Sunday, June 16, 2019

JURNAL KOPI : BIJI KOPI KEDAI ENJOY BANJARMASIN | LIL P JOURNEY

Biji Kopi Kedai Enjoy |Dok Pribadi 

Lilpjourney.com | Banjarmasin - Menjawab request dari teman-teman blogger Banjarmasin untuk menulis tentang banua, kali ini gw ingin menyajikan cerita tentang sebuah kedai kopi yang Banjarmasin banget.

Berjalan menyusuri Kota Banjarmasin, di samping jembatan kembar Kayu Tangi Jl. Antasan Kecil Barat 116 Belitung Utara, ada sebuah kedai kopi lokal yang sudah berdiri sejak 3 Juli 2018, Biji Kopi Kedai Enjoy.

BACA JUGA : 6 KEDAI KOPI BANJARMASIN BUKA SAMPAI PAGI

Mengusung konsep Banjarmasin Kota 1000 Sungai, Biji Kopi Kedai Enjoy berhasil menghadirkan suasana ngopi 'urang Banua'. Lokasinya yang berada di tepi Sungai Martapura, dimana banyak kapal kelotok berlalu lalang, berhasil menciptakan signature dari kedai kopi ini.

Menyatukan Banua untuk Indonesia - Biji Kopi Kedai Enjoy

DARI SABANG SAMPAI MERAUKE


Biji Kopi Kedai Enjoy |Dok Pribadi
Bagi kalian penikmat kopi yang ingin mengincip beans dari berbagai wilayah di Indonesia, Biji Kopi Kedai Enjoy merupakan salah satu jawabannya. Mau cobain kopi dari timur Indonesia, Kopi Wamena, ada kok disini. Atau ingin kopi lokal Kalimantan seperti Aranio, Liberti (liberika Bati-bati), Pengaron dan Mataraman, ada banget dong. Selain bisa mencicip berbagai beans dari Indonesia, kalian juga bisa mencoba berbagai metode seduh seperti tubruk, V60 dan kalita dengan berbagai process baik full wash ataupun honey.

Sejak awal kedai ini berdiri memang mempunyai tujuan untuk menghadirkan berbagai jenis kopi dari Sabang hingga Merauke untuk para pecinta kopi yang ada di Banjarmasin tapi dengan suasana khas Banjarmasin yang enjoy dan selalu pengen balik untuk mencoba beans yang lain.

Waaah aku kemaren udah pernah coba beans yang ini, mau yang lain dong - tutur salah satu temen gw yang pernah beberapa kali gw ajak kesini.

BACA JUGA : MENGENAL BERBAGAI PROCESS KOPI

KOPI DAN EDUKASI


Biji Kopi Kedai Enjoy |Dok Pribadi
Sebagai salah satu kedai kopi yang berkeinginan mengenalkan kopi asli Kalimantan Selatan, Bang Dwie Putra Kurniawan dan Mba Eka Saputri berhasil mengemas kopi-kopi asli Kalimantan Selatan untuk terseduh dan di kenal oleh masyarakat Banjarmasin khususnya. Saat ini Mba Eka Saputri sendiri sudah fokus untuk mengurus kedai Biji Kopi Pink Kedai Enjoy yang berlokasi di Jl. Saka Permai.

Bersama Pak H. Ibnu Sina Walikota Banjarmasin | Instagram Biji Kopi Kedai Enjoy
Beberapa kali mengunjungi Biji Kopi Kedai Enjoy, gw tergelitik dengan barista disini yang masih muda dan gonta-ganti. Sebagian besar dari mereka memang mahasiswa Banjarmasin yang tertarik dengan dunia kopi. Usut punya usut ternyata di Biji Kopi Kedai Enjoy ini memang dijadikan Bang Dwie tidak hanya untuk menjual kopi tapi untuk mengedukasi anak-anak muda Kalimantan Selatan agar tau dan peduli tentang dunia kopi dari nol. Artinya mereka tidak hanya tau cara menyeduh kopi tapi juga cara menanam kopi sebagai bekal agar mereka bisa mempunyai kedai sendiri. Loh nggak takut kena saing nih?
Nggak dong. Setiap kedai pasti punya keinginan untuk menciptakan ciri khasnya masing-masing - tutur Bang Dwi
Kedai Indie | Dok Pribadi 
Said dan Dwi Torento misalnya, dua barista binaan Biji Kopi Kedai Enjoy yang saat ini berhasil mempunyai kedai kopi sendiri bernama Kedai Indie.
Saya tidak hanya ingin berjualan kopi, tapi ingin mendidik anak benua khususnya untuk bisa berinovasi dan mempunyai kedai kopi sendiri - Dwie Putra Kurniawan, owner Biji Kopi Kedai Enjoy
Belajar Bersama Dunia Kopi | Instagram Biji Kopi Kedai Enjoy
Stalking instagram Biji Kopi Kedai Enjoy, ternyata mereka memang tidak hanya belajar menyeduh tapi juga terjun langsung ke kebun kopi untuk menanam, merawat, memanen, memproses dan meroasting kopi dengan cara tradisional. Dari sini terlihat konsistensi Bang Dwi untuk mewujudkan cita-citanya mengedukasi para barista agar tidak hanya tau tentang cara menyeduh tapi juga mengenal segala seluk beluk kopi dari nol.
Bahwa kopi bukan hanya untuk sekedar rupiah, tapi juga untuk diapresiasi dan dikenal oleh semua lapisan masyarkat - Bang Dwie
Bersama Pak H. Hermansyah Wakil Walikota Banjarmasin | Instagram Biji Kopi Kedai Enjoy
Kedai yang awalnya hanya dilirik oleh kalangan anak muda untuk belajar kopi ini, sekarang mulai berkolaborasi dengan pemerintah dalam event-event pariwisata. Bahkan beberapa kali Bapak Walikota Banjarmasin, Pak Ibnu Sina, berdialog dan mengunjungi langsung ke Biji Kopi Kedai Enjoy.

Beberapa event pernah diikuti oleh Biji Kopi Kedai Enjoy antara lain Pesta Pantai Pagatan 8 April s/d 4 Mei 2019, MTQ Expo Syariah 15 s/d 18 Maret 2019, Ngopi Bersama Walikota Banjarmasin dalam acara Kopi Sabilal Muhatadin dan masih banyak lagi yang selalu menonjolakn beans lokal Kalimantan Selatan sebagai menu andalan. Sekali lagi, ini merupakan ajang pembuktian bahwa Biji Kopi Kedai Enjoy mempunyai totalitas tanpa batas untuk mengenalkan kopi Kalimantan Selatan.

"Karena yang berbiji punya nyali bukan hanya sekedar tampil sexy - Biji Kopi Kedai Enjoy.
Saat ini Biji Kopi Kedai Enjoy sedang persiapan open bar di 3 lokasi sekaligus loh. Penasaran? Kepoin instagramnya langsung deh ya @biji_kopi_kedai_enjoy.

Biji Kopi Kedai Enjoy |Dok Pribadi
Bagi kalian yang ingin menikmati secangkir kopi dan menyelesaikan pekerjaan sambil begadang sampai subuh, bisa banget loh disini. Karena mereka buka sampai TAMU TERAKHIR. Lu mau balik jam 4 subuh juga mereka layanin. Nggak ada kode : kami mau tutup. Hehehe

Jika Tulungagung mempunyai Kopi Mak Ten sebagai kedai kopi lokalnya untuk nyeruout kopi sambil nyethe, lalu Toraja dengan Kaa Kopi sebagai warung kopi tradisional Toraja yang konsisten menghadirkan hanya kopi lokal Toraja di kedainya, akankah Biji Kopi Kedai Enjoy bisa menjadi signature kedai kopi khas Banjarmasin kedepannya? Semoga.

Jadi gimana? Tertarik untuk berkunjung dan belajar kopi di Biji Kopi Kedai Enjoy. Kalau nggak punya temen bisa kok kita ngopi bareng #eeeh.

PS
Peluk dari jauh

-------------
Biji Kopi Kedai Enjoy
Jam buka 08.00 - tamu terakhir.
Harga 8K - 20k IDR
Wifi : available


GIVEAWAY TIME!!!

Sebagai apresiasi untuk teman-teman yang sudah membaca tulisan blog LilPJourney.com, ada GIVEAWAY dengan hadiah :
200gr beans robusta
200gr beans arabika
 alat seduh kopi
Follow IG : putriii_santoso
untuk update GIVEAWAY nya yaaaa
Share:
Continue Reading →

Tuesday, June 11, 2019

COOK EXPERIENCE : JAPANESE CHEESECAKE TANPA CREAM CHEESE | LIL P JOURNEY

Japanese Cheesecake | Dok Pribadi
Lilpjourney.com | Banjarmasin - Saat lelah dengan drama jalan-jalan, sebenernya dapur adalah tempat untuk meng-explore bakat terpendam gw sebagai wanita tulen, yang sering kali diragukan : lu 1% doang cewek, modal chasing sama nama Putri aja. 

Okay kali ini, gw mau buktiin bahwa gw cukup expert bikin dessert

Salah satu favorite dessert yang sering gw cari kalau lagi nongkrong itu Japanese Cheesecake. Cake berbahan dasar cream cheese yang bikin lumer ini memang bikin in love. Tapi kali ini gw mau share Resep Japanese Cheesecake Tanpa Cream Cheese. Loh emang bisa? Bisa dong! Karena harga cream cheese memang lumayan mahal sih, 100 gr nya saja sekitar Rp 20.000.

BAHAN 
50   gr       Keju Parut 
75   ml      Susu UHT Full Cream
9     gr       Meizena
45   gr       Butter Palmia
25   gr       Tepung Terigu Protein Sedang (Segitiga Biru)
2    butir   Telur kuran besar, pisahkan kuning dan putih telurnya
50   gr       Gula pasir
1/4  sdt      Cream of Tar-tar (bisa diganti dengan 1 sdm perasan lemon)

LANGKAH-LANGKAH #Melangkahtanpamu

#ADONAN 1

Japanese Cheesecake Adonan 1 | Dok Pribadi
  1. Tim (metode double boiler) 50gr keju, 75 ml susu UHT dan 1,5 gr tepung meizena, aduk-aduk hingga keju larut
  2. Tambahkan  45 gr butter, aduk-aduk hingga semua bahan tercampur rata.
#ADONAN 2

Japanese Cheesecake Adonan 2 | Dok Pribadi
  1. Campurkan 7,5 gr tepung meizena dan 25 gr tepung terigu. 
  2. Masukan campuran tepung secara perlahan pada #ADONAN 1. Mixer pelan sekitar 2 menit.
  3. Tambahkan 2 butir kuning telur pada adonan. Mixer pelan sekitar 2 menit.
  4. Panaskan oven 170 derajat selama 10 menit.

Japanese Cheesecake Adonan 2 | Dok Pribadi
#ADONAN 3 

Japanese Cheesecake Adonan 3 | Dok Pribadi
  1. Kocok putih telur 20 detik
  2. Masukkan 1/4 sdt cream of tar-tar, kocok 39 detik 
  3. Masukkan 50gr gula pasir 3 tahap : 20gr, 20gr, 10gr. Kocok hingga soft peaks (kalau dibalik nggak akan numplek)
  4. Masukan #ADONAN 3 ke #ADONAN 2 menjadi 3-4 tahap. Kocok perlahan (nggak perlu pakai mixer) hingga tercampur semua.
    Japanese Cheesecake siap di panggang | Dok Pribadi
  5. Masukan adonan ke dalam loyang yang telah dilapisi kertas kue.
  6. Panggang kue dengan metode aum (loyang yang lebih besar diisi air panas sekitar 1 cm, lalu taruh loyang adonan di atasnya).
  7. Setelah 20 menit adonan mengembang, buka sedikit oven untuk mengurangi suhu panggang (agar atas kue nggak gosong). Kemudian panggang lagi 60-90 menit tergantung oven masing-masing. Pengalaman di rumah pakai oven kirin dan cosmos sekitar 90 menit.
Japanese Cheesecake | Dok pribadi
Gimana, gampang kan bikin cake premium yang satu ini.
Selamat mencoba yaaaa


PS
Peluk dari jauh
Share:
Continue Reading →

COFFEE TRIP : 6 KEDAI KOPI DI BANJARMASIN YANG BUKA SAMPAI PAGI | LIL P JOURNEY

Saat Minggu pagi nggak males | Dok Pribadi
Lilpjourney.com | BANJARMASIN -  Tak luput dari trend 'kopi' yang sedang mewabah setelah film Folosofi Kopi, di Banjarmasin sendiri saat ini sudah ada hampir 200 tempat ngopi, dengan berbagai konsep dan desain.

Dunia freelance sering kali bikin mood swing gw suka kerja tengah malam, entah karena suasananya tenang dan adem atau emang inspirasi itu datang ketika mau narik selimut. Walaupun peralatan kopi di rumah sudah lumayan lengkap, tapi kadang bosen kerja di rumah dan pengen cari suasana di luar sambil berinteraksi dengan manusia lain biar tetep berasa manusia. Yang jadi masalah adalah susah cari tempat nongkrong yang bisa di pakai kerja sampai dini hari atau kadang sampai subuh. Untungnya sekarang ada 6 Kedai Kopi di Banjarmasin yang buka sampai pagi dan soal harga, tenang aja karena mereka punya rasa bintang 5 dengan harga kaki lima.

1. KOPI LANGKA 
Kopi Langka | Instagram @kopilangka
Kedai kopi ini pertama kali gw kunjungi awal Februari 2019. Konsepnya seperti kedai kopi pada umumnya, minimalis dan hemat budget. Menu andalannya ada 'Es Kopi Susu Langka' dan Japanese Fluffy. Es Kopi Susu Langka merupakan perpaduan espress, susu dan gula aren dengan taste yang bener-bener 'langka' serta Japanese Fluffy Cake (mirip Japanese Cheesecake) yang soft banget dan bikin nagih deh. 
Me(langka)pimu | Dok Pribadi
Instagram : @kopilangka
Jam buka : 16.00 - 00.00 WITA
Harga : 10K - 20K IDR
Wifi : NA
Alamat : Jl. Sultan Adam (samping bank Mandiri)



2. EDOE COFFEE

Edoe Coffee | Instagram @edoecoffee
Memanfaatkan area teras rumah sebagai kedai kopi, Edoe Coffee mempunyai atmosfer homie tersendiri yang bikin pengunjungnya betah berlama-lama ngobrol. Bagi kalian penikmat manual brew dan suka cobain beans yang bervariasi, mungkin Edoe Coffee salah satu kedai yang harus kalian kunjungi.

Instagram : @edoecoffee
Jam buka : 19.00 - 01.00 WITA (Kamis off)
Harga : 15K - 25K IDR
Wifi : NA 
Alamat : Jl. Batu Benawa Raya, Teluk Dalam

3. BIJI KOPI KEDAI ENJOY
Biji Kopi Kedai Enjoy | Dok Pribadi
Mengusung tema : kota seribu sungai, Biji Kopi Kedai Enjoy yang berlokasi di pinggir sungai ini sukses membangkitkan suasana kedai kopi yang Banjarmasin banget. Awalnya kedai ini bernama Kedai Enjoy dengan konsep ala warung kopi dan cafe, tapi pergesekan dunia kopi di Banjarmasin turut serta menggeser konsep Kedai Enjoy menjadi kedai kopi yang menyediakan beans dari Sabang hingga Merauke tapi lebih menonjolkan kopi lokal Kalimantan Selatan seperti Aranio.
Banjarmasin banget kan | Dok Pribadi
Instagram : @biji_kopi_kedai_enjoy
Jam buka : 08.00 - tamu terakhir
Harga : 10K - 20K IDR
Wifi : Available
Alamat : Jl. Antasan Kecil Barat


4. KEDAI INDIE

Kedai Indie | Dok Pribadi
Tak jauh beda dengan Biji Kopi Kedai Enjoy, Kedai Indie juga mengonsep kedai kopi bernuansa Banjar. Memanfaatkan rumah Banjar dengan struktur bangunan ulin, kedai kopi ini menghadirkan nuansa homie yang benar-benar nyaman untuk berbincang dan menikmati malam Minggu untuk kalian yang jomblo #eeehh. Salah satu yang menarik dari kedai kopi ini adalah koleksi bukunya yang nggak melulu tentang romansa.
Oh iya, dan Kedai Indie adalah kedai anak banua yang support dengan kopi lokal Kalimantan Selatan seperti Kopi Aranio.
Suasana Kedai Indie | Dok Pribadi
Instagram : @kedai_indie_
Jam buka : 16.00 - tamu terakhir 
Harga : 5K - 20K IDR
Wifi : NA 
Alamat : Gg. Jumadil Awal, Kertak Hanyar (Km. 10)


5. KEDAI WRKP
Kedai WRKP | Dok Pribadi
Iseng cari kedai kopi yang buka sampai tengah malam akhirnya mempertemukan gw dengan Kedai WRKP ini. Dari dulu gw tertarik banget sama kedai ini. Tapi kalau nggak salah dulu temanya lebih ke cafe gitu dan entah sejak kapan jadi konsep kedai kopi. Salah satu menu yang unik dari kedai kopi ini adalah kopi kebalik. Eh apa ya namanya di menu, lupa hehehe. Kopi kebalik ialah kopi tubruk yang ditambah susu kental manis lalu disajikan dengan cara di balik. Cara minumnya gimana? Kalian harus kesini dan cobain langsung. Hahaha
Kopi kebalik Kedai WRKP | Dok Pribadi
Instagram : @kedaiwrkp
Jam buka : 17.00 - 00.30 WITA
Harga : 10K - 25K IDR
Wifi : NA
Alamat : Jl. Pramuka Seberang Save Hotel




6. FOCUS COFFEE BDJ

Focus Coffee | Dok Pribadi
Beberapa kedai kopi bertahan dengan idealisme baristanya dalam meracik kopi. Salah sau kedai kopi yang seru untuk tempat nongkrong sampai malam dan terletak di pusat Kota Banjarmasin adalah Focus Coffee Bdj. Letaknya strategis : dekat dengan siring kota dan Masjid Sabilal. Pecinta manual brew wajib banget nih cobain kopi disini. Ngobrol dan sharing dengan para penikmat kopi disini.


Instagram : @focuscoffeebdj
Jam buka : 15.00 - 01.00 WITA
Harga : 15K - 25K IDR
Wifi : NA
Alamat : Jl. Antasan Besar sebelah Siena Inn Hotel


Okay, jadi tertarik buat kerja sampai subuh dimana? Ada Biji Kopi Kedai Enjoy dan Kedai Indie yang bakalan setia nemenin kalian begadang. Karena berdasarkan pengalaman pribadi mereka nggak pernah kodein pengunjungnya untuk : maaf kita mau tutup. Hehehe. Mereka bakalan setia menunggu kalian selesai ngobrol dan ngerjain tugas.

PS
Peluk dari jauh
Share:
Continue Reading →

Sunday, May 26, 2019

JURNAL KOPI : MENGENAL PROSES PENGOLAHAN KOPI | LIL P JOURNEY

Process mean everything | Dok Pribadi

LilPJourney.blogspot.com | JURNAL KOPI - Industri kopi di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Di awali dengan film Filosofi Kopi pada tahun 2015 besutan sutradara Angga Dwimas Sasongko, yang mengangkat tentang cerita tentang pencarian jiwa dan perjalanan berdamai dengan masa lali melalui kopi, film ini sukses membuka mata banyak orang tentang dunia kopi Indonesia. Sejak pemutaran film itupun tiba-tiba demam kopipun merebak seantero nusantara.

Kalau mahasiswa zaman dulu suka kopi sobek, mengkin sejak pemutaran kopi ini jadi suka kopi giling dan latte art. Ben dan Jody pun menjadi kiblat fashion barista. Film yang pada akhirnya membuka peluang bisnis kopi di Indonesia. Jika dulu berlabel 'warung kopi' mungkin sekarang bertransformasi menjadi 'kedia kopi' atau 'coffee shop'.

Sebenernya gw belum lama berkecimpung di dunia kopi dan masih belajar. Tapi gw pengen sharing tentang catatan dan apa aja yang gw pelajari selama berkenalan dengan kopi. Dan ketika gw lagi ketinggalan buku, gw tinggal buka blog dan baca lagi catatan gw tentang Jurnal Kopi. Kalau ada yang kurang tinggal edit. Hehe

Pada artikel sebelumnya gw pernah bahas tentang Queen of Coffee : Toraja Sapan yang memukau penikmat kopi dengan karakter rasa yang unik. Process mean everything. Kalimat itu benar adanya dalam dunia kopi. Karena salah satu faktor penentu taste dari secangkir kopi adalah bagaimana kopi itu di proses dan diolah setelah panen.

Tapi sebelum lebih jauh membahas tentang process kita kenalan dulu dengan struktur dan lapisan 'buah kopi'. Buah kopi atau cherry pada dasarnya terdiri dari pericarp atau kulit daging terluar dan biji kopi. Pericarp terbagi lagi menjadi beberapa lapisan yaitu kulit, daging kulit, layer getah (biasanya mengandung gula alami dan semacam kandungan alkohol) dan perkamen. Lapisan pericarp ini pula yang berpengaruh dalam menambah rasa kopi.

Setelah dipanen,buah kopi akan di bawa ke pengolahan/penggilingan untuk memisahkan biji dengan kulit daging. Nah saat inilah pengolahan kopi dimulai dengan bermacam process di antaranya sebagai berikut.

NATURAL


Natural Process | sobatkopi.blogspot.com

Natural process atau disebut juga dengan dry full (proses kering) merupakan process kopi dengan cara dikeringkan langsung saat kopi masih dalam kondisi cherry tanpa dicuci. Proses penjemuran ini dilakukan kurang lebih selama 5-6 minggu tergantung panas matahari dengan tujuan menghilangkan kadar air dalam cherry sehingga membuat profil kopi lebih kuat dan mempunyai karakter rasa yang khas.

Menurut beberapa sumber rasa yang dihasilkan dari natural process adalah taste buah (fruity), full body dan low acidity 

HONEY PROCESS


Honey Process | sobatkopi.blogspot.com
Honey process atau semi wash merupakan process kopi dimana kopi dikupas dengan air yang cukup banyak lalu dikupas dengan alat. Nah setelah dikupas biji kopi yang masih keadaan berlendir langsung dijemur dengan tujuan lendir kopi akan menyerap ke dalam biji kopi agar tercipta rasa manis dan fermentasi.

Lalu kenapa sih dinamakan honey process? Karena saat di prosess kopi dalam keadaan diselimuti lendir yang seperti madu. Metode process kopi yang pertama kali dikenalkan di Brazil ini memerlukan waktu penjemuran sekitar 4 minggu.

Rasa yang dihasilkan dari process ini adalah sweetness yang intens, low acidity dan soft body.

FULL WASH


Full wash | Ottencoffee.co.id

Seperti pada process semi wash, full wash juga menggunakan air pada metode pemrosesannya. Bedanya pada process full wash menggunakan banyak sekali tahapan pencucian. Setelah biji kopi dipetik lalu akan dimasukan ke dalam bak air untuk memisahkan biji kopi dimana kopi yang sudah matang akan tenggelam dan yang belum matang akan mengapung.

Setelah pemilahan kopi yang matang dan belum, kemudian biji kopi dipisahkan dengan kulit kopi menggunakan mesin untuk selanjutnya dilakukan fermentasi. Setelah proses fermentasi selesai, biji kopi di cuci lagi agar lendir terpisah secara menyeluruh lalu di jemur sekitar 4 minggu.

Berbeda dengan semi wash yang mempunyai rasa low acidity, full wash memiliki tingkat acidity yang lebih rendah dari pada semi wash dan light body.

WINY PROCESS

Baru-baru ini dunia kopi dihebohkan dengan kopi seharga 2jt/kg. Harga yang fantastis memang. Lalu apa sih sebenarnya winy process atau wine kopi ini? Ialah kopi yang di process dengan fermentasi dengan dibungkus plastik kedap udara atau ada juga yang menggunakan daun pisang.

Buah kopi yang dipetik dibungkus dengan plastik kedap udara selama kurang lebih satu bulan. Proses fermentasi ini ditandai dengan kopi yang mengeluarkan air dan plastik yang menggembung. Setelah difermentasi, lalu kopi dijemur beserta air fermentasi hingga kering. Mirip dengan natural process ya.

Karakter rasa yang dihasilkanpun lebih instens dan body yang lebih tebal.

GREEN BEANS 

Setelah melewati tahapan process di atas, kopi yang telah dikeluarkan dari kulitnya itulah yang disebut green beans. Green beans inilah yang kemudian dijual kepasar. Idelanya kopi memiliki tingkat kelembapan alami sekitar 60%, tapi setelah dikeringkan tingkat kelembannya hanya 11-12%.

LEBIH ENAK YANG MANA?

Sebenarnya kalau berbicara rasa, semua orang mempunyai seleranya masing-masing. Jadi selama masih bisa dinikmati, ya berarti enak. Hehehe. Karena hidup terlalu singkat kalau hanya dihabiskan mencari perbandingan enak dan nggak enak. Hehehe

Karena seperti apapun kopi, ya tetap kopi. Ia tak akan berbohong walau sudah di tambah gula. Hehehe
Share:
Continue Reading →

Saturday, May 25, 2019

TIPS AND TRICK : CARA HEMAT JADI SOLO TRAVELLER | LIL P JOURNEY

Trip to Singapore | Dok Pribadi
Lilpjourney.com | BANJARMASIN - Bagi kalian yang suka jalan-jalan dengan budget minim umunya akan suka jalan secara berkelompok. Tapi gw pribadi nggak terlalu suka pergi dengan rombongan. Hehehe. Karena akan banyak kepala yang bisa terbentur.

Sejak pertengahan 2017 gw mulai konsisten menjalankan apa yang gw sebut sebagai obsesi. Awalnya bareng travelmate gw si Cece. Dan akhirnya karena keseringan jalan dan cuti bareng, akhirnya dari kantor komplain dan membatasi jumlah hari cuti hingga akhirnya kami sadar nggak bisa jalan bareng lagi. Padahal Cece travelmate gw paling keren.

Bromo kala itu bareng Cece | Dok pribadi
Akhirnya Februari 2018 gw mulai solo traveller. Awalnya cuma ke Surabaya-Kediri-Tulungagung. Lalu dilanjutkan ke Bali, Toraja dan Malaysia sendiri. Bagi kalian yang pernah solo traveller pasti tau rasanya susahnya menekan budget. Misalnya kalau duo kan sewa motor bisa berdua, kalau solo harus sendiri. Banyak deh pengeluaran yang harusnya bisa di bagi dua jadi full.

Jadi, gimana sih caranya biar bisa nikmat jadi solo traveller? Berikut ini tips Cara Hemat Jadi Solo Traveller berdasarkan pengalaman dua tahun terakhir ya.

SUSUN ITINERARY

Segabut ini gw sebelum jalan hahaha | Dok pribadi
Sebelum kamu melakukan perjalanan, membua itinerary itu penting loh. Dan ini menjadi bagian paling favorite gw. Bikin pusing iya, tapi seru. Bikin gw semangat buat liburan dan menghilang. Hehe

Itinerary ini penting karena kamu harus nentuin rute perjalanan dari hari pertama hingga terakhir. Kalau gw pribadi biasanya emang searching dulu tempat wisatanya apa aja, terus gw buka maps buat ngurutin rutenya. Misalnya kaya gw ke Singapore :
Hari Pertama : ION Mall, Art science (karena buka pagi sampai sore aja), Garden by the Bay lalu pas pulang mampir ke Carkle Quay.

Kenapa sih ini penting? Karena dari sini kamu bisa nentuin mau menginap dimana selama liburan.

LOKASI MENGINAP

Setelah mengusun itinerary lengkap dengan rutenya, kamu bisa lihat di maps kira-kira lokasi menginap yang cocok itu ada dimana sih. Yang perlu kamu perhatikan saat menentukan lokasi menginap adalah :
  1. Tidak jauh dari semua rute agar tak buat waktu
  2. Aman untuk solo traveller
  3. Fasilitas yang di tawarkan
MEMILIH HOTEL

Segara Hotel and Resto Bali | Dok Pribadi


Karena solo traveller biasanya biaya menginap menjadi kendala utama. Tapi jangan khawatir karena sekarang ada hotel dengan konsep dormitory. Hotel dormitory adalah hotel dengan kamar yang menyediakan beberapa tempat tidur untuk disewakan ke beberapa orang berbeda. Jadi kaya share cost gitu dimana biaya sewanya dihitung dari jumlah bed yang kita sewa bukan kamar. Dormitory ada yang jenis female only dan mix dorm. Satu kamar dormitory isinya bervariasi ada yang hanya 4 ranjang hingga 12 ranjang.

Sedikit tips buat kalian yang belum dan pengen ngerasain menginap di dormitory pastikan kalian lihat review hotelanya dulu, lihat foto kamar dan detail dormitory nya, apakah female only atau mix, berapa jumlah bed dalam satu kamar. Kalau gw sendiri pernah ngerasain yang mix dan female only. Pengalaman gw sih, karena semua backpacker pada umumnya cukup tahu etika privasi dan saling menjaga, overall selama ini aman aja sih. Pastikan untuk mengunci loker dan tidak meninggalkan barang berharga aja sih.

Serunya di kamar dormitory ini kalian bisa ketemu temen baru. Apalagi kalau di Bali atau Singapore, kalian bisa nambah temen dari luar negeri. Kan seru. Harga yang di tawarkan dari satu bed dormitorypun sangat terjangkau, mulai 80K kalian sudah bisa menginap nyaman.

Tapi selain kamar dormitory, ada banyak pilihan hotel murah kok. Kalian bisa cek di aplikasi TRAVELOKA. Aplikasi hotel yang paling gw rekomendasiin karena pilihan kamarnya yang banyak dan detailnya lengkap serta banyak ulasan dari penggunanya.

BACA JUGA : WISATA BALI 6D5N

Mau yang lebih hemat dan seru? RUMAH SINGGAH BACKPACKER. Hehe. Saat ini di beberapa tempat di Indonesia sudah ada rumah singgah backpacker. Di Banyuwangi contohnya, ada rumah singgah backpacker yang letaknya pas di depan stasiun kereta Karang Asem.

SARANA TRANSPORTASI

Waktu itu ngebajak kapal saat menyeberang ke Bali | Dok Pribadi
Salah satu hal terpenting saat travelling adalah transportasi. Hehehe. Biasanya untuk menghemat biaya, daripada transit gw lebih memilih sleeping bus malam atau kereta api malam. Seperti kalau ke Bali gw lebih milih penerbangan ke Surabaya lalu lanjut ke Banyuwangi dengan kereta malam yang super nyaman dan aman. Setelah sampai Banyuwangi tinggal sewa motor lalu menyeberang ke Gilimanuk. Ini beneran murah banget. Kalau lanjut dengan pesawat perlu 600K, kalau diakali dengan cara ini cuma 150K aja. Hehehe

Berbeda ketika kalian ke Singapore, gw rekomendasiin untuk menggunakan MRT dengan tiket Singapore Tourist Pass (STP). Kenapa STP? Karena STP ini unlimited dan lebih murah. Misalnya untuk 1 hari $20 tapi kalau 3 hari cuma $30. Dan STP ini tidak hanya untuk MRT tapi juga bus.

BACA JUGA : SINGAPORE TRIP 4D3N

Nah kalau di Indonesia, gw lebih suka sewa motor sih. Masing-masing daerah harganya bervariasi, tapi umumnya 75K hingga 100K perhari. Waktu kalian menyewa, cek dulu motornya. Pastikan rem, klakson dan lampunya dalam kondisi yang oke buat nemenin kalian jalan.

MENGATUR KEUANGAN

Terakhir dari tips Hemat Jadi Solo Traveller versi gw adalah mengatur keuangan. Pertama kumpulin budget kalian, lalu pisah : ini uang hotel, ini sewa motor, ini uang makan, ini uang buat masuk tempat wisata dan ini uang belanja.

Karena kadang kita suka khilaf kalau nggak membatasi diri dari awal. Misalnya uang makan. Tentuin kalian mau habisin berapa untuk satu hari. Misalnya gw ngitung biaya satu porsi makanan umum 25K kali dua kalau di hotel sudah menyipkan makan. Lalu kalau mau ngopi di cafe tentuin budget kalian berapa, misal 50K. Nah tinggal kalkulasi : 100K x jumlah hari kalian mau liburan.

Memang perlu komitmen sih untuk yang terakhir ini. Tapi akan sangat membantu kalau kalian beneran menerapkan. Pernah liburan ke Bali 5 hari (exclude tiket ya dan kereta api) dengan budget 1 juta aja? Gw pernah. Hehehe. Malah pernah trip Sulawesi : Makassar, Kendari, Sombori-Labengki, Toraja cuma 4,5Jt all in (include tiket pesawat 4 kali penerbangan)?

Yay I'm happy traveller | Dok Pribadi
CURHAT DIKIT DONG....

Sekarang kendala terberat bagi solo traveller kaya gw bukan di hotel ataupun transporasi daratnya. Tapi harga tiket yang melambung naik tanpa tanda-tanda kapan akan ada penurunan harga. Dan entah kenapa penerbangan ke luar negeri lebih murah di bandingka ke dalam negeri. Padahal industri pariwisata sedang digandrungi. Beberapa temen yang punya travel juga bilang pariwisata dalam negeri lesu karena tikel yang mahal. Tidak sejalan memang dengan program Kementerian Pariwisata.

Walaupun pemerintah sudah menerbitkan perintah menurunan harga, sepertinya dari pihak maskapai tetep kekeh dengan harga mereka saat ini. Lucunya itu seperti ini :
Banjarmasin - Jakarta 1,2jt waktu tempuh 1 jam 55 menit
Jakarta - Singapore 360k waktu tempuh 1 jam 55 menit

Sebenernarnya nggak masalah kalau harga tiket mahal. Cuma kenapa ada kontras seperti itu? Hehehe. Terlebih tidak ada perbaikan dalam pelayananya. Hehehe. Okay sekian curhatnya. Takutnya nanti pembacanya kabur.

Bagi kalian yang mau merasakan sensasi jalan-jalan murah bareng, yuk gabung 1ST JOURNEY TRIP ORGANIZER. Nggak cuma jalan-jalan, tapi juga donasi untuk pendidikan di sekolah-sekolah pelosok.


Semoga tips di atas bermanfaat yaaa. Jangan takut menjadi solo traveller. Karena kalian akan menemukan banyak cerita baru di sepanjang perjalanan kalian. Kisah nano-nano yang nggak akan kalian lupain selama kalian bisa menyapa orang dengan ramah, beretika dan selalu menjaga alam.

Oh iya, buang sampah pada tempatnya yaaa. Kalian nggak keren kalau nyampah sembarangan.

PS
Peluk dari jauh
Share:
Continue Reading →

Tuesday, May 21, 2019

TORAJA ADVENTURE : KAMPUNG OLLON, BUKIT TELETUBBIES TORAJA | LIL P JOURNEY


Kampung Ollon Toraja | Dok Pribadi


LilPJourney.blogspot.com | TORAJA - Mahal bukanlah ukuran harga. Karena tak ada kata mahal untuk perjalanan yang berhasil mengubah pandanganmu tentang suatu tempat. Jauh bukan ukuran jarak. Karena semua lelah akan terbayar saat maha karya Tuhan menampilkan kejutan yang luar biasa. Seperti Toraja dengan semua kejutannya.

................


Suatu siang di Jak Koffie,  21 Maret 2019


"Sudah kemana aja di Toraja?" Tanya temen om kura-kura
"Kayanya kalau yang iconic hampir semua." Jawab gw mantap.
"Iya, sampai ke Ollon aja dia udah." Lanjut om kura-kura.

Begitulah pengantar percakapan di hari pertama pada kunjungan ke empat di Toraja. 

................


Kampung Ollon | Dok Pribadi
Jika pada artikel sebelumnya Toraja selalu identik dengan kopi, 'kuburan batu' dan adatnya yang kental, kali ini gw pengen menceritakan tentang sisi lain Toraja. Saat mencari tagar Toraja di aplikasi instagram, mungkin salah satu rujukan tempat wisatanya adalah Kampung Ollon atau Bukit Ollon. Ramai diperbincangkan di sosial media, tak sedikit pelancong yang telah berkunjung kemari, baik dari Toraja sendiri ataupun mereka dari luar Toraja yang doyan mengeksplor suatu daerah. Kalian yang suka touring dan trail di jalan yang menantang KAMPUNG OLLON ADALAH JAWABANNYA. Simak sampai habis ya artikelnya.

Wah cantik banget tempatnya. Tapi kira-kira medannya gimana ya?


Spot Foto Kampung Ollon | Dok Pribadi


PETUNJUK ARAH MELANGKAH

Namanya Kampung Ollon, sebuah kampung yang dijuluki sebagai 'surga tersembunyi di Toraja'. Kampung Ollon merupakan sebuah kampung di bawah administrasi Desa Buakayu, Kecamatan Bonggakaredeng, Kabupaten Tana Toraja. Menawarkan pemandangan alam dengan komposisi yang pas antara gunung dan sungai, kampung ini menjadi magnet tersendiri untuk para pelancong yang doyan dengan alam. Selain dijuluki sebagai  'surga tersembunyi di Toraja' beberapa orang juga menyebutnya sebagai 'bukit teletubbies Toraja'.

Bagi seorang traveller, hal terpenting sebelum melaksanakan sebuah perjalanan adalah melakukan riset. Apalagi kalau tempat yang diincar masih terbilang baru dan belum banyak yang mengulas. Penelusuran pertama biasanya diawali dengan berselancar mencari foto-fotonya di instagram, lalu berselancar di browser untuk mencari deskripsi objek wisata yang dituju dan terakhir adalah mencari petunjuk jalan lewat maps.
Dan taraaaa....betapa nggak kagetnya gw ketika layar maps menunjukan dialog 'can't find a way there'. Hahaha.
Lokasi ditemukan dengan key word : Ollon Valley | Dok Pribadi

Zoom out | Dok Pribadi

YAY!!! Tak ada jalan | Dok Pribadi
Setelah di zoom out lagi, medannya keren | Dok Pribadi

Tapi percayalah, seorang traveller (akan) selalu menemukan jalannya. Yakin deh. Berbekal smartphone dan browser akhirnya jalan menuju Kampung Ollon pun terbuka. Ialah situs Kareba Toraja yang memberikan ulasan lengkap petunjuk arah ke Kampung Ollon.

Saat itu gw berangkat dari Makale sekitar pukul 06.00 pagi dengan motor matic Honda Beat. Karena berdasarkan info dari om wartawan di rumah mama Landorundun medannya masih bisa ditempuh menggunakan motor matic. Tapi percayalah ini sangat tidak direkomendasikan setelah gw kesana langsung dan gw lebih merekomendasi untuk menggunakan motor trail atau motor bebek seperti Jupiter Z dan Revo. Kalau ingin menggunakan mobil mungkin bisa menggunakan yang jenis double cabin yang biasa untuk off-road seperti Strada dan Jeep Wrangler. Tapi lebih asik pakai motor trail sih. Hehehe
Spot foto saat di perjalanan : Pintu Jomblo | Dok Pribadi
Berdasarkan informasi yang gw rangkum dari Kareba Toraja, yang gw perlu searching di maps ialah BUAKAYU dengan tambahan petunjuk (bukan di maps ya, tapi saat tiba dilokasi) 'KANTOR KECAMATAN BONGGAKAREDENG' disebelah kiri jalan. InsyaAllah mapsnya bener kok.

Nggak setajam tikungan temen, tapi lebih bahaya kalau meleng | Dok Pribadi

Jarak tempuh dari Makale sekitar 35 km dengan medan (berdasarkan pengalaman pribadi) yang relatif aman untuk motor matic. Karena jalannya meliuk-liuk dan banyak tikungan, jadi pastikan rem dan klakson berfungsi normal serta pastikan BBM kendaraan sudah terisi full (ingat kita menembus pegunungan loh, nggak tau kapan nemu orang jual BBM). Tapi ada kok beberapa warung yang menjual bahan bakar dipinggir jalan.

30 km pertama, lancar kondisi jalan aman | Dok Pribadi

Nah setelah menemukan KANTOR KECAMATAN BONGGAKAREDENG, tinggal lurus saja sekitar 500 meter. Pada pertigaan pertamasebelum jembatan besibelok kanan ya. Nah mulai dari sini jalannya sudah nggak beraspal tapi masih aman untuk motor matic. Udah mau sampai? BELUM.
Kalau melewati jembatan ini, artinya keterusan,
jadi harus puter balik | Dok Pribadi
Sekitar 5 km setelah belok kanan (kesannya memang kaya masuk hutan gitu sih, tapi aman kok), kita akan menemui warung yang biasanya dijadikan tempat berkumpul warga. Kalian yang nggak sempet membawa bekal makanan, bisa beli snack dan air mineral disini. Nah dari sini PETUALANGAN DIMULAI.

Warung penanda kalian sampai untuk memulai petualangan | Dok Pribadi

Perjalanan selanjutnya, jujur kalian sudah tidak di rekomendasikan menggunakan motor matic. Karena medan selanjutnya berbatu, tanjakan dan turunan yang rawan sekali. Tapi kalau sudah terlanjur menggunakan matic, bisa sih asal MOTORNYA BENAR-BENAR DALAM KONDISI PRIMA. Waktu itu gw melihat langsung ada 'warga Kampung Ollon' yang menggunakan motor  matic Honda Beat. Tapi mereka sudah expert dan motornya masih baru. Hehehe.
Masih 10 km guys! | DOk Pribadi

500 meter pertama setelah warung | Dok Pribadi
 LET'S START OUR ADVENTURE!!! Sesuai informasi dari warga dan dari papan petunjuk arah masih ada 10 km lagi untuk ke Kampung Ollon. Oh kawan, percayalah, bahwa medan jalan kali ini sangat berbeda dari 35 km di awal. Mungkin cuma 10 km. Tapi serasa 50 km waktu tempuhnya.

Persimpangan : kiri ke Kantor Lembang kanan ke Kampung Ollon | Dok pribadi
Setelah 5 km perjalanan kalian akan menjumpai persimpangan. Kalau kiri menuju ke Kantor Lembang (Desa) Buakayu dan ke kanan untuk menuju Kampung Ollon. Disini adalah titik terakhir kalian menemukan signal. Ya LOST SIGNAL! Tapi jangan khawatir, sisa jalan 5 km hanya ada satu jalur dan insyaAllah nggak akan nyasar kok.

Kalau lelah istirahat aja | Dok pribadi

Sepanjang perjalanan 10 km itu kalian akan di suguhi pemandangan yang luar biasa indah. Mulai dari perbukitan gunung yang masyaAllah cantik banget, hewan ternak seperti kuda, sapi dan kerbau yang berkeliaran di alam serta medan yang membuat kalian nggak bisa lengah.
Truck pengangkut hewan ternak dan biasanya di gunakan warga untuk ke pasar | Dok pribadi
Medan jalan yang real lebih seru kok hehehe | Dok Pribadi
Kondisi jalan | Dok Pribadi
Saat kalian sudah melewati jalan berbatu bekas aliran sungai dengan kondisi yang kering (saat kemarau), itu tandanya perjalanan kalian sudah mendekati tempat tujuan. Dan saat kalian menemukan portal (pintu kayu) itu tandanya : WELCOME TO KAMPUNG OLLON. 

Welcome to Kampung Ollon | Dok Pribadi
Setelah melewati jalan dengan kondisi yang 'wow', kalian mungkin nggak akan menyangka bahwa di kaki gunung ini menyimpan kehidupan di dalamnya. Lumayan ramai walaupun tak ada signal ponsel. Kalau untuk listrik, warga Kampung Ollon mendapat supply listrik dari solar cell yang merupakan program dari PNPM (maaf literasi untuk ini kemarin kurang detail karena salfok dengan cerita masyarakat disini).

DESEMBER TAHUN KEDUA 
Kampung Ollon Toraja | Dok Pribadi
Waktu itu gw dan Koneng udah hopeless banget bisa sampai ke kampung Ollon. Singkat cerita waktu itu kami sudah sampai di warung yang ada petunjuk arah ke Kampung Ollon. Kami berhenti sejenak untuk menanyakan : pak ini bisa ke Ollon dengan matic? Bapak-bapak itupun menjawab 'iya mba bisa kok'. Dan dengan yakin gw bilang ke Koneng : OKAY LET'S TRY! 

Dari bawah memang kelihatannya : wah cor beton kok. Tapi, itu hanya pengantar yang manis. Hehehe. Alhasil, belum sampai 1 km motor kami mengeluarkan asap dan itu pertanda : we can't continue this trip. Awalnya kami berencana istirahat sebentar dan mencoba jalan lagi, tapi setelah pertimbangan yang cukup matang (dari pada motornya rusak dan kami nggak bisa pulang) kami memutuskan untuk kembali ke warung dan mencari warga yang bisa mengantar kami.

Makan nastar dulu isi tenaga | Dok pribadi
Dan memang benar, waktu kami istirahat ada ibu-ibu yang menyapa kami dan bilang : mba mending balik aja, jalannya susah dan nggak bisa pakai motor matic. Setelah mengusir lelah dan kenyang, kami kembali ke warung. Saat nego-nego harga 'ojek', ada bapak-bapak dengan motor trail dan baju batik mampir. Ternyata beliau adalah Kepala Lembang Buakayu, Pak Karman. Beliau merupakan kepala lembang termuda di Tana Toraja. AND HOW LUCKY I'M! Setelah mendengar cerita gw, beliau bersedia mengantarkan ke Kampung Ollon dengan cuma-cuma.Tapi sayangnya si Koneng harus tertinggal di warung. Sorry Koneng, gw sangat tega waktu itu. Hahaha.
Terimakasih Pak Karman | Dok Pribadi
Di bonceng Pak Lembang dengan motor trail KLX, kamipun berangkat menuju Kampung Ollon. Di perjalanan beliau menceritakan tentang kehidupan di Kampung Ollon. Jadi jalan ke Kampung Ollon memang baru dibuka sekitar 1 tahun terkahir dan beliaulah penggagas pembukaan akses jalan ke Kampung Ollon ini. Wah nggak kebayang gimana dulunya warga disana mau keluar kampung ya.

Selain menggunakan motor, ada kuda. Nah dulu mereka pakai kuda untuk menempuh perjalanan. Tutur Pak Karman.
Let's take selfie | Dok pribadi
Sewaktu di perjalanan, kami bertemu dengan para pemuda Kampung Ollon yang sedang gotong-royong membenahi akses jalan, karena sudah memasuki musim hujan. Dan gw inget, beberapa dari mereka adalah anak-anak yang berpapasan dengan gw di jalan. Ternyata mereka baru pulang dari pasar untuk membeli bahan makanan seperti telur dan beras. Dari sini gw sadar kenapa kekeluargaan masyarakat disini benar-benar luar biasa, sebab sejak remaja mereka terbiasa gotong-royong. Salah satu kegiatan positif yang harus terus dijaga. Rasa saling memiliki dan menjaga sangat kental disini.

Kan jalannya untuk semua orang kak, makanya harus bareng-bareng benerin jalannya. Tutur salah satu pemuda.
Gotong royong pemuda Kampung Ollon | Dok pribadi
Setelah bercakap dengan mereka, kami pun melanjutkan perjalanan. Diperjalanan Pak Lembang cerita kalau warga disini mengandalkan hasil ternak sebagai mata pencahariannya. Tak hanya itu, makanan pokok warga disini juga nasi jagung. Melihat kondisi topografi Kampung Ollon memang tak cocok untuk ditanami padi. Berbeda dengan kawasan Toraja yang lain.
Namanya juga baru dibuka, jadi ya belum mulus | Dok pribadi
Jalannya nano-nano, kadang berbatu dan tertejal, kadang tanah yang mulus | Dok pribadi
Setelah perjalanan 10 km dengan waktu tempuh 1 jam, kamipun sampai di Kampung Ollon. Kampung di kaki gunung yang di juluki sebagai 'Surga Tersembunyi di Toraja'. Disambut para warga yang sedang berbincang di bawah rumah panggung, gw merasakan keramahan mereka. Merasakan kehidupan yang benar-benar 'WOW'. Kehidupan yang belum pernah gw lihat sebelumnya. Kalau dulu suku Bajo di Kendari  membuat gw sadar luar biasanya laut menyimpan kehidupan, kali ini adalah wajah Indonesia yang lain. Gunung dan mutiaranya.

Berbincang dengan warga | Dok pribadi
Saat itu ada beberapa TNI yang sedang berkumpul juga. Ternyata mau ada acara disini. Pak Bupati kalau tidak salah mau berkunjung dan ada ibadah Natal pada malam harinya. Ya ampun, percaya deh saat gw nulis artikel ini, rasa rindu itu datang dan gw masih bisa merasakan betapa hangatnya mereka berbincang dan berbagi cerita. Lagi-lagi, kopi menjadi bahasa universal. Saat satu teko kopi tersaji, percayalah, akan ada banyak cerita tertutur dengan rapi.

Ngopi yuk | Dok pribadi
Walaupun Pak Karman adalah sosok termuda saat itu, tapi mereka sangat hormat kepada beliau. Tata krama dalam perbincangan itupun sangat gw rasakan : tabe' Pak Lembang (Permisi Pak Kepala Desa, red). Begitulah 'unggah-ungguh' mereka sebelum berbicara panjang lebar menceritakan seseuatu ke gw.

Pak Martani | Dok Pribadi
Ialah Pak Martani, salah satu TNI yang saat itu sangat antusias menceritakan tentang Toraja ke gw. Salah satu cerita yang menarik ialah peradaban di Toraja. Dimulai dari menhir 'simbuang batu' yang banyak ditemukan di Toraja sebelum adanya tulisan 'lontara'. Lalu dilanjutkan dengan adanya tongkonan tua yang ada di dalam kampung seberang. Jadi sebenarnya, seberapa tua peradaban di Toraja ini? Melihat kota ini sangat kaya dengan jejak peradabannya.
Para warga memasak untuk ibadah Natal | Dok pribadi
Ada juga cerita masyarakatanya yang cukup membuat gw terenyuh. Selain Kampung Ollon, ada lagi kampung diseberang yang mana untuk keluar kampung harus menyeberangi sungai dengan perahu yang terbuat dari kayu besar yang di lubangi. Mereka untuk berbelanja ke pasar harus 3 hari meninggalkan rumah. Jadi masih mau ngeluh?

Anak-anak kampung Ollon | Dok pribadi
Selepas makan siang, Pak Karman mengajak gw untuk naik ke spot foto yang ramai di instagram itu. Awalnya gw kira bisa jalan kaki. Hahaha. Ternyata harus pakai motor karena jarak yang katanya Pak Karman tidak jauh ternyata, cukup lumayan.

Kampung Ollon | Dok Pribadi
Pak Karman Kepala Lembang Buakayu | Dok pribadi
Disini Pak Karman cerita, dulu di daerah sungai itu pernah terjadi perang untuk memperebutkan daerah kekuasaan. Ceritanya seru sih. But, nggak semua bisa aku share. Hehehe. Setelah puas mengambil foto dan video kami turun ke bawah untuk lanjut explore Kampung Ollon. Sumpah ini pengalaman paling seru di Toraja selain sama kamu di acara Ma' Nene' kemarin.  Kadang mikir : gw mungkin traveller yang beruntung. Dulu di acara Ma' Nene' yang langka itu (3 tahun sekali) di guide sama om Fyan Layuk, orang Dinas Pariwisata Toraja Utara, sekarang keliling Kampung Ollon di temenin langsung sama Pak Lembang-nya. Hehehe.

Pak Lembang dan warga | Dok Pribadi
Turun ke bawah, Pak Karman ngajak ke daerah belakang desa. Disana gw diajakin naik kuda. Hohoho I'm happy traveller. Saat itu para ibu-ibu tengah sibuk mempersiapkan makanan untuk ibadah natal. Pokoknya berasa banget gotong-royong dan kekeluargaan masyarakat disini. Saking ramahnya warga disini, sampai gw lupa ada si Koneng di atas lagi nungguin gw. Hahaha. Bahkan mereka, para warga, meminta gw untuk tinggal barang satu malam. Sayangnya gw sudah terlanjur beli tiket bis malam ini untuk pulang ke Makassar.

Oooh masih inget balik ternyata. Udah mau gw tinggal padahal kalo lu nggak balik-balik. Pamit 1 jam ini hampir 5 jam tauuuu. Omel Koneng.


Ibu-ibu Kampung Ollon | Dok pribadi
Lima jam di Kampung Ollon membuat gw sadar, bahwa ada banyak sisi Toraja yang belum gw lihat. Dan sepertinya nggak akan habis walaupun gw tinggal disini satu bulan. Terimakasih untuk Pak Karman, para Bapak TNI yang sangat ramah menuturkan banyak cerita walaupun tidak semuanya bisa gw share disini dan warga Kampung Ollon yang sangat ramah.

Si kerbau legendaris Toraja, the real bibit mahal | Dok pribadi

Kakek di Kampung Ollon | Dok pribadi
Kalau kalian mengira gw baru satu kali kesini, kalian salah. Hehehe. Pertama kali ke Kampung Ollon itu bulan Desember 2018, terus saat gw balik ke Toraja lagi bulan Maret 2019 gw ke Kampung Ollon lagi dong. Kali ini gw yang jadi guide untuk orang lokal. Hah kok bisa? Jadi waktu itu ada temen gw orang Toraja yang belum pernah ke Kampung Ollon dan karena gw kangen kesana jadi gw temenin dia.

Sukses lah ya nge guide orang hehehe | Dok Pribadi


CATATAN UNTUK KALIAN

Bagi kalian yang meniat menginap disini tapi nggak bawa perelengkapan, bisa sewa tenda disini. Biaya retribusi untuk masuk ke sini Rp 5.000/orang. Terbilang sangat murah. Kalau mau makan, ada warung di tempat gw berbincang dengan Pak Lembang dan warga, tapi mungkin cuma pop mie sih.

Selebihnya :
Tolong jaga alam disini. Jangan tinggalakan apapun selain kebaikan dan cerita manis. Buanglah sampah pada tempatnya, atau bawa pulang lagi. Tidak sulit bukan?

Kalau bukan kita sendiri yang memulai untuk berbuat baik, siapa lagi? Menyerukan tanpa aksi juga percuma. Jadi, awali dari diri sendiri dan biarkan orang lain mengikutimu.

Seorang traveler akan menemukan jalan pulangnya sendiri. Dia mungkin tak membawa cinderamata yang indah, tapi mereka akan membawa segudang cerita. Waktu itu tujuan gw adalah KAMPUNG OLLON. Wajar bila dalam sebuah perjalanan memiliki tujuan akhir, tapi ketahuilah pada akhirnya yang terpenting ialah PERJALANANNYA.


PS
Peluk dari jauh
Share:
Continue Reading →