Thursday, August 22, 2019

JURNAL KOPI : COFFEE SANTAI BARAKA HINGGA JELAJAH SINGKAT KEBUN KOPI BONE-BONE | LIL P JOURNEY

Memilah cherry untuk proses wine | Dok Pribadi

Lilpjourney.com | Enrekang - Menjelajah negara dengan berbagai macam budaya seperti Indonesia memang sesuatu hal yang menarik. Kekayaan kuliner yang beraneka ragam juga menjadi salah satu  daya tarik tersendiri. Seperti kopi, yang entah bisa dikategorikan sebagai kuliner atau bukan, tapi mampu menyatukan tamu dengan tuan rumah dalam berbagai topik pembahasan. Dan kali ini, Jurnal Kopi dalam perjalanan 3 jam dari kota Makale menemukan sebuah kedai kopi unik yang menggugah untuk dikunjungi lagi. Coffee Santai Baraka.


"Kalau jalan ke Toraja, mampir ke Enrekang juga dong sekali-kali, incipin kopi kami" - tulis admin instagram @coffee_santai di direct messages.

TORAJA, MINGGAT DARI KANTOR
Pasar Hutan Bambu To'kumila Toraja | Dok pribadi

Sejak 2017 bisa dibilang Toraja seperti kampung halaman, dimana ada orang-orang yang selalu nungguin gue pulang. Terhitung sampai saat ini gue sudah lima kali ke Toraja. Terpikat dengan adatnya, kehidupan masyarakatnya, kopinya dan juga kamu. Sampai saat ini gue masih terus menggali tentang Toraja yang menurut gue masih banyak rahasianya.

Alasan kembali bulan Juni 2019 ini adalah Grand Opening Pasar Hutan Bambu To'kumila Toraja. Salah satu wisata berwawasan lingkungan yang menarik untuk dikunjungi karena selain tempat wisata, tapi juga tempat pengenalan kesenian Toraja. Baca selengkapnya : Grand Launching Pasar Hutan Bambu To'kumila Toraja.

Setelah istirahat, makan siang bareng mama, minum secangkir kopi, istirahat di Tongkonan Kale Landorundun, jalan-jalan di sawah dan kebun kopi, dikejar-kejar anjing karena gue pendatang (mereka nggak gigit kok) dan menikmati syahdunya rintik hujan, pukul 8.00 malam gue di jemput si mas (namanya nggak boleh di publikasi, takut kalau ketemu traveller bawel like me hahaha) untuk menginap di Makale. Berat awalnya ke Toraja nggak nginap di rumah mama, tapi masih ada tujuan lain : perkebunan kopi Enrekang. Maaf mama. Sampai ketemu Desember ya.

MAKALE, SABTU 22 JUNI 2019

Kopi hasil roasing kedai Coffee Santai Baraka | Dok pribadi
Setelah mengusir kantuk dan perdebatan kapan pulang ke Banjarmasin karena panggilan kerja yang akhirnya berakhir dengan : nggak ada tiket pesawat, akhirnya kami, gue dan si mas, pergi ke Baraka. Lumayan jauh memang kalau dari Makale, kurang lebih 3 jam. Berangkat jam 12 siang sampai jam 3 Sore.

Sebenernya waktu itu pas di jalan gue baru mikir : waaaah gawat nih kalau tempatnya nggak recomended, kenapa nggak stalking instagramnya dulu sih. Karena waktu itu tiba-tiba si mas nanya : masa di tempat kaya gini ada kedai kopi sih? Kedai kopinya kaya gimana sih? Mati gue. Bisa bad mood si mas, secara kami jalan jauh banget. Hahaha. Ditambah kami harus mondar mandir nyariin gang ke kedai kopi ini. Tempatnya memang tersembunyi. Ada yang menarik saat kami mulai masuk gang ke Kedai Coffee Santai Baraka. Sebuah kedai kopi lain di pojok jalan yang baristanya adalah emak-emak pake daster. Serius! Kedai yang memanfaatkan teras dengan ukuran 2 x 3 meter ini punya dripper V60 dan grinder dan dijaga oleh emak-emak, yang nongkrong disitu juga emak-emak. Padahal kalau di deket rumah gue warung kopi kaya gini biasanya menyedikan gorengan dan kopi sobek. Eh gue nggak mempermasalahkan kopi sobeknya ya (peluk pecinta kopi sobek, kita tetep saudara kok). Sayangnya si mas yang udah bad mood itu masa bodo dengan kedai itu dan fokus cari kedai Coffee Santai Baraka.

Kopi hasil roasing kedai Coffee Santai Baraka | Dok pribadi
Sampai di kedai Coffee Santai Baraka, ada bang Jafar yang sudah nungguin kami datang. Awalnya gue dan si mas hanya : oh. Tapi sosoknya ternyata lebih menarik dari pada kedainya. Hihihi. Salah satu sisi 'jelek' gue ketika ke kedai orang itu suka kepo dan foto ini itu dengan dalih "pelengkap tulisan di blog". Dan to be honest, gue nggak menyangka dikedai sesederhana ini ada sosok pemuda kaya bang Jafar. Pengetahuan dia tentang kopi luas banget. Terutama kopi di Enrekang ya. Segelas kopi Enrekang Nating V60 pun tersaji. Lalu percakapan hangatpun mengalir. Ya kopi adalah bahasa universal yang selalu menjadi pengakrab setiap pertemuan.

Selera kopi warga disini memang yang bodynya tebal - tutur bang Jafar.
Kedai sudah buka sejak 2016 ini walaupun tempatnya "tersembunyi" tapi cukup ramai. Pesanan kopi silih berganti saat itu, walaupun di kedai hanya ada gue dan si mas. Lah gimana ramai? Ada yang singgah untuk memesan beans, ada yang ambil green beans dan ada pula yang memesan satu teko besar (mungkin isi 1,5 liter) kopi lengkap dengan gelas untuk di antar ke rumah

Kedai kopi sederhana ini punya atmosfernya sendiri. Percakapan kala itu dimulai dengan proses kopi paska panen sampai seduhan kopi dan budaya kopi masyarakat khususnya disekitar kedai Coffee Santai Baraka. Bagi kalian penikmat kopi kalian bisa pesan secangkir kopi entah V60 atau kopi yang biasa dinikmati warga disini, beans untuk diseduh di rumah atau green beans pun tersedia disini. Terserah kalian mau pesan yang mana untuk dinikmati.

TENTANG KOPI, DARI BIASA HINGGA CANDU

Natural process | Dok pribadi
Berawal dari kebiasaan yang sudah ada sejak dulu : suka minum kopi, akhirnya terbiasa dan kopi itu bukan hanya seduhan untuk pengusir kantuk, tapi kopi adalah budaya - tutur bang Jafar
Pembahasan tentang kopi memang tak pernah ada habisnya. Saat Jak Koffie di Toraja selalu mengantarkan pada rasa rindu dan seduhan nasionalismenya, Coffee Santai Baraka mengantar gue pada percakapan tentang berbagai ilmu proses kopi. Membedah kopi dari cherry-nya, bagaimana memproses wine coffee dan mengunjungi kebun kopi.

Pukul 4.30 setelah Ashar, bang Jafar ngajakin kami ke Desa Bone-bone. Desa yang "mengharamkan" rokok. Sedikit berlebihan ya kalimatnya. Tapi serius, di Desa Bone-bone ini sejak tahun 2000 sudah menerapkan peraturan pelarangan merokok di desa mereka. Alasan desa yang dihuni oleh lebih 800 jiwa ini menerapkan larangan merokok adalah kesehatan dan ekonomi. Menurut warga disini, merokok adalah penyebab kemiskinan. Boleh nggak gue membenarkan asumsi mereka? Pernah lihat usaha seseorang berhenti merokok dan menabung uang rokoknya yang dalam satu bulan ternyata bisa mencapai 2 juta? Bayangkan saja kalau uang itu ditabung saja.

Akses jalan mulus kok | Dok pribadi
Jarak dari Coffee Santai Baraka ke Desa Bone-bone ternyata lumayan jauh. Hehehe. Tapi semua terbayar saat diperjalanan mata kami dimanjakan dengan hentangan sawah hijau yang benar-benar cantik. Sampai sekarang, fotonya masih sayang untuk di upload. Hihihi. Si mas yang orang Toraja aja terpukau juga sama pemandangannya. Apalagi saat kabut mulai turun menyelimuti pohon-pohon digunung, membuat kami ingin berlama-lama disini. Ini juga kali pertama si mas datang kemari. 

Ditengah-tengah gue dan si mas yang lagi terpesona dengan pemandangan cantik di perjalanan ke Desa Bone-bone, bang Jafar cerita kalau jenis padi yang ditanam di kawasan ini nggak bisa di tanam di tempat lain. Rasa dan aromanya akan berbeda, atau malah bisa gagal panen. Unik ya.

Sayangnya, dipertengahan jalan, gue harus pisah sama si mas karena motor maticnya sudah nggak memungkinkan untuk di pakai boncengan. Kemudian gue nebeng sama bang Jafar untuk melanjutkan perjalanan. Sulawesi emang nggak lengkap kalau nggak naik trail, biarpun cuma dibonceng.

Sampai di tugu Desa Bone-bone, para cowok memutuskan untuk : rokok terakhir sebelum masuk ke Bone-bone. Kata bang Jafar sanksi dari pelanggaran bisa berupa teguran untuk pendatang hingga sanksi sosial seperti membersihan tempat ibadah dan memperbaiki jalan yang rusak untuk fasilitas umum. Keren ya? Mungkin nanti gue bakalan singgah kesini lagi untuk mengusut desa ini.

Perkebunan kopi | Dok pribadi
Perkebunan kopi disini sudah ada bahkan sebelum bang Jafar lahir. Bertemu dengan salah satu petani kopi, kamipun larut dalam perbincangan. Mereka benar-benar nggak pelit ilmu. Mulai dari kapan memetik kopi disini, bagaimana cara memelihara pohon kopi agar dapat menghasilkan beans yang berkulitas hingga varietas kopi yang di tanam disini. Bahkan sewaktu film Filosofi Kopi pertama dirilis, mereka pernah melakukan riset tentang kopi di perkebunan kopi ini.
Sepertinya mba Putri harus kembali kesini, karena di atas ada pohon kopi typica yang usianya sudah 300 tahun loh. Kalau sekarang sepertinya nggak kekejar untuk kesana - tutur bang Jafar.

Puas bercakap dan melihat perbedaan jenis varietas pohon kopi, kami melanjutkan perjalanan ke rumah penduduk yang biasa memproses kopi paska panen. Saat sampai di perkampungan warga, atmosfer disini benar-benar damai. Ibu-ibu disini yang memproses cherry-cherry kopi. Mereka cekatan banget untuk memilah cherry kopi, memproses (saat itu prosesnya semi wash) dan berbagi ilmu lagi. Mungkin benar kata Said bahwa yang paling tau karakter kopi adalah petani kopi bukan si barista.

Ibu, kalau nanti saya kesini lagi boleh menginap di rumah ibu nggak? - tanya gue ke salah satu ibu disini.
Lagi moto tapi difoto | Dok Pribadi
Gue baru tau, ternyata proses pengolahan kopi dari cherry sampai green beans itu bisa dibilang zero waste. Seperti yang kita tau, untuk mendapatkan green beans, cherry kopi perlu dipisahkan dari kulitnya. Nah kulit cherry ini kemudian ditimbun yang kemudian secara alami menjadi kompos. Kompos dari cherry kopi ini kemudian digunakan untuk pupuk pohon-pohon kopi. Dari pohon kopi kembali ke pohon.

Kata Bang Jafar, saat ini banyak yang datang kemari untuk membeli kopi tidak hanya yang sudah diproses, tapi yang cherrynya juga. Hal ini tak lepas karena fonomena "wine coffee" dan banyaknya orang yang berburu belajar memproses kopi sendiri. Salah satunya gue. Saat itu gue membungkus 2,5 kg cherry kopi untuk gue proses wine.

Oke temen kamu (Bang Jafar) keren. Aku suka sama anak muda yang punya pemikiran kaya dia - tutur si mas.

Setelah membungkus 2,5 kg cherry 1200 mdpl langsung dari petani kopinya dan 2 kg green beans Enrekang Nating semi wash process dari Coffee Santai Baraka, gue dan si mas pamit untuk pulang ke Makale. Malam Minggu bulan Juni 2019 kali ini kami habiskan di jalan, berbeda dengan Malam Minggu bulan Maret 2019 yang kami habiskan dengan duduk di bawah alang Tongkonan Kale Landorundun. Nggak ada dinner romantis! Hahaha.

Menarik banget kan perjalanan gue kali ini. Dimana dari Coffee Santai Baraka gue bisa mengunjungi Desa Bone-bone dan perkebunan kopi disini. Bang Jafar pemilik kedai Coffee Santai Baraka lah yang bener-bener racun kali ini. Hahaha. Jadi kapan nih mau ngopi santai di Coffee Santai Baraka?

Makasih loh semuanya!

Bicara kopi di Sulawesi Selatan, ternyata tidak bisa dilepaskan dari Enrekang. Di sinilah kopi kalosi lebih dulu terkenal, jauh sebelum nama Toraja naik daun di dunia tumbuh hingga ratusan tahun.
PS
Peluk dari jauh

COFFEE SANTAI BARAKA
Instagram : @coffee_santai
Jam buka : DM instagramnya aja ya hehehe
Share:
Continue Reading →

Wednesday, August 14, 2019

LANDORUNDUN : SANG PUTRI RAPUNZEL YANG MELEGENDA | LIL P JOURNEY

 
Alang Tongkonan Kale Landorundun | Dok Pribadi

Lilpjourney.com | TORAJA - Dahulu kala ada seorang putri bangsawan yang tinggal disini, namanya Putri Landorundun. Bak Putri Rapunzel, Putri Landorundun mempunyai paras rupawan dengan rambut panjang yang indah. Kata mama Sarjani, berdasarkan cerita turun-temurun, panjang rambut sang Putri Landorundun mencapai 300 jengkal atau 17 depa. Suatu ketika sang Putri Landorundun sedang mandi disungai, lalu ada sehelai rambutnya yang putus kemudian terbawa arus sungai. Singkat cerita helaian rambut Putri Landorundun ditemukan oleh Raja Bone. Sang Raja Bone yang penasaran dengan keindahan rambut itupun melakukan penelusuran untuk mencari pemilik rambut indah tersebut. Sampailah sang raja di Gunung Sesean dan menemukan pemilik rambut indah itu adalah seorang gadis yang cantik. Raja Bone yang telah jatuh hati kepada sang putri kemudian melamarnya. Kata mama Sarjani beberapa cerita mengatakan bahwa pinangan sang raja tak serta merta diterima oleh sang putri. Hingga akhirnya sang raja yang mengetahui Putri Landorundun suka sekali dengan buah mangga, memutuskan menjebak sang putri dengan cara menanam mangga di dekat sungai tempat sang putri biasa mandi. Ketika mangga itu berbuah, sang putri memetiknya dan Raja Bone yang telah mengintai mengatakan bahwa itu adalah mangga yang ia tanam. "Kenapa kau mencuri mangga ku? Kau harus menikah dengan ku". Lalu menikahlah Putri Landorundun dan Raja Bone.



Sebelumnya, disini (komplek Tongkonan Kale Landorundun) pernah ada batu dengan bekas tapak tangan. Katanya tapak tangan tersebut milik ibu dari Putri Landorundun yang hendak melahirkan saat jalan-jalan menyusuri desa. Namun sayangnya ketika pembersihan area tongkonan, batu tersebut entah dipindah kemana atau hancur - tutur Mama Sarjani. 

SELALU ADA 'KARENA' UNTUK KEMBALI

Sekali lagi, kenangan itu berhamburan, tentangmu. Tepat pukul 6 pagi, Kamis, 21 Maret 2019, sleeping bus yang gue tumpangi memasuki Tana Toraja, untuk ke li ma ka li nya. Satu kota yang (sebenarnya) terlalu jauh dari rumah tapi selalu memberikan kejutan dan kerinduan. Membawa misi "menemukan arah pulang", berbekal izin menelusuri sekolah di pelosok, gue berangkat menelusuri sisi lain Toraja. Meninggalkan hiruk pikuk Kota Banjarmasin dengan label manusi "nine to five", menenteng ransel merah jambu, beralas converse putih serta tas tempur berisi laptop dan kamera, petualangan kali ini ternyata bukanlah akhir. Karena rindu itu masih tersisa. Terlebih saat cerita sang rapunzel "Putri Landorundun" mulai menarik untuk ditelusuri.

Rantepao, 6:00 am
Sitor Rantepao | Dok Pribadi

"Mau kemana ji?" tanya sopir sitor, salah satu transporasi khas Kota Rantepao
Sehari sebelum berangkat ke Toraja, terlebih dahulu gue menghubungi mama Sarjani (pemilik Tongkonan Kale Landorundun). Beliau mengarahkan untuk singgah ke rumah adik beliau di Rantepao, ibu Debora. Di rumah Ibu Debora, gue disambut dengan hangat. Secangkir kopi tersaji dan perbincangan singkatpun mengalir. Tidak jauh berbeda dengan mama Sarjani yang berprofesi sebagai Kepala Sekolah SDN 8 Tikala, Ibu Debora merupakan penanggung jawab dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sinar Kasih, sebuah lembaga sosial masyarakat dibidang pendidikan yang mempunyai cakupan kegiatan Kejar Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP)  dan Paket C (setara SMA) dengan Akreditas B dimana pelaksanaan kegiatannya diawasi oleh Dinas Pendidikan. Sebagai PKBM, di rumah beliau juga terdapat deretan meja komputer yang biasanya digunakan untuk belajar para peserta didiknya.



Rantepao, 7:42 am

"Janji apa ya?" balas om kura-kura dikolom chat instagram.
Janji, akhir bulan Maret akan datang ke Toraja, jawabku. Dan beberapa chat random dimulai hingga akhirnya kita ngopi bareng, di Jak Koffie. Satu tempat yang selalu menjadi alasan kita bertemu. Aku masih rindu pada sosokmu, terlebih pada tatapan mata tajammu. Sampai akhirnya kita benar-benar berpisah. Tapi liburan baru dimulai Putri! Hahaha. Pukul 1 siang gue memutuskan untuk berangkat ke Tongkonan Kale Landorundun menggunakan ojek. Jangan lupa misi "menemukan arah pulang"!

Landorundun, 1:35 pm

 
Ada rindu yang aku selipkan disini | Dok pribadi


Rindu. Hanya satu kata itu yang mampu terucap. Naik ke tongkonan, meletakkan ransel merah jambu dengan rapi di pojok kamar, mengeluarkan kamera serta action cam, mengenakan topi dan terakhir sendal gunung. Petualangan hari pertama pun di mulai!

Euforia itupun membuncah. Hingga akhirnya, sejanak lupa pada sosokmu. Turun dari area tongkonan, berjalan kaki menelusuri Desa Landorundun : pohon kopi yang sedang berbuah lebat (mungkin 2-3 bulan lagi sudah siap panen), gongongan anjing yang memaksa berjalan lebih cepat dan akhirnya terjebak di hamparan sawah yang hijau. Oh Allah, lalu nikmat-Mu yang mana yang mampu aku dustakan. Ternyata 24 jam di bulan Desember 2018 telah menjebak gue pada 5 x 24 jam di bulan Maret 2019. Ya, kali ini gue akan tinggal di Desa Landorundun selama 5 hari. Impian gue pun terwujud.
Om Fyant, aku pengen dong ngerasain jadi orang Toraja. Tidur di tongkonan, minum kopi di tongkonan dan berinteraksi lebih dekat dengan warga disini - pintaku saat pertemuan kita di bulan Agustus 2018.
Petani Toraya | Dok pribadi

Saat tiba di area persawahan, para ibu-ibu sedang menanam padi. Andai nggak pake celana jeans, gue udah nyemplung ke sawah dan ikut nanam padi. Setelah meminta izin untuk mengambil gambar, beberapa video dan foto kegiatan menanam padipun terekam sempurna dalam memori. Para ibu-ibu disini sangat ramah. Mereka tersenyum dan mengatakan agar berhati-hati ketika berjalan dipematang sawah.

Melanjutkan perjalanan menelusuri desa, sampailah gue di perkebunan kopi. Bisa bayanginkan bagaimana bahagianya seorang penikmat kopi menemukan kebun kopi yang sedang berbuah lebat. Entah berapa banyak foto dan video yang gue ambil saat itu. Yang pasti hanya 1-2 foto saja yang akan bertengger di feeds instagram. Hahaha. Di seberang kebun kopi ada batu besar. Sepertinya menarik untuk dinaiki dan duduk santai disana. Oke, gue bisa naik tapi nggak tau caranya turun. Tapi sayang langit sedang tak bersahabat kala itu. Satu dua tetes air mulai turun. Gue lekas bergegas kembali ke tongkonan.

Ternyata mama Sarjani sudah pulang dari pertemuan di Kota Rantepao. Beliau menghidangkan secangkir kopi tanpa gula. Ternyata beliau masih hafal dengan kopi kesukaanku. Padahal bulan Desember kemarin hanya menginap satu malam. Setelah menghidangkan kopi, beliau kembali sibuk di dapur, menyipkan makan siang. Nasi merah, telur dadar daun bawang dan sayur pepaya tersaji. Bukan beliau tak bisa menghidangkan makanan lain seperti ikan, tapi beliau tau dan masih ingat kalau Putri dari Banjarmasin nggak bisa makan ikan. Hehehe.

Jum'at, 22 Maret 2019

Rambu Solo' Alm. Paulus Pong Busa | Dok pribadi

Pukul 7:00 am Pak Lembang, suami mama Sarjani (kedepannya gue panggil 'papa') sudah menunggu. Kami berangkat ke rumah duka Alm. Pak Paulus Pong Busa. Hari ini akan dilaksanakan pemotongan kerbau dan prosesi terakhir dari upacara adat Rambu Solo' yaitu prosesi pa'kaburusan. Nahasnya, tiba-tiba iPhone gue error, kamera mirrorless gue kehabisan baterai dan alhamdulillah masih ada action cam. Nyaris saja terlewatkan dokumentasinya.

Kata papa jenazah akan dikuburkan di lo'ko dekat rumah pada sore hari, jadi kami pulang dulu dan mengantarkan mama ke sekolah. Tapi, akhirnya malah ikut sekolah. Hehehe. Anak-anak yang tumbuh tanpa gadget disini memang punya sisi menggemaskan yang berbeda. Mereka kerapkali tersipu malu saat gue merekam mereka yang sedang bermain, ada yang berjalan mengikuti kemana gue pergi, lalu ada juga yang meminta di foto. Aku bahagia. 

Kakak, nama kakak siapa? Kakak dari mana? Kakak rambutnya kenapa warna hijau? - tanya mereka polos.
Love you more | Dok Pribadi
Diberondong ternyataan bertubi-tubi gue cuma berdoa, semoga generasi ini tumbuh menjadi sosok-sosok cerdas baik akademik maupun non akademik. Menjadi anak bangsa yang akan mengharumkan bangsanya. Karena merekalah harapan bangsa. Bukan gue yang sudah satu perempat abad ini, tapi mereka! Mereka yang kelak akan menjadi penentu bangsa ini 10 tahun ke depan.

Dik, pesan kakak tumbuhlah dengan kuat dan bahagia. Belajar yang tekun agar kelak kamu bisa menjadi kebanggan keluarga. Kejar cita-citamu karena tak ada yang mustahil selama kau berusaha dan percaya bahwa Tuhan selalu mendengar. Kalau kelak gagal, percayalah Tuhan telah menyiapkan rencana indah lainnya.
Kepolosan anak-anak disini bener-bener bikin gue tambah jatuh cinta dengan kota ini. Bukan gue yang menginspirasi mereka, tapi sebaliknya. Mereka yang bikin gue termotivasi untuk belajar lagi. Apalah artinya materi tanpa ilmu. Apalah artinya berjalan tanpa bekal ilmu. Apalah artinya perjalanan tanpa menebar kebaikan. Pada akhirnya gue sadar bahwa gue belum punya bekal apa-apa untuk dibagi kemereka. Gue masih perlu belajar.
Bersama Pak Simon, salah satu pengajar di SDN 8 Tikala | Dok pribadi

Setelah bermain dan berselfie, gue kembali ke ruangan guru. Disana para guru mungkin sedikit terheran dengan penampilan gue yang 'nyeleneh' hehehe. Tapi mereka tetap ramah. Berdiskusi tentang : sebagiknya sekolah ini bagaimana ya biar pendidikannya semakin baik, apalagi mau akreditasi. Akhirnya gue sepakat membuat sebuah video profil sekolah untuk SDN 8 Tikala. Tanpa profit. Pure karena gue memang suka dan mungkin ini bisa membantu sekolah mama kedepannya.

Tiba saatnya pulang sekolah. Gue kira papa bakalan jemput, ternyata mama ngajakin jalan kaki keliling kampung. Gue tuh langsung kaya terbang gitu. Seneng banget! But honestly mikir juga sih : jauh banget. Sepanjang jalan mama cerita banyak hal, salah satunya tentang keprihatinan beliau dengan pendidikan disini yang dirasa masih tertinggal dari sekolah lain. Kualitas guru yang terus ditingkatkan pun dirasa belum cukup kalau sarana belum menunjang. Tapi disamping sarana, peran serta masyarkat juga sangat diperlukan. Terutama kesadaran untuk menjaga sarana sekolah. Karena beberapa sarana sekolah (sapu, bak sampah) ada yang diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Jadi sebenarnya dunia pendidikan itu cakupannya luas. Tidak terkotak hanya disekolah, tidak sebatas guru dan murid. Tapi edukasi dilingkungan masyarakat juga diperlukan. 


Setelah 1 km berjalan menyusuri jalan yang kiri-kanan jalannya terdapat bambu dan pohon kopi, kami sampai disalah satu rumah keluarga mama Sarjani. Saat itu, di rumah keluarga mama Sarjani ini sedang sibuk mempersiapkan makanan untu dibawa ke acara Rumbu Tuka' pernikahan. Nah, disini kalau ada saudara yang menikah, para keluarga akan gotong royong membawa makanan untuk dihidangkan di acara pernikahan. Bisa dibilang kadonya? Seperti yang saat ini dilaksanakan. Karena acara pernikahannya besok, jadi mereka sedang sibuk memasak makanan. Salah satu menu yang biasa tersaji adalah pa'piong. Dua ekor babi sudah disembelih. Para laki-laki sedang memotong-motong babi yang akan dibumbui dengan bawang putih, bawang merah, jahe dan garam, kemudian dimasukan kedalam bambu. Bambu yang sudah berisi babi itu kemudian akan di bakar. Itulah yang dinamakan pa'piong. Tak hanya babi, pa'piong juga bisa berisi ikan mas dan ayam. Karena orang Toraja, paham betul bahwa saudara muslimnya tak bisa makan babi.

Waktu itu, ada seorang warga yang menawari mama Sarjani untuk singgah dan akan dibakarkan pa'piong. Dengan sopan beliau mengatakan kalau gue muslim. Dan akhirnya secangkir kopilah yang tersaji. Percakapan hangat pun terjalin mesra.

Putri kapan pulang? Nanti main kesini lagi ya. Nginap disini - tutur salah satu warga.

Setelah tenaga kami pulih untuk melanjutkan 'petualangan' keliling desa dari sekolah yang berjarak kurang lebih 5 km dari rumah mama Sarjani, kamipun melanjutkan perjalanan. Ah segar banget jalan di pegunungan, nggak kerasa capeknya. Paru-paru rasanya penuh udara segar. Eiitts kata siapa nggak capek? Hahaha. Setelah menyusuri jalan menurun, kali ini giliran tanjakan ke Hutan Bambu To'kumilla Toraja. Kemarin, Desember 2018, gue kesini naik motor. Sekarang? Jalan kaki! Nggak nyangka juga bisa sampai ke hutan bambu To'kumilla dengan berjalan kaki. Melewati hutan yang terdapat menhir-menhir, kuburan batu dan kolam buatan, akhirnya kami sampai ke hutan bambu To'kumilla Toraja. Berbeda dengan hutan bambu di Panglipuran Bali, hutan bambu To'kumilla Toraja ini mempunyai batang bambu berukuran besar dan uniknya tumbuh di atas batu.
Mama Sarjani | Dok pribadi

Setelah mengambil beberapa foto dan video untuk dokumentasi, kami melanjutkan perjalanan. Singgah ke rumah oma Sarah dan oma Sandabua, kembali kami disuguhi secangkir kopi. Mungkin cangkir ke lima untuk gue; satu cangkir di rumah mama sebelum berangkat ke rambu solo', satu cangkir di acara rambu solo', satu cangkir di sekolah mama, satu cangkir di rumah warga yang sedang persiapan rambu solo' dan terakhir satu cangkir di rumah oma Sarah. Baru setengah hari sudah 5 cangkir kopi (?). Hahaha.

Kata mama Sarjani, para warga disini sedang sibuk persiapan untuk Grand Launching Pasar Hutan Bambu To'kumilla. Beberapa kerajinan bambu pun seperti gelas dan keranjang bambu sudah mulai dibuat, ibu-ibu juga sedang latihan vokal untuk mengisi Grand Launching Pasar Hutan Bambu To'kumilla. Momen paling magic ketika disini itu saat gue duduk di alang, disebelah oma Sarah dan oma Sandabua, melihat mama Sarjani sedang bercakap dengan warga perihal acara hutan bambu dan menghirup aroma secangkir kopi panas. HOME. Gue bakalan rindu momen seperti ini, yang mungkin nggak akan terulang.

to be continue...
Share:
Continue Reading →

Saturday, July 20, 2019

JURNAL KOPI : NGE-INDIE BARENG KEDAI INDIE BANJAR | LIL P JOURNEY

Kedai Indie | Dok Pribadi
Lilpjourney.com | Banjarmasin - Bicara kopi berarti bicara rasa. Eh rasa apa nih? Rasa yang pernah ada atau rasa nyaman tapi nggak aman? Hahaha. Dan kali ini ada Kedai Indie. Kedai sederhana yang berlokasi di Gg. Jumadil Awal, Kertak Hanyar Km. 10, Kabupaten Banjar ini pantang tutup sampai pengunjungnya 'ngantuk'. Pengalaman gue pribadi sih ya, mau sampai jam 3 pagi di Kedai Indie juga ayok aja. Ownernya juga kalem, dia nggak bakalan ngodein kalau dia capek dan mau tidur. Ialah Said dan Dwi, pemuda Banjar yang merupakan owner Kedai Indie.

Kak mampir ya ke kedai ulun (aku) di Km. 10. - Tutur Said saat Kedai Indie baru buka

RUMAH BANJAR

Kedai Indie | Dok Pribadi
Kata siapa bikin kedai kopi harus dengan budget besar dan harus ditengah kota? Buktinya Kedai Indie berhasil membuat kedai kopi sederhana khas Banjar dengan budget minimalis tapi mampu membuat pengunjung betah. Bahkan kedai yang letaknya lumayan jauh dari kota dan masuk dalam gang perumahan ini berhasil membuat penasaran hingga pengunjunganya pun rela jauh-jauh dateng, dari Banjarmasin ke Gambut, untuk nyeruput secangkir kopi dari Kedai Indie dan 'menjadi manusia'.

Kenapa namanya Kedai Indie? Karena aku punya semacam filosofi gitu : gaya hidup independen, mandiri, bebas dan merdeka. Tidak terikat - tutur Said
Memanfaatkan area belakang rumah : dinding dan lantai dari kayu ulin, meja-kursi dari bambu, Kedai Indie berhasil menghadirkan suasana ngopi yang Banjar banget. Buku-buku berbau romansa dan 'sedikit liar' yang terpajang disebelah deretan toples kopi berteman alunan musik folk, membuat ngopi di Kedai Indie pun terasa 'pas'.

Kalau berbicara tentang konsep, bisa dibilang Kedai Indie punya konsep vintage gitu. Setiap pengunjung yang datang seakan-akan diajak masuk ke idealisme si pemilik kedai yang suka dengan alam dan vespa. Beberapa 'coretan' di dinding kedai, mulai dari luar hingga dalam, banyak tersirat tentang pentingnya menjaga alam, kehidupan anak vespa dan sosial. Bahkan di dalam kedai terparkir sebuah vespa biru yang tentunya sangat cocok sebagai pelengkap interior Kedai Indie.

Nyaman tanpa wifi. Sederhana dan berbaur untuk ruang berdiskusi. Meleburkan si elit dan si alit - Tutur Said.

SEMUA KOPI ITU ENAK
Said saat bertemu petani kopi | Dok Kedai Indie

Berbicara tentang kedai kopi, rasanya nggak lengkap kalau nggak bahas signature menu nya. Pecinta kopi susu, Kedai Indie punya signature kopi susunya sendiri 'Kopi Susu Indie' dengan harga yang 'murah banget', only 10K tapi punya sensasi rasa yang nggak bisa kamu temuin di kedai kopi lainya. Suka yang manual? Ada kok V60 dengan beans lokal Kalimantan Selatan seperti Kopi Aranio. Walaupun berlabel Kedai Kopi, tapi mereka juga punya toleransi buat kalian yang nggak suka kopi. Ya, mereka juga punya menu non kopi seperti milkshake.

Karena bicara kopi itu bicara toleransi kak. Makanya di kedai-kedai kopi pasti ada minuman non kopi. Biar mereka yang nggak bisa ngopi masih bisa duduk nyaman sambil ngobrol - Ujar Said.
LIL P JOURNEY X KEDAI INDIE
 
Dwi saat ke kebun kopi | Dok Kedia Indie

Pertama kali gue ketemu Said itu waktu Said masih belajar tentang dunia kopi di Biji Kopi Kedai Enjoy. Waktu itu gue baru balik dari Toraja dan bawa beberapa jenis beans untuk diseduh bareng. Setelah sharing tentang cerita kopi dan mengupload beberapa story instagram dengan me-mention Biji Kopi Kedai yang kemudian mereka repost di story, Said follow instagram gue. Waktu itu jujur gue nggak menyadari kehadiran si Dwi, padahal si Dwi mondar mandir dan beberapa kali ikut nimbrung ngobrol. Wkwkwkwk. Bahkan dia udah lama follow instagram gue. Saking kalemnya doi sampe nggak berasa. Hahaha
Hasil Kopi Banua | Kedai Indie Dok
Pada obrolan kala itu gue tau mereka (Said dan Dwi-red) ada rencana buka kedai sendiri. Dan surprise! Satu bulan kemudian mereka kasih kabar bahagia kalau sudah open bar. Cie cie! Dan setelah beberapa kali undangan akhirnya tepat tanggal 1 Juni 2019 gue ke Kedai Indie. Sampai sekarang udah beberapa kali kesana, dua diantara di jemput Said dengan syarat : gue mau dijemput tapi pake vespa ya jemputnya! Hahaha. Sepenasaran itu gue sama vespa. Naik trail aja udah berkali-kali naik turun bukit, masa vespa belum. Eh beneran dong dijemput pakai vespa dan akhirnya 'vespaan' keliling kota Banjarmasin sebelum ke kedai.

Gimana kak naik vespa pertama kali? Biasanya kakinya pegel kalau baru pertama kali di bonceng pake vespa - Tutur Said.

Menilik sosok Said dan Dwi, dua orang di balik layar Kedai Indie, mereka adalah dua orang yang sebenarnya seperti bertolak belakang. Si Dwi punya look kalem, sedang Said lebih menikmati hidup dengan rambut kribo dan vespanya. Dua orang yang berbeda penampilan tapi sama-sama menikmati kopi sebagai pemersatu rasa dan kata.

Kenapa kopi? Karena dari ajakan 'ngopi yuk' akhrinya yang lama nggak ketemu bisa diskusi bareng. Walaupun yang dipesen es teh manis. Ngopi yuk punya definisi nggak cuma kopi tapi kaya plesetan untuk 'ngumpul yuk' - Tutur Dwi.
Said bersama petani kopi | Dok Kedai Indie

Selain asik di belakang bar kopi sederhananya, baik Dwi dan Said sama-sama menekuni kopi tidak hanya dari 'bagaimana cara menyeduh kopi', tapi juga ke kebun kopinya. Ya, mereka salah satu pemilih kedai kopi yang juga belajar kopi dari pohonnya. Menurut Said, alasannya karena 60% yang benar-benar mengenal tentang kopi adalah petani, 30% roaster dan 10% barista.

Wine Process

Sebenarnya artikel ini sudah ada di draf sejak bulan Juni. Tapi baru sempat selesai sekarang. Salah satu alasannya karena Lil P Journey X Kedai Indie punya project untuk membuat kopi dengan proses wine. Ya! Wine Process. Nggak main-main, cherry nya gue bawa langsung dari Enrekang yang ditanam di ketinggian 1500-1700 mdpl. Salah satu syarat proses wine yang bagus adalah ketinggian kopi ditanam minimal 1200 mdpl.

Lebih baik kita mencoba dari pada nggak pernah coba sama sekali Said. Nggak apa-apa gagal, kita masih bisa belajar lagi.

Satu hal yang gue salut dari  Dwi dan Said adalah bagaimana mereka nggak menganggap kopi hanya sebagai media mengumpulkan rupiah, tapi juga bagaimana mereka belajar cara menjadi manusia dengan terjun langsung ke kebun kopi. Belajar menanam kopi tidak hanya memetik. Belajar memproses tidak hanya menyeduh.

Jadi? Kapan kita bisa ngopi bareng di Kedai Indie. Nggak apa-apa kok kalau kalian pesan kopi susu atau milkshake. Karena yang penting cangkir ku dan cangkir mu ada di meja yang sama dengan berbagai obrolan hangat. Hahaha

PS
Peluk dari jauh

-------------
KEDAI INDIE
Instagram : @kedai_indie_
Jam buka 19.00 - pengunjung terakhir ngantuk. Hehe
Harga 5K - 20K IDR




Mau coffee shop kalian di review di lilpjourney.com? Gampang kok, cukup follow instagram @putriii_santoso dan sediain waktu buat ngobrol dan sharing bareng
Share:
Continue Reading →

Sunday, July 14, 2019

CERITA SECANGKIR KOPI DALAM BIS | PLUVIOPHILE | LIL P JOURNEY

Secangkir kopi dalam bis | Pluviophile
Kadang, aku masih bisa merasakan genggaman tanganmu, wangi perfumemu dan pelukanmu saat kamu berbisik : I'll gonna miss you. Magis.
Entah kamu sedang bersibuk apa malam ini. Yang aku tau, kamu selalu fokus dengan semua pekerjaanmu hingga lupa waktu dan tak sempat menyuap makan.

Kamu, laki-laki dengan tatapan mata tajam sekaligus menyejukan. Ah, rupanya aku sedang rindu pada sosokmu, rindu pada chat kita tempo dulu, rindu dengan tawa mu yang mampu membuat runtuh pertahanan ku saat itu.

Kamu, laki-laki yang pernah menggenggam erat jari-jariku saat menyusuri anak tangga di perkuburan kuno dan bercerita tentang banyak hal. Kadang aku tak fokus dengan ceritamu, karena terbuai dengan pesonamu. Dan yang paling aku suka menggigit bahumu saat dikendaraan karena candaanmu yang kelewat usil. Ah aku rindu. Menyandarkan kepala ku dipunggungmu sambil memelukmu.

Kamu, laki-laki yang pernah dengan posesifnya memelukku sembari berbisik : I'll gonna miss you. Saat itu aku kehabisan kata-kata : oh Tuhan, dosa apa aku hingga cobaan ini datang. Aku suka menyusuri kota bersamamu, aku suka melihatmu berinteraksi dengan banyak orang walaupun aku tak paham bahasa lokal yang kamu gunakan. Aku suka melihatmu tertawa dan entah kenapa kamu sangat karismatik saat itu hingga aku terperangkap dengan sosokmu. Aku suka saat kamu menyandarkan kepala dengan manja. Ya! Aku suka ketika kamu posesif dan manja. Aku suka dan masih menyukai semua tentangmu sampai saat ini.

Hi, kamu tau, saat aku mengetik cerita ini, aku sedang berada dipojokan cafe yang tengah ramai pengunjung, di simpang empat lampu merah kota dengan secangkir kopi V60 dan setumpuk kenangan tentangmu yang berhamburan masuk. Aku, rindu. Ya! Aku rindu. Denganmu. Dengan bibirmu yang selalu tersenyum lembut, dengan sosokmu yang nyaris sempurna mampu aku bayangkan sedang duduk diseberangku, menatapku dengan tatapan tajam atau sedang memainkan game favorite mu.

Kamu tau, ada banyak yang datang dan pergi dalam hidupku setelah aku bertemu denganmu. Tapi, sosokmu masih jelas terlihat. Andai aku bisa sedikit menurunkan gengsiku untuk mengakatan : aku rindu, mungkinkah kita masih berjarak seperti sekarang? Atau kita akan punya banyak cerita seru yang bisa aku ceritakan di blog?

Semua hal masih berputar tentangmu. Semua rindu masih milikmu.
Akhirnya yang aku takutkan terjadi. Aku dan kamu tak lagi bertukar kabar. Aku dan kamu sekarang dua orang asing yang tak akan ada lagi cerita.
Hi! Kalau kamu membaca ini, kamu harusnya tau, aku masih merindukanmu.
Share:
Continue Reading →

Saturday, July 13, 2019

UMROH AMAN DAN NYAMAN BERSAMA AHSANTA : MENGGAPAI IMPIAN SETIAP MUSLIM | LIL P JOURNEY

 
Testimoni Ahsanta Tour & Travel

Ahsanta.com | UMROH IMPIAN - Alhamdulillah tahun ini bisa pergi umrah bersama keluarga, tutur salah satu rekan kerja. Alhamdulillah ya Rabb untuk beliau. Bersyukur karena bisa menyaksikan bagaimana binar bahagia beliau bisa pergi menunaikan ibadah di Tanah Suci. Tapi dalam hati kecil : Ya Allah, panggil aku juga, lancarkan rezekiku agar dapat menjalankan ibadah ke Tanah Suci. Walaupun sebagai travelblogger yang kerap bepergain menjelajah entah gunung atau pantai, tapi tidak dapat dipungkiri, menunaikan ibadah ke Tanah Suci merupakan impian terbesar. Dan setelah mendengar kabar bahagia itu, akhirnya memutuskan browsing mencari tour and travel yang dapat mewujudkan umroh impian. Ahsanta Tour & Travel. Rujuk halaman pada google. Sebuah tour and travel yang menyediakan paket Haji dan Umroh Aman dan Nyaman Bersama Ahsanta.

Tidak hanya sekali itu saja mendengar kabar bahagia dari rekan kerja atau teman-teman lainnya yang telah ataupun akan menunaikan ibadah umrah. Dan semakin menyimak cerita mereka yang masya-Allah selalu berakhir pada "rindu ya Allah, ingin segera pergi, ingin segera kembali", semakin diri ini menggebu untuk melaksanakan ibadah umrah.

UMRAH DAN IMPIAN UMAT  MUSLIM
Ahsanta Tour & Travel
Umrah atau haji kecil merupakan kegiatan ibadah untuk umat muslim. Karena sistem tunggu menunaikan ibadah haji cukup lama, umrah pun menjadi alternatif untuk beribadah ke Tanah Suci. Perbedaan antara umrah dan haji pun terdapat pada tempat dan waktu pelaksanaannya. Jika ibadah haji hanya dapat dilaksanakan tanggal 1 Syawal hingga 13 Zulhijah, maka umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu kecuali hari Arafah 10 Zulhijah dan hari Tasyrik 11, 12 dan 13 Zulhijah. Selain waktu pelaksanaan, inti dari kedua ibadah inipun berbeda. Jika inti dari ibadah haji adalah wukuf di Padang Arafah tepat pada tanggal 9 Zulhijah, sedang umroh intinya melakukan tawaf dan sa'i. Baik umrah ataupun haji, keduanya didahului dengan memakai ihram di miqat yang telah ditentukan dan diakhiri dengan tahallul atau bercukur.


 Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaik Laa Syarika Laka Labbaik. Innal Hamda Wan Ni'mata Laka Wal Mulk Laa Syarika Lak (Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu) - memperbanyak bacaan talbiyah yang selalu diucapkan oleh Rasulullah pada waktu umrah.

Ketika mempelajari tentang tata cara umrah sebagai salah satu wujud usaha menggapai umrah impian, getaran dalam diri ini semakin dahsyad. Terlebih saat membaca bab "tawaf", panggil aku ya Allah, mudahkan rezekiku untuk menggapai impianku aamiin. Membayangkan betapa luar biasanya bisa melangkahkan kaki ke Masjidil Haram dari pintu Babus Salam atau Bani Syaibah seperti anjuran Rasulullah sembari berdoa :

Bismillah Wash Sholatu Was Salamu 'Ala Rasulullah. Allahummaftahli Abwaba Rahmatika (Dengan nama Allah, shalawat dan salam untuk Rasulullah. Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.)
saat memulai tawaf dari Hajar Aswad diantara pintu Ka'bah dan Masjidil Haram, bisa taqbil (mencium) dan istilam (mengusap) HajarAswad, beribadah di Tanah Suci yang pasti akan membuat rindu. Dan tak terbayangkan betapa luar biasanya jika kelak dapat menunaikan sa'i antara Safa dan Marwah sebagai wujud mengenang bagaimana Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, bolak-balik antara Safa dan Marwah 7 kali untuk mencari minum putra beliau Nabi Ismail. Lalu menyempurnakan ibadah umrah dengan tahallul  atau bercukur.

AHSANTA TOUR & TRAVEL

Beberapa berita yang pernah beredar di media tentang penipuan umrah membuat diri ini sedikit takut untuk memilih tour and travel. Bukan tanpa alasan, tapi biaya umrah yang tidak bisa dibilang murah dan terlebih ini merupakan ibadah impian, maka tak ada salahnya kalau kita lebih berhati-hati dalam memilih tour and travel sebelum daftar dan melaksanakan pembayaran. Hingga akhirnya bertemu dengan Ahsanta Tour & Travel, sebuah tour and travel yang melayani ibadah ke Tanah Suci baik haji ataupun umrah yang telah mempunya izin operasional dari Departemen Agama sejak tahun 2003.
Testimoni Ahsanta Tour & Travel

Menelusuri halaman website Ahsanta Tour & Travel yang tidak hanya sebagai penyedia layanan haji dan umrah tapi juga memberikan pendidikan rohani dan akhlaq agar ibadah khusyuk dan menambah wawasan sehingga sepulang dari ibadah ke Tanah Suci bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Telah mendapat ISO 9001:2015 pada tahun 2016 yang merupakat sertifikat kualitas manajemen mutu berstandar internasional dari Bureau Veritas Perancis, turut menjadi pertimbangan untuk memilih Ahsanta Tour & Travel sebagai tour and travel umroh yang kelak akan mewujudkan umrah impian. Pada kolom testimoninya pun telah banyak diisi komentar dari mereka yang sudah melaksanakan perjalanan baik umrah ataupun haji bersama Ahsanta Tour & Travel. Dan alhamdulillah lagi ketika Ahsanta Tour & Travel ternyata mempunyai paket Tabungan Umrah Ahsanta dengan berbagai pilihan kategori, DP nya pun mulai 1juta-an. Semakin dekat diri ini dengan umrah impian.


"Rabbana Atina Fiddunya Hasanatan Wa Fil Akhirati Hasanata Wa Qina 'Adzabanar" (Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka).


Share:
Continue Reading →

Wednesday, July 10, 2019

JURNAL KOPI : JAK KOFFIE, SEMUA CERITA TORAJA BERMULA DISINI | LIL P JOURNEY

Jak Koffie | Dokumen Pribadi

LilPJourney.com | Banjarmasin - Kopi adalah bahasa universal. Dan setiap cangkir kopi selalu punya ceritanya sendiri. Setiap kedai selalu punya kesannya sendiri. Seperti Jak Koffie yang berhasil membuka banyak cerita tentang Toraja.



Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu bisa berencana menikahi siapa, tapi tak dapat kau rencanakan cintamu untuk siapa (Sujiwo Tedjo) - tutur dinding Jak Koffie yang bisa berbicara.
DARI MAKASSAR YANG TAK DISENGAJA
Happy life om | Dok Pribadi

September 2017, Makassar menjadi saksi bahwa manusia yang tak pernah berencana bisa bertemu di suatu tempat. Saat itu tanpa sengaja gw dan om Jay sama-sama ke Makassar. Dia yang dari Surabaya dan gw yang dari Banjarmasin, dalam konspirasi alam bertemu di salah satu coffee shop. Gw berencana ke Labengki terlebih dahulu sebelum ke Toraja, sedang om Jay cuma ke Toraja.

Lu udah balik dari Labengki? Gw kasih tau yaaa tempat mana aja yang harus lu datengin pas di Toraja nanti. Dan jangan kelewatan buat ke Jak Koffie, karena lu pasti suka - tutur om Jay di telpon saat dia sudah kembali ke Surabaya.
12 JAM DI TORAJA
Saat pertama ke Jak Koffie | Dok Pribadi
Kunjungan pertama ke Toraja hanya berlangsung 12 jam. Padahal bisa dibilang fisik kala itu sudah lelah karena Trip Sombori-Labengki ditambah posisi tidur pada kursi sisa di bis yang kurang enak. Tapi yang namanya doyan touring, ngeliat motor dan jalan mulus diri ini nggak bisa diam menuruti rasa lelah.

Puas menjelajah tempat wisata iconic Toraja seperti Ke'te Kesu' dan Lo'ko Mata, sambil menunggu bis berangkat menuju Makassar (jam 7 pagi sampai Toraja, jam 8 malam balik Makassar), gw inget ada satu yang belum gw datengin. JAK KOFFIE. Terletak di tengah Kota Rantepao dekat dengan perwakilan bus Bintang Prima dan pasar oleh-oleh, coffee shop ini mampu mengantarkan rasa nyaman ke setiap pengunjungnya.

Saat pertama kali datang ke Jak Koffie yang ada dipikiran gw : mungil yaaa, pantes gw muter-muter nggak nemu. Waktu itu gw terdoktrin bahwa Toraja adalah RUMAH KOPI. Jadi wajar kalau gw berekspektasi akan menemukan banyak coffee shop besar disin. Dan... ini tak seperti imajinasiku.

BACA JUGA : 5 COFFEE SHOP TORAJA YANG HARUS KALIAN KUNJUNGI 

Jak Koffie | Dok Toraja
Pelan gw membuka pintu bercat merah Jak Koffie dan sosok lelaki berbaju flanel coklat dengan potongan rambut undercut yang diikat menyapa gw. Hello! Selamat datang di Jak Koffie. Sapa lelaki yang setelah berkenalan 'biasanya di panggil Jak atau Micha', barista sekaligus owner Jak Koffie.

Sambil menunggu seduhan kopi tubruk Sapan, gw menelusuri setiap jengkal Jak Koffie. Merekamnya dalam ingatan, takut kalau nggak akan kembali kesini lagi. Dinding sebelah kiri bercat putih dengan susunan cangkir, coretan tangan dari pengunjungnya yang meninggalkan jejak dan beberapa bingkai foto. Sedang dinding sebelah kanannya dibiarkan unfinished, masih batu bata merah dan dihiasi dengan bingkai-bingkai foto.

Secara keseluruhan, design Jak Koffie mempunyai konsep vintage dengan 80% furniturenya merupakan recycle concept dan menonjolkan kesan Toraja tempo dulu lewat bingkai-bingkai foto Toraja dimasa lampau. Seluruh kursinya menggunakan kayu dengan cat alami. Walaupun nggak empuk, tapi nyaman untuk ngopi sambil baca beberapa buku koleksi Jak Koffie.
Jak Koffie adalah rumah pertama gw di Toraja. Ada kepingan hati yang terselip disini.

OBROLAN TENTANG KOPI  

Jak Koffie, September 2017 | Dok Pribadi
Jak Koffie didirikan pada 18 Oktober 2014 oleh Kek Micha dan Leo. Dua sahabat yang sudah menghabiskan waktu berjam-jam diberbagai coffee shop untuk menikmati seduhan kopi terbaik. Pantas setiap seduhan kopi Jak Koffie selalu terasa spesial. Karena jam terbang seseorang di dunia kopi tak akan memungkiri kenikmatan dari seduhan kopinya.

Kak Micha akhirnya menjadi salah satu sosok teman terbaik di Toraja. Dari 5 kali datang ke Toraja, 3 kalinya selalu ke Jak Koffie sebelum berangkat menjelajah Toraja. Terlepas dari rasa seduhan kopinya, sosok Kak Micha yang humble menjadikan Jak Koffie lebih spesial. Apalagi kalau sudah membahas tentang dunia kopi, sosoknya seakan lebih hidup dengan semangat ABG tapi isi kepalanya luar biasa.

Disini, selain kalian bisa menikmati secangkir kopi, kalian juga bisa membeli kopi Toraja dengan kualitas premium entah green bean, roasted bean, atau ground coffee dan kalau kalian tertaik mempelajari tentang kopi, kalian bisa mengambil kelas kopi disini. Cukup kirim e-mail ke jakkoffie@gmail.com untuk mengatur jadwal dan jenis kelas kopi apa yang kalian inginkan.

JAK KOFFIE DAN DRAMA BIS HINGGA MA' NENE'

Bis Toraja - Makassar | Dok Pribadi

Berat rasanya ketika harus mengakhiri obrolan dengan Kak Micha saat kunjungan pertama ke Jak Koffie malam itu. Jak Koffie yang nyaman dan barista yang menawan? Haha. Dalam hati saat itu terapal do'a : jika umur ada, semoga kaki ini tertuntun kembali ke Toraja.

Sorry, baru ke Jak Koffie ya? Gimana rasanya? - sapa lelaki tak dikenal dalam bis.
Saat itu gw lagi asik ngobrol sama cece sebelum bis berangkat menuju Makassar. Dan tiba-tiba penumpang bis di depan kami menyapa. Setelah berbincang tentang Jak Koffie ternyata dia merupakan staff Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toraja Utara. Setelahnya, gw pindah duduk di depan dan ternyata sapaanya menuntun gw ke Toraja pada Agustus 2018 di acara Ma'nene'. Penasaran dengan ceritanya? Baca : Ma'nene' pengantar rindu Toraja pada leluhur.

SELAMAT PAGI TORAJA


"Aku inget, none Banjarmasin!", sapa kak Micha saat gw membuka pintu Jak Koffie dengan masker di hari pertama gw sampai di Toraja pada bulan Desember 2018. Sayup-sayup terdengar lagu Indonesia Raya folk mengisi Jak Koffie. Gw mulai menyusuri coffee shop ini dengan semua ingatan yang tersisa saat pertama kali kesini. Ada beberapa yang di reposisi. Tapi atmosfer disini selalu sama : homie.

Hi Kak Micha! | Dok pribadi
Tak ada alasan untuk melewatkan kunjungan ke Jak Koffie saat ke Toraja. Kecuali Jak Koffie tutup. Seperti bulan Agustus 2018 saat gw kesini untuk acara ma' nene'. Atau seperti Juni 2019 saat gw ke Toraja tapi tinggal di Makale.

Lain kali harus buka ya kak kalau aku ke Toraja, atau akuisisi - tulis gw di kolom chat whatsapp.
Dan untuk kalian pecinta kopi kualitas premium, tak ada salahnya menambahkan Jak Koffie sebagai salah satu wishlist coffee shop yang harus kalian kunjungi. Sampai Jumpa di lain waktu kak Micha!
Jak Koffie mungkin tempat singgah terakhir saat ke Toraja September 2017 lalu. Tapi sebenarnya Jak Koffie adalah pengantar semua cerita petualangan di Toraja, sampai 5 kali balik. Kalau waktu itu tak singgah, apakah cerita tentang Toraja yang menakjubkan mampu hadir di blog ini? Apakah aku dan kamu yang pernah menjadi 'kita' masih bertemu? Pada akhirnya ngopi di Jak Koffie merupakan ritual wajib ketika ke Toraja.

JAK KOFFIE
Instagram : @jakkoffie
Jam buka : 08.00 - 17.00
Seduh kopi premium. 

 
Share:
Continue Reading →

Tuesday, July 9, 2019

JURNAL KOPI : MOELA COFFEE, KEDAI KOPI KLASIK BANJARMASIN | LIL P JOURNEY

Moela Cofee Banjarmasin | Dok Pribadi
Lilpjourney.com | Banjarmasin - Sepertinya dunia kopi saat ini menjadi salah satu topik yang seru untuk diperbincangkan. Berbagai kedai kopi baru muncul dengan beragam tema untuk menarik pengunjungnya. Dan kali ini, gw lagi nyaman sama kedai kopi "Moela Coffee".

Put sini, ke kedai temen aku - ajak Kak Hata.
Ya, gw tau kedai kopi ini dari Kak Hata. Salah satu temen ngopi yang seringnya nyariin gw kalau galau masalah cewek. Buahaha. Btw, dia still available loh. Hahaha

TITIK TEMU
Moela Cofee Banjarmasin | Dok Pribadi

Kedai kopi yang berada tepat di perempatan Mulawarman Kelurahan Teluk Dalam, Banjarmasin ini bisa dibilang unik. Salah satu uniknya karena letaknya strategis di daerah Mulawarman (salah satu sentral pendidikan di Banjarmasin) dan tepat di pojok perempatan. Seinget gw sih, dulu tempat ini warung nasi gudeg. Dan entah sejak kapan diakuisisi oleh mereka. Hahaha.

Lantas kenapa sih namanya Moela Coffee?

Kalau mau arti sederhananya sih karena lokasinya di Mulawarman. Tapi karena Mula Coffee sudah ada, kami menggunakan ejaan dulu : Moela Coffee. Kebetulan kan kedainya juga di rumah Banjar. Jadi pas lah, klasik gitu - tutur bang Agus, si barista.
Tapi setelah ngobrol dengan salah satu ownernya, ternyata ada cerita seru dibalik nama Moela Coffee. Seperti Moela yang bisa didefinisakan sebagai permulaan. Kebetulan Moela Coffee ini ada 5 orang dibalik layar. Mereka sama-sama pernah sekolah di Mulawarman, teman masa sekolah lebih tepatnya. Jadi Mulawarman adalah permulaan pertemanan mereka dan tempat permulaan pertemuan mereka lagi yang setelah lulus sekolah melanjutkan kuliah/kerja ke luar kota akhirnya berkumpul lagi di Mulawarman ini. Menarik!

Kedai Moela Coffee ini juga merupakan permulaan mereka, yang orang-orang lama (old, maybe hahaha), untuk ngumpul bareng lagi, menyambung silahturahmi dan mulai bisnis kopi. Karena pada dasarnya mereka juga sekumpulan orang yang suka 'ngopi' sampai akhirnya punya keinginan untuk punya kedai kopi sendiri.

Susah loh menyatukan 5 kepala dalam satu bisnis. Bentur sana, bentur sini sampai akhirnya bentuk - tutur si abang owner.

SIGNATURE ITU? SAMA TAPI BEDA
Moela Cofee Banjarmasin | Dok Pribadi

Mungkin kalau signature dinilai dari pemilihan tempat, sudah ada beberapa coffee shop di Banjarmasin yang mengusung tema Banjarmasin, menggunakan rumah Banjar sebagai tempat kedai seperti Biji Kopi Kedai Enjoy. Kalau signature didefinisikan dari menu, pasti banyak kedai yang punya menu yang sama.

SAMA. Sama bukan berarti nggak bisa berbeda. Kaya orang pacaran nih. Istilahnya sama : pacaran, tapi bisa dengan orang yang berbeda, cerita berbeda. Hahaha - tutur bang Agus.
Okay gw setuju dengan penjabaran dia. Lantas apa signature dari Moela Coffee?
Kita punya 'Ice Signature Moela' sebagai signature dari Moela Coffee. Sama-sama kopi susu, tapi berbeda dengan kopi susu lainnya. Karena kopi susunya sekilas like beer dari looknya. Ada buihnya gitu. Next time you have to try it!

Ice Signature Moela | Dok Moela Coffee
Berbicara signature, nanggung kalau nggak bahas menu dan harga. Wajarloh, kalau mereview tentang food and beverages ngomongin harga. Biar lebih menarik orang untuk datang.

Seperti kedai kopi pada umumnya, Moela Coffee punya menu manual brew seperti V60, Aeropress dan Frenchpress, lalu ice/hot coffee dengan campuran matcha, hazelnut dan papermint. Nggak doyan kopi? Tenang, mereka juga menyediakan minuman non-kopi untuk kalian yang nggak doyan kafein, seperti Ice/Hot Matcha, Thai Tea dan Choco Matcha. Kalau untuk makanan/cemilan mereka punya noodle of Indonesia, kentang goreng dan banana of Indonesia. Tapi tetep, kalian harus cobain ICE SIGANTURE MOELA ketika kemari. Bisa request : kopinya jangan terlalu banyak yaaa.

Nah untuk harga, kedai Moela Coffee ini punya rate harga anak sekolahan - mahasiswa. Untuk coffee di bandrol 17-18K sedang non-coffee only 15K. Dan untuk cemilannya cuma 8K. Murang banget kan!


BINCANG KOPI
Eh salah dong pegang kettle nya | Dok Pribadi
Moela coffee sebenernya masih dalam tahap renovasi, karena masih banyak interior yang bakalan melengkapi Moela Coffee. Bertema klasik sederhana dengan memaksimalkan kemampuan baik dari segi tempat yang memang udah klasik, hingga memaksimalkan skill barista dan peralatan yang ada.

Kami masih mencari beberapa barang-barang klasik seperti radio tahun 80-an dan dekorasi vintage lainnya untuk menonjolkan kesan klasik dari Moela Coffee ini. But, you know lah, membangun tempat usaha klasik itu interiornya lebih mahal dan susah dicari - tutur si abang owner.
Ngomongin kedai kopi, kayanya nggak seru kalau nggak bahas kopinya. By the way guys, barista disini mempunyai pengetahuan tentang kopi yang keren. Sharing dunia kopi pun seru. Dan pertama kali gw kesini, gw cobain racikan V60 dengan beans Sigararutang dari Office Coffee. Boleh ngomongin rasanya nggak? Dari segi amatiran aja sih : clear body dan brownsugar taste kalau nggak salah inget.

Cewek yang suka V60 itu special loh. Hahaha - gombal si abang barista.
Jadi kapan kita ngopi bareng disini? Mungkin bisa sambil ngerjain deadline, karena wifi available here. Atau sekedar ngumpul buat nongkrong seru? Yuk lah!

PS
Peluk dari jauh

-------------
MOELA COFFEE 
Instagram : @moela.coffee
Jam buka 11.00 am - 11 pm
Harga 8K - 18K IDR
Wifi : available



Mau coffee shop kalian di review di lilpjourney.com?
Gampang kok, cukup follow instagram @putriii_santoso
dan sediain waktu buat ngobrol dan sharing bareng.
Share:
Continue Reading →

Friday, June 28, 2019

BeliMobilGue.co.id : JUAL BELI MOBIL BEKAS ONLINE, PASTI AMAN HANYA 1 JAM!

BeliMobilGue.co.id

BeliMobilGue.co.id - Diera globalisasi teknologi saat ini, banyak kemudahan yang bisa kita dapatkan. Nah, salah satu kemudahan dalam jual mobil bekas online yang pasti aman dan nyaman lewat BeliMobilGue.co.id. Proses jual mobil bekas disini tuh cuma perlu waktu 1 jam aja loh!

Emang apa sih untungnya beli mobil bekas?
Menurut gue, kaum milenial yang perlu mobilisasi nyaman tapi harus hemat, membeli mobil bekas itu punya banyak keuntungan salah satunya harga yang lebih murah. Nah saat ini banyak bermunculan produk mobil baru, dimana artinya banyak mobil bekas di marketplace dong. Biasanya mobil yang dijualpun bukan mobil rusak, tapi mobil dengan kondisi yang masih mulus (bahkan ada yang hampir sama dengan baru) karena sang pemilik pengen ganti dengan keluaran terbaru. Kaya salah satu temen gue yang baru-baru ini ngebet pengen jual mobilnya, padahal baru 1 tahun, soalnya ngiler sama mobil keluaran terbaru yang katanya cakep parah. Tapi, dia orang yang paling males kalau harus ngurus jual mobil ke dealer gitu. Selain memakan waktu, you know lah guys trafic jam Jakarta sering bikin mager, tapi juga kadang alot saat tawar menawar harga.

Tapi tenang, sekarang udah ada BeliMobilGue.co.id buat solusi cerdas jual mobil tanpa ribet.

BeliMobilGue.co.id, SOLUSI CERDAS KAUM MILENIAL JUAL MOBIL

BeliMobilGue.co.id
Jika seringnya menjual mobil itu perlu proses lama, seperti harus pasang iklan, nunggu si calon pembeli atau bahkan harus dateng ke dealer. Nah BeliMobilGue.co.id menawarkan cara baru "JUAL MOBIL DALAM 1 JAM, AMAN DAN NYAMAN" bebas biaya alias GRATIS. BeliMobilGue.co.id merupakan marketplace yang memfasilitasi penjual dan pembeli yang mempunyai konsep C2B : Consumer to Business, menghubungakan konsumen dengan pedagang mobil bekas.

Emang gimana sih cara kerja BeliMobilGue.co.id? Kok bisa secepat itu sih?

 
Pertama, buka website BeliMobilGue.co.id, lalu isi data mobil kalian, seperti merk, model dan tahun. Dalam waktu 2 menit, kalian akan mendapatkan perkiraan harga jual mobil kalian.

Selanjutnya, jadwalkan inspeksi mobil secara GRATIS. Pengecekan 300 titik di kendaraan hanya dalam waktu 30 menit saja oleh tim BeliMobilGue.co.id
Jangan lupa siapkan dokumen dan barang berikut :
1. Mobil yang ingin kalian jual
2. Dokumen orisinil (STNK, BPkB, SPH, Faktur)
3. Plat asli nomor kendaraan kamu
4. Buku garansi dan dokumentasi riwayat servis
5. Kunci serep/cadangan
Lebih dari 1000+ partner BeliMobilGue.co.id sudah menunggu! 
Dalam waktu 30 menit, kalian akan menerima hasil penawaran tertinggi.  
BeliMobilGue.co.id akan segera mengirim uang ke rekening kalian dan setelah kamu mengkonfirmasi bahwa uang sudah diterima, proses serah terima dokumen pun bisa dilakukan. Cepat, aman, nyaman dan 100% GRATIS!

Keunggulan dari BeliMobilGue.co.id apa sih emangnya? Kan bisa jual disosmed.
 Nah BeliMobilGue.co.id ini punya banyak keunggulan buat sarana kalian jual mobil. Apa aja sih?
  • Bebas biaya alias GRATIS! Semua proses jual mobil nggak dikenakan biaya apapun!
  • Terima harga jual akhir dalam 1 jam. Cepet banget kan?
  • Jual mobil tanpa ribet.
  • Proses yang aman, nyaman, dan transparan.
  • Mobil kalian akan ditawarkan ke lebih dari 1000+ rekanan BeliMobilGue.co.id
  • Pilih 1 dari 30+ lokasi terdekat untuk cek kondisi mobil kalian.

Testimoni BeliMobilGue.co.id

Bagi kalian yang masih ragu, cek deh website BeliMobilGue.co.id. Udah banyak loh testimoni dari mereka yang sudah berhasil menjual mobil di BeliMobilGue.co.id. Salah satunya ada Bang Raka Indra yang berhasil menjual Chevrolet Spark 2011.

Kesan awalnya saya tidak percaya jual mobil dalam 1 jam, tapi saya terus ikuti lewat Facebook, akhirnya saya memberanikan diri untuk mencoba menjual mobil saya di BeliMobilGue.co.id. Memang ternyata proses pengecekannya tidak terlalu ribet, simpel dan terbuka dengan pelanggan. - Raka Indra (Chevrolet Spark 2011)
Jadi gimana? Masih ragu mau jual mobil kalian di BeliMobilGue.co.id? Yang pasti kalian nggak perlu repot-repot nyamperin dealer, terus alot tawar menawar. Kalau jual mobil di BeliMobilGue.co.id kalian cukup buka websitenya, isi data mobil dan cuma perlu waktu 1 jam doang!

Kalau ada yang gampang dan proses cuma 1 jam, kenapa harus nunggu lama dan ribet sih? Udah jual mobil di BeliMobilGue.co.id aja!
Share:
Continue Reading →