1 kg loh. hahaha
      celakanya pas sampai rumah udah mau busuk. perjalanan jauh sih yaaa dari toraja ke makassar

      Delete
  24. Ulasannya komplit banget. Makin menghargai kopi Toraja yg enak itu. Pernah nyoba sih di Cafe. Tapi minum disana Makin nikmat Kali ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. nikmat banget kak ketika minum langsung disana
      memang karakternya unik dan strong sih, bikin melek saat udara dingin toraja mulai menusuk-nusuk hehehe

      Delete
  25. Duh jadi pengen ngopi... Apalagi kalo pas di Torajanya ya.. sambil menikmati pemandangan yang ciamik.. hawa sejuk. .

    ReplyDelete
  26. Segarnya pemandangan di toraja, pingin banget bisa ke sana, wisata menikmati pesona indonesia

    ReplyDelete
  27. Cerita dan pengalaman tentang minum kopi Toraja sudah menambah khazanah wawasan tentang dunia kopi, setelah minggu lalu saya juga berkesempatan mengunjungi pusat penelitian dan pabrik kopi di Jember, Jawa Timur.

    Tidak ada kopi, tidak seru ya hahaha

    ReplyDelete
  28. Ini salah satu yang aku sayangkan, nggak sempat nyobain nikmatnya Kopi toraja langsung dari tempatnya, malah dapet dari salah satu cafe di Jakarta Kopi Torajanya hehe. Semoga rasanya nggak jauh beda yaa kak hihi

    ReplyDelete

Hello! Terimakasih sudah mampir. Sertakan alamat blog ya...biar kita bisa ngopi bareng #eeh