Saturday, July 20, 2019

JURNAL KOPI : NGE-INDIE BARENG KEDAI INDIE BANJAR | LIL P JOURNEY

Kedai Indie | Dok Pribadi
Lilpjourney.com | Banjarmasin - Bicara kopi berarti bicara rasa. Eh rasa apa nih? Rasa yang pernah ada atau rasa nyaman tapi nggak aman? Hahaha. Dan kali ini ada Kedai Indie. Kedai sederhana yang berlokasi di Gg. Jumadil Awal, Kertak Hanyar Km. 10, Kabupaten Banjar ini pantang tutup sampai pengunjungnya 'ngantuk'. Pengalaman gue pribadi sih ya, mau sampai jam 3 pagi di Kedai Indie juga ayok aja. Ownernya juga kalem, dia nggak bakalan ngodein kalau dia capek dan mau tidur. Ialah Said dan Dwi, pemuda Banjar yang merupakan owner Kedai Indie.

Kak mampir ya ke kedai ulun (aku) di Km. 10. - Tutur Said saat Kedai Indie baru buka

RUMAH BANJAR

Kedai Indie | Dok Pribadi
Kata siapa bikin kedai kopi harus dengan budget besar dan harus dipinggir jalan? Buktinya Kedai Indie berhasil membuat kedai kopi sederhana khas Banjar dengan budget minimalis tapi mampu membuat pengunjung betah. Bahkan kedai yang letaknya lumayan jauh dari kota dan masuk dalam gang perumahan ini berhasil membuat penasaran hingga pengunjunganya pun rela jauh-jauh dateng, dari Banjarmasin ke Gambut, untuk untuk nyeruput secangkir kopi dari Kedai Indie dan 'menjadi manusia'.

Kenapa namanya Kedai Indie? Karena aku punya semacam filosofi gitu : gaya hidup independen, mandiri, bebas dan merdeka. Tidak terikat - tutur Said
Memanfaatkan area belakang rumah : dinding dan lantai dari kayu ulin, meja-kursi dari bambu, Kedai Indie berhasil menghadirkan suasana ngopi yang Banjar banget. Buku-buku berbau romansa dan 'sedikit liar' terpajang disebelah deretan toples kopi berteman alunan musik folk, membuat ngopi di Kedai Indie pun terasa 'pas'.

Kalau berbicara tentang konsep, bisa dibilang Kedai Indie punya konsep vintage gitu. Setiap pengunjung yang datang seakan-akan diajak masuk ke idealisme si pemilik kedai yang suka dengan alam dan vespa. Beberapa 'coretan' di dinding kedai, mulai dari luar hingga dalam, banyak tersirat tentang pentingnya menjaga alam, kehidupan anak vespa dan kehidupan sosial. Bahkan di dalam kedai terparkir sebuah vespa biru yang entah bagaimana terasa sangat cocok dengan Kedai Indie.

Nyaman tanpa wifi. Sederhana dan berbaur untuk ruang berdiskusi. Meleburkan si elit dan si alit - Tutur Said.

SEMUA KOPI ITU ENAK
Said saat bertemu petani kopi | Dok Kedai Indie

Berbicara tentang kedai kopi, rasanya nggak lengkap kalau nggak bahas signature menu nya. Pecinta kopi susu, Kedai Indie punya signature kopi susunya sendiri 'Kopi Susu Indie' dengan harga yang 'murah banget', only 10K tapi punya sensasi rasa yang nggak bisa kamu temuin di kedai kopi lainya. Suka yang manual? Ada kok V60 dengan beans lokal Kalimantan Selatan seperti Kopi Aranio. Walaupun berlabel Kedai Kopi, tapi mereka juga punya toleransi buat kalian yang nggak suka kopi. Ya, mereka juga punya menu non kopi seperti milkshake.

Karena bicara kopi itu bicara toleransi kak. Makanya di kedai-kedai kopi pasti ada minuman non kopi. Biar mereka yang nggak bisa ngopi masih bisa duduk nyaman sambil ngobrol - Ujar Said.
LIL P JOURNEY X KEDAI INDIE
 
Dwi saat ke kebun kopi | Dok Kedia Indie

Pertama kali gue ketemu Said itu waktu Said masih belajar tentang dunia kopi di Biji Kopi Kedai Enjoy. Waktu itu gue baru balik dari Toraja dan bawa beberapa jenis beans untuk diseduh bareng. Setelah sharing tentang cerita kopi dan mengupload beberapa story instagram dengan me-mention Biji Kopi Kedai yang kemudia mereka repost di story, Said follow instagram gue. Waktu itu jujur gue nggak menyadari kehadiran si Dwi padahal si Dwi mondar mandir dan beberapa kali ikut nimbrung ngobrol. Wkwkwkwk. Bahkan dia uda lama follow instagram gue. Saking kalemnya doi sampe nggak berasa.
Hasil Kopi Banua | Kedai Indie Dok
Pada obrolan kala itu gue tau mereka (Said dan Dwi-red) ada rencana buka kedai. Dan surprise! Satu bulan kemudian mereka kasih kabar bahagia kalau sudah open bar. Cie cie! Dan setelah beberapa kali undangan akhirnya tepat tanggal 1 Juni 2019 gue ke Kedai Indie. Sampai sekarang udah beberapa kali kesana, dua diantara di jemput Said dengan syarat : mau dijemput tapi pake vespa ya! Hahaha. Sepenasaran itu gue sama vespa. Naik trail aja uda berkali-kali naik turun bukit, masa vespa belum. Eh beneran dong dijemput naik vespa terus keliling kota Banjarmasin sebelum akhirnya ke kedai.

Gimana kak naik vespa pertama kali? Biasanya kakinya pegel kalau baru pertama kali di bonceng pake vespa. Tutur Said.

Menilik sosok Said dan Dwi, dua orang di balik layar Kedai Indie, mereka adalah dua orang yang sebenarnya seperti bertolak belakang. Si Dwi punya look kalem, sedang Said lebih menikmati hidup dengan rambut kribo dan vespanya. Dua orang yang berbeda penampilan tapi sama-sama menikmati kopi sebagai pemersatu rasa dan kata.

Kenapa kopi? Karena dari ajakan 'ngopi yuk' akhrinya yang lama nggak ketemu bisa diskusi bareng. Walaupun yang dipesen es teh manis. Ngopi yuk punya definisi nggak cuma kopi tapi kaya plesetan untuk 'ngumpul yuk'. Tutur Dwi.
Said bersama petani kopi | Dok Kedai Indie

Selain asik di belakang bar kopi sederhananya, baik Dwi dan Said sama-sama menekuni kopi tidak hanya dari serving kopi, tapi juga ke kebun kopinya. Ya, mereka salah satu pemilih kedai kopi yang juga belajar kopi dari pohonnya. Alasannya karena 60% yang benar-benar mengenal tentang kopi adalah petani, 30% roaster dan 10% barista.

Wine Process

Sebenarnya artikel ini sudah ada di draf sejak bulan Juni. Tapi baru sempat selesai sekarang. Salah satu alasannya karena Lil P Journey X Kedai Indie punya project untuk membuat kopi dengan proses wine. Ya! Wine Process. Nggak main-main, cherry nya gue bawa langsung dari Enrekang yang ditanam di ketinggian 1500-1700 mdpl. Salah satu syarat proses wine yang bagus adalah ketinggian kopi ditanam minimal 1200 mdpl.

Lebih baik kita mencoba dari pada nggak pernah coba sama sekali Said. Nggak apa-apa gagal, kita masih bisa belajar lagi.

Satu hal yang gue salut dari  Dwi dan Said adalah bagaimana mereka nggak menganggap kopi hanya sebagai media mengumpulkan rupiah, tapi juga bagaimana mereka belajar cara menjadi manusia dengan terjun langsung ke kebun kopi. Belajar menanam kopi tidak hanya memetik. Belajar memproses tidak hanya menyeduh.

Jadi? Kapan kita bisa ngopi bareng di Kedai Indie. Nggak apa-apa kok kalau kalian pesan kopi susu atau milkshake. Karena yang penting cangkir ku dan cangkir mu ada di meja yang sama dengan berbagai obrolan hangat. Hahaha

PS
Peluk dari jauh

-------------
KEDAI INDIE
Instagram : @kedai_indie_
Jam buka 19.00 - pengunjung terakhir ngantuk. Hehe
Harga 5K - 20K IDR




Mau coffee shop kalian di review di lilpjourney.com? Gampang kok, cukup follow instagram @putriii_santoso dan sediain waktu buat ngobrol dan sharing bareng
Share:
Continue Reading →

Sunday, July 14, 2019

CERITA SECANGKIR KOPI DALAM BIS | PLUVIOPHILE | LIL P JOURNEY

Secangkir kopi dalam bis | Pluviophile
Kadang, aku masih bisa merasakan genggaman tanganmu, wangi perfumemu dan pelukanmu saat kamu berbisik : I'll gonna miss you. Magis.
Entah kamu sedang bersibuk apa malam ini. Yang aku tau, kamu selalu fokus dengan semua pekerjaanmu hingga lupa waktu dan tak sempat menyuap makan.

Kamu, laki-laki dengan tatapan mata tajam sekaligus menyejukan. Ah, rupanya aku sedang rindu pada sosokmu, rindu pada chat kita tempo dulu, rindu dengan tawa mu yang mampu membuat runtuh pertahanan ku saat itu.

Kamu, laki-laki yang pernah menggenggam erat jari-jariku saat menyusuri anak tangga di perkuburan kuno dan bercerita tentang banyak hal. Kadang aku tak fokus dengan apa ceritamu, karena terlalu terbuai dengan pesonamu. Dan yang paling aku suka menggigit bahumu saat dikendaraan karena candaanmu yang kelewat usil. Ah aku rindu. Menyandarkan kepala ku dipunggungmu sambil memelukmu.

Kamu, laki-laki yang pernah dengan posesifnya memelukku sembari berbisik : I'll gonna miss you. Saat itu aku kehabisan kata-kata : oh Tuhan, dosa apa aku hingga cobaan ini datang. Aku suka menyusuri kota bersamamu, aku suka melihatmu berinteraksi dengan banyak orang walaupun aku tak paham bahasa lokal yang kamu gunakan, aku suka melihatmu tertawa dan entah kenapa kamu sangat karismatik saat itu hingga aku terperangkap dalam pesonamu. Aku suka saat kamu menyenderkan kepala dengan manja. Aku suka ketika kamu posesif dan manja. Aku suka dan masih menyukai semua tentangmu sampai saat ini.

Hi, kamu tau, saat aku mengetik cerita ini, aku sedang berada di pojokan cafe, di simpang empat lampu merah kota dengan secangkir kopi V60 dan setumpuk kenangan tentangmu yang berhamburan masuk. Aku, rindu. Ya! Aku rindu. Denganmu. Dengan bibirmu yang selalu tersenyum lembut, dengan sosokmu yang nyaris sempurna mampu aku bayangkan sedang duduk diseberangku, menatapku dengan tatapan tajam atau sedang memainkan game favorite mu.

Kamu tau, ada banyak yang datang dan pergi dalam hidupku setelah aku bertemu denganmu. Tapi, sosokmu masih jelas terlihat. Andai aku bisa sedikit menurunkan gengsiku untuk mengakatan : aku rindu, mungkinkah kita masih berjarak seperti sekarang? Atau kita akan punya banyak cerita seru yang bisa aku ceritakan di blog?

Semua hal masih berputar tentangmu. Semua rindu masih milikmu.
Akhirnya yang aku takutkan terjadi. Aku dan kamu tak lagi bertukar kabar. Aku dan kamu sekarang dua orang asing yang tak akan ada lagi cerita.
Hi! Kalau kamu membaca ini, kamu harusnya tau, aku masih merindukanmu.
Share:
Continue Reading →

Saturday, July 13, 2019

UMROH AMAN DAN NYAMAN BERSAMA AHSANTA : MENGGAPAI IMPIAN SETIAP MUSLIM | LIL P JOURNEY

 
Testimoni Ahsanta Tour & Travel

Ahsanta.com | UMROH IMPIAN - Alhamdulillah tahun ini bisa pergi umrah bersama keluarga, tutur salah satu rekan kerja. Alhamdulillah ya Rabb untuk beliau. Bersyukur karena bisa menyaksikan bagaimana binar bahagia beliau bisa pergi menunaikan ibadah di Tanah Suci. Tapi dalam hati kecil : Ya Allah, panggil aku juga, lancarkan rezekiku agar dapat menjalankan ibadah ke Tanah Suci. Walaupun sebagai travelblogger yang kerap bepergain menjelajah entah gunung atau pantai, tapi tidak dapat dipungkiri, menunaikan ibadah ke Tanah Suci merupakan impian terbesar. Dan setelah mendengar kabar bahagia itu, akhirnya memutuskan browsing mencari tour and travel yang dapat mewujudkan umroh impian. Ahsanta Tour & Travel. Rujuk halaman pada google. Sebuah tour and travel yang menyediakan paket Haji dan Umroh Aman dan Nyaman Bersama Ahsanta.

Tidak hanya sekali itu saja mendengar kabar bahagia dari rekan kerja atau teman-teman lainnya yang telah ataupun akan menunaikan ibadah umrah. Dan semakin menyimak cerita mereka yang masya-Allah selalu berakhir pada "rindu ya Allah, ingin segera pergi, ingin segera kembali", semakin diri ini menggebu untuk melaksanakan ibadah umrah.

UMRAH DAN IMPIAN UMAT  MUSLIM
Ahsanta Tour & Travel
Umrah atau haji kecil merupakan kegiatan ibadah untuk umat muslim. Karena sistem tunggu menunaikan ibadah haji cukup lama, umrah pun menjadi alternatif untuk beribadah ke Tanah Suci. Perbedaan antara umrah dan haji pun terdapat pada tempat dan waktu pelaksanaannya. Jika ibadah haji hanya dapat dilaksanakan tanggal 1 Syawal hingga 13 Zulhijah, maka umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu kecuali hari Arafah 10 Zulhijah dan hari Tasyrik 11, 12 dan 13 Zulhijah. Selain waktu pelaksanaan, inti dari kedua ibadah inipun berbeda. Jika inti dari ibadah haji adalah wukuf di Padang Arafah tepat pada tanggal 9 Zulhijah, sedang umroh intinya melakukan tawaf dan sa'i. Baik umrah ataupun haji, keduanya didahului dengan memakai ihram di miqat yang telah ditentukan dan diakhiri dengan tahallul atau bercukur.


 Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaik Laa Syarika Laka Labbaik. Innal Hamda Wan Ni'mata Laka Wal Mulk Laa Syarika Lak (Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu) - memperbanyak bacaan talbiyah yang selalu diucapkan oleh Rasulullah pada waktu umrah.

Ketika mempelajari tentang tata cara umrah sebagai salah satu wujud usaha menggapai umrah impian, getaran dalam diri ini semakin dahsyad. Terlebih saat membaca bab "tawaf", panggil aku ya Allah, mudahkan rezekiku untuk menggapai impianku aamiin. Membayangkan betapa luar biasanya bisa melangkahkan kaki ke Masjidil Haram dari pintu Babus Salam atau Bani Syaibah seperti anjuran Rasulullah sembari berdoa :

Bismillah Wash Sholatu Was Salamu 'Ala Rasulullah. Allahummaftahli Abwaba Rahmatika (Dengan nama Allah, shalawat dan salam untuk Rasulullah. Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.)
saat memulai tawaf dari Hajar Aswad diantara pintu Ka'bah dan Masjidil Haram, bisa taqbil (mencium) dan istilam (mengusap) HajarAswad, beribadah di Tanah Suci yang pasti akan membuat rindu. Dan tak terbayangkan betapa luar biasanya jika kelak dapat menunaikan sa'i antara Safa dan Marwah sebagai wujud mengenang bagaimana Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, bolak-balik antara Safa dan Marwah 7 kali untuk mencari minum putra beliau Nabi Ismail. Lalu menyempurnakan ibadah umrah dengan tahallul  atau bercukur.

AHSANTA TOUR & TRAVEL

Beberapa berita yang pernah beredar di media tentang penipuan umrah membuat diri ini sedikit takut untuk memilih tour and travel. Bukan tanpa alasan, tapi biaya umrah yang tidak bisa dibilang murah dan terlebih ini merupakan ibadah impian, maka tak ada salahnya kalau kita lebih berhati-hati dalam memilih tour and travel sebelum daftar dan melaksanakan pembayaran. Hingga akhirnya bertemu dengan Ahsanta Tour & Travel, sebuah tour and travel yang melayani ibadah ke Tanah Suci baik haji ataupun umrah yang telah mempunya izin operasional dari Departemen Agama sejak tahun 2003.
Testimoni Ahsanta Tour & Travel

Menelusuri halaman website Ahsanta Tour & Travel yang tidak hanya sebagai penyedia layanan haji dan umrah tapi juga memberikan pendidikan rohani dan akhlaq agar ibadah khusyuk dan menambah wawasan sehingga sepulang dari ibadah ke Tanah Suci bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Telah mendapat ISO 9001:2015 pada tahun 2016 yang merupakat sertifikat kualitas manajemen mutu berstandar internasional dari Bureau Veritas Perancis, turut menjadi pertimbangan untuk memilih Ahsanta Tour & Travel sebagai tour and travel umroh yang kelak akan mewujudkan umrah impian. Pada kolom testimoninya pun telah banyak diisi komentar dari mereka yang sudah melaksanakan perjalanan baik umrah ataupun haji bersama Ahsanta Tour & Travel. Dan alhamdulillah lagi ketika Ahsanta Tour & Travel ternyata mempunyai paket Tabungan Umrah Ahsanta dengan berbagai pilihan kategori, DP nya pun mulai 1juta-an. Semakin dekat diri ini dengan umrah impian.


"Rabbana Atina Fiddunya Hasanatan Wa Fil Akhirati Hasanata Wa Qina 'Adzabanar" (Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka).


Share:
Continue Reading →

Wednesday, July 10, 2019

JURNAL KOPI : JAK KOFFIE, SEMUA CERITA TORAJA BERMULA DISINI | LIL P JOURNEY

Jak Koffie | Dokumen Pribadi

LilPJourney.com | Banjarmasin - Kopi adalah bahasa universal. Dan setiap cangkir kopi selalu punya ceritanya sendiri. Setiap kedai selalu punya kesannya sendiri. Seperti Jak Koffie yang berhasil membuka banyak cerita tentang Toraja.



Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu bisa berencana menikahi siapa, tapi tak dapat kau rencanakan cintamu untuk siapa (Sujiwo Tedjo) - tutur dinding Jak Koffie yang bisa berbicara.
DARI MAKASSAR YANG TAK DISENGAJA
Happy life om | Dok Pribadi

September 2017, Makassar menjadi saksi bahwa manusia yang tak pernah berencana bisa bertemu di suatu tempat. Saat itu tanpa sengaja gw dan om Jay sama-sama ke Makassar. Dia yang dari Surabaya dan gw yang dari Banjarmasin, dalam konspirasi alam bertemu di salah satu coffee shop. Gw berencana ke Labengki terlebih dahulu sebelum ke Toraja, sedang om Jay cuma ke Toraja.

Lu udah balik dari Labengki? Gw kasih tau yaaa tempat mana aja yang harus lu datengin pas di Toraja nanti. Dan jangan kelewatan buat ke Jak Koffie, karena lu pasti suka - tutur om Jay di telpon saat dia sudah kembali ke Surabaya.
12 JAM DI TORAJA
Saat pertama ke Jak Koffie | Dok Pribadi
Kunjungan pertama ke Toraja hanya berlangsung 12 jam. Padahal bisa dibilang fisik kala itu sudah lelah karena Trip Sombori-Labengki ditambah posisi tidur pada kursi sisa di bis yang kurang enak. Tapi yang namanya doyan touring, ngeliat motor dan jalan mulus diri ini nggak bisa diam menuruti rasa lelah.

Puas menjelajah tempat wisata iconic Toraja seperti Ke'te Kesu' dan Lo'ko Mata, sambil menunggu bis berangkat menuju Makassar (jam 7 pagi sampai Toraja, jam 8 malam balik Makassar), gw inget ada satu yang belum gw datengin. JAK KOFFIE. Terletak di tengah Kota Rantepao dekat dengan perwakilan bus Bintang Prima dan pasar oleh-oleh, coffee shop ini mampu mengantarkan rasa nyaman ke setiap pengunjungnya.

Saat pertama kali datang ke Jak Koffie yang ada dipikiran gw : mungil yaaa, pantes gw muter-muter nggak nemu. Waktu itu gw terdoktrin bahwa Toraja adalah RUMAH KOPI. Jadi wajar kalau gw berekspektasi akan menemukan banyak coffee shop besar disin. Dan... ini tak seperti imajinasiku.

BACA JUGA : 5 COFFEE SHOP TORAJA YANG HARUS KALIAN KUNJUNGI 

Jak Koffie | Dok Toraja
Pelan gw membuka pintu bercat merah Jak Koffie dan sosok lelaki berbaju flanel coklat dengan potongan rambut undercut yang diikat menyapa gw. Hello! Selamat datang di Jak Koffie. Sapa lelaki yang setelah berkenalan 'biasanya di panggil Jak atau Micha', barista sekaligus owner Jak Koffie.

Sambil menunggu seduhan kopi tubruk Sapan, gw menelusuri setiap jengkal Jak Koffie. Merekamnya dalam ingatan, takut kalau nggak akan kembali kesini lagi. Dinding sebelah kiri bercat putih dengan susunan cangkir, coretan tangan dari pengunjungnya yang meninggalkan jejak dan beberapa bingkai foto. Sedang dinding sebelah kanannya dibiarkan unfinished, masih batu bata merah dan dihiasi dengan bingkai-bingkai foto.

Secara keseluruhan, design Jak Koffie mempunyai konsep vintage dengan 80% furniturenya merupakan recycle concept dan menonjolkan kesan Toraja tempo dulu lewat bingkai-bingkai foto Toraja dimasa lampau. Seluruh kursinya menggunakan kayu dengan cat alami. Walaupun nggak empuk, tapi nyaman untuk ngopi sambil baca beberapa buku koleksi Jak Koffie.
Jak Koffie adalah rumah pertama gw di Toraja. Ada kepingan hati yang terselip disini.

OBROLAN TENTANG KOPI  

Jak Koffie, September 2017 | Dok Pribadi
Jak Koffie didirikan pada 18 Oktober 2014 oleh Kek Micha dan Leo. Dua sahabat yang sudah menghabiskan waktu berjam-jam diberbagai coffee shop untuk menikmati seduhan kopi terbaik. Pantas setiap seduhan kopi Jak Koffie selalu terasa spesial. Karena jam terbang seseorang di dunia kopi tak akan memungkiri kenikmatan dari seduhan kopinya.

Kak Micha akhirnya menjadi salah satu sosok teman terbaik di Toraja. Dari 5 kali datang ke Toraja, 3 kalinya selalu ke Jak Koffie sebelum berangkat menjelajah Toraja. Terlepas dari rasa seduhan kopinya, sosok Kak Micha yang humble menjadikan Jak Koffie lebih spesial. Apalagi kalau sudah membahas tentang dunia kopi, sosoknya seakan lebih hidup dengan semangat ABG tapi isi kepalanya luar biasa.

Disini, selain kalian bisa menikmati secangkir kopi, kalian juga bisa membeli kopi Toraja dengan kualitas premium entah green bean, roasted bean, atau ground coffee dan kalau kalian tertaik mempelajari tentang kopi, kalian bisa mengambil kelas kopi disini. Cukup kirim e-mail ke jakkoffie@gmail.com untuk mengatur jadwal dan jenis kelas kopi apa yang kalian inginkan.

JAK KOFFIE DAN DRAMA BIS HINGGA MA' NENE'

Bis Toraja - Makassar | Dok Pribadi

Berat rasanya ketika harus mengakhiri obrolan dengan Kak Micha saat kunjungan pertama ke Jak Koffie malam itu. Jak Koffie yang nyaman dan barista yang menawan? Haha. Dalam hati saat itu terapal do'a : jika umur ada, semoga kaki ini tertuntun kembali ke Toraja.

Sorry, baru ke Jak Koffie ya? Gimana rasanya? - sapa lelaki tak dikenal dalam bis.
Saat itu gw lagi asik ngobrol sama cece sebelum bis berangkat menuju Makassar. Dan tiba-tiba penumpang bis di depan kami menyapa. Setelah berbincang tentang Jak Koffie ternyata dia merupakan staff Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toraja Utara. Setelahnya, gw pindah duduk di depan dan ternyata sapaanya menuntun gw ke Toraja pada Agustus 2018 di acara Ma'nene'. Penasaran dengan ceritanya? Baca : Ma'nene' pengantar rindu Toraja pada leluhur.

SELAMAT PAGI TORAJA


"Aku inget, none Banjarmasin!", sapa kak Micha saat gw membuka pintu Jak Koffie dengan masker di hari pertama gw sampai di Toraja pada bulan Desember 2018. Sayup-sayup terdengar lagu Indonesia Raya folk mengisi Jak Koffie. Gw mulai menyusuri coffee shop ini dengan semua ingatan yang tersisa saat pertama kali kesini. Ada beberapa yang di reposisi. Tapi atmosfer disini selalu sama : homie.

Hi Kak Micha! | Dok pribadi
Tak ada alasan untuk melewatkan kunjungan ke Jak Koffie saat ke Toraja. Kecuali Jak Koffie tutup. Seperti bulan Agustus 2018 saat gw kesini untuk acara ma' nene'. Atau seperti Juni 2019 saat gw ke Toraja tapi tinggal di Makale.

Lain kali harus buka ya kak kalau aku ke Toraja, atau akuisisi - tulis gw di kolom chat whatsapp.
Dan untuk kalian pecinta kopi kualitas premium, tak ada salahnya menambahkan Jak Koffie sebagai salah satu wishlist coffee shop yang harus kalian kunjungi. Sampai Jumpa di lain waktu kak Micha!
Jak Koffie mungkin tempat singgah terakhir saat ke Toraja September 2017 lalu. Tapi sebenarnya Jak Koffie adalah pengantar semua cerita petualangan di Toraja, sampai 5 kali balik. Kalau waktu itu tak singgah, apakah cerita tentang Toraja yang menakjubkan mampu hadir di blog ini? Apakah aku dan kamu yang pernah menjadi 'kita' masih bertemu? Pada akhirnya ngopi di Jak Koffie merupakan ritual wajib ketika ke Toraja.

JAK KOFFIE
Instagram : @jakkoffie
Jam buka : 08.00 - 17.00
Seduh kopi premium. 

 
Share:
Continue Reading →

Tuesday, July 9, 2019

JURNAL KOPI : MOELA COFFEE, KEDAI KOPI KLASIK BANJARMASIN | LIL P JOURNEY

Moela Cofee Banjarmasin | Dok Pribadi
Lilpjourney.com | Banjarmasin - Sepertinya dunia kopi saat ini menjadi salah satu topik yang seru untuk diperbincangkan. Berbagai kedai kopi baru muncul dengan beragam tema untuk menarik pengunjungnya. Dan kali ini, gw lagi nyaman sama kedai kopi "Moela Coffee".

Put sini, ke kedai temen aku - ajak Kak Hata.
Ya, gw tau kedai kopi ini dari Kak Hata. Salah satu temen ngopi yang seringnya nyariin gw kalau galau masalah cewek. Buahaha. Btw, dia still available loh. Hahaha

TITIK TEMU
Moela Cofee Banjarmasin | Dok Pribadi

Kedai kopi yang berada tepat di perempatan Mulawarman Kelurahan Teluk Dalam, Banjarmasin ini bisa dibilang unik. Salah satu uniknya karena letaknya strategis di daerah Mulawarman (salah satu sentral pendidikan di Banjarmasin) dan tepat di pojok perempatan. Seinget gw sih, dulu tempat ini warung nasi gudeg. Dan entah sejak kapan diakuisisi oleh mereka. Hahaha.

Lantas kenapa sih namanya Moela Coffee?

Kalau mau arti sederhananya sih karena lokasinya di Mulawarman. Tapi karena Mula Coffee sudah ada, kami menggunakan ejaan dulu : Moela Coffee. Kebetulan kan kedainya juga di rumah Banjar. Jadi pas lah, klasik gitu - tutur bang Agus, si barista.
Tapi setelah ngobrol dengan salah satu ownernya, ternyata ada cerita seru dibalik nama Moela Coffee. Seperti Moela yang bisa didefinisakan sebagai permulaan. Kebetulan Moela Coffee ini ada 5 orang dibalik layar. Mereka sama-sama pernah sekolah di Mulawarman, teman masa sekolah lebih tepatnya. Jadi Mulawarman adalah permulaan pertemanan mereka dan tempat permulaan pertemuan mereka lagi yang setelah lulus sekolah melanjutkan kuliah/kerja ke luar kota akhirnya berkumpul lagi di Mulawarman ini. Menarik!

Kedai Moela Coffee ini juga merupakan permulaan mereka, yang orang-orang lama (old, maybe hahaha), untuk ngumpul bareng lagi, menyambung silahturahmi dan mulai bisnis kopi. Karena pada dasarnya mereka juga sekumpulan orang yang suka 'ngopi' sampai akhirnya punya keinginan untuk punya kedai kopi sendiri.

Susah loh menyatukan 5 kepala dalam satu bisnis. Bentur sana, bentur sini sampai akhirnya bentuk - tutur si abang owner.

SIGNATURE ITU? SAMA TAPI BEDA
Moela Cofee Banjarmasin | Dok Pribadi

Mungkin kalau signature dinilai dari pemilihan tempat, sudah ada beberapa coffee shop di Banjarmasin yang mengusung tema Banjarmasin, menggunakan rumah Banjar sebagai tempat kedai seperti Biji Kopi Kedai Enjoy. Kalau signature didefinisikan dari menu, pasti banyak kedai yang punya menu yang sama.

SAMA. Sama bukan berarti nggak bisa berbeda. Kaya orang pacaran nih. Istilahnya sama : pacaran, tapi bisa dengan orang yang berbeda, cerita berbeda. Hahaha - tutur bang Agus.
Okay gw setuju dengan penjabaran dia. Lantas apa signature dari Moela Coffee?
Kita punya 'Ice Signature Moela' sebagai signature dari Moela Coffee. Sama-sama kopi susu, tapi berbeda dengan kopi susu lainnya. Karena kopi susunya sekilas like beer dari looknya. Ada buihnya gitu. Next time you have to try it!

Ice Signature Moela | Dok Moela Coffee
Berbicara signature, nanggung kalau nggak bahas menu dan harga. Wajarloh, kalau mereview tentang food and beverages ngomongin harga. Biar lebih menarik orang untuk datang.

Seperti kedai kopi pada umumnya, Moela Coffee punya menu manual brew seperti V60, Aeropress dan Frenchpress, lalu ice/hot coffee dengan campuran matcha, hazelnut dan papermint. Nggak doyan kopi? Tenang, mereka juga menyediakan minuman non-kopi untuk kalian yang nggak doyan kafein, seperti Ice/Hot Matcha, Thai Tea dan Choco Matcha. Kalau untuk makanan/cemilan mereka punya noodle of Indonesia, kentang goreng dan banana of Indonesia. Tapi tetep, kalian harus cobain ICE SIGANTURE MOELA ketika kemari. Bisa request : kopinya jangan terlalu banyak yaaa.

Nah untuk harga, kedai Moela Coffee ini punya rate harga anak sekolahan - mahasiswa. Untuk coffee di bandrol 17-18K sedang non-coffee only 15K. Dan untuk cemilannya cuma 8K. Murang banget kan!


BINCANG KOPI
Eh salah dong pegang kettle nya | Dok Pribadi
Moela coffee sebenernya masih dalam tahap renovasi, karena masih banyak interior yang bakalan melengkapi Moela Coffee. Bertema klasik sederhana dengan memaksimalkan kemampuan baik dari segi tempat yang memang udah klasik, hingga memaksimalkan skill barista dan peralatan yang ada.

Kami masih mencari beberapa barang-barang klasik seperti radio tahun 80-an dan dekorasi vintage lainnya untuk menonjolkan kesan klasik dari Moela Coffee ini. But, you know lah, membangun tempat usaha klasik itu interiornya lebih mahal dan susah dicari - tutur si abang owner.
Ngomongin kedai kopi, kayanya nggak seru kalau nggak bahas kopinya. By the way guys, barista disini mempunyai pengetahuan tentang kopi yang keren. Sharing dunia kopi pun seru. Dan pertama kali gw kesini, gw cobain racikan V60 dengan beans Sigararutang dari Office Coffee. Boleh ngomongin rasanya nggak? Dari segi amatiran aja sih : clear body dan brownsugar taste kalau nggak salah inget.

Cewek yang suka V60 itu special loh. Hahaha - gombal si abang barista.
Jadi kapan kita ngopi bareng disini? Mungkin bisa sambil ngerjain deadline, karena wifi available here. Atau sekedar ngumpul buat nongkrong seru? Yuk lah!

PS
Peluk dari jauh

-------------
MOELA COFFEE 
Instagram : @moela.coffee
Jam buka 11.00 am - 11 pm
Harga 8K - 18K IDR
Wifi : available



Mau coffee shop kalian di review di lilpjourney.com?
Gampang kok, cukup follow instagram @putriii_santoso
dan sediain waktu buat ngobrol dan sharing bareng.
Share:
Continue Reading →

Friday, June 28, 2019

BeliMobilGue.co.id : JUAL BELI MOBIL BEKAS ONLINE, PASTI AMAN HANYA 1 JAM!

BeliMobilGue.co.id

BeliMobilGue.co.id - Diera globalisasi teknologi saat ini, banyak kemudahan yang bisa kita dapatkan. Nah, salah satu kemudahan dalam jual mobil bekas online yang pasti aman dan nyaman lewat BeliMobilGue.co.id. Proses jual mobil bekas disini tuh cuma perlu waktu 1 jam aja loh!

Emang apa sih untungnya beli mobil bekas?
Menurut gue, kaum milenial yang perlu mobilisasi nyaman tapi harus hemat, membeli mobil bekas itu punya banyak keuntungan salah satunya harga yang lebih murah. Nah saat ini banyak bermunculan produk mobil baru, dimana artinya banyak mobil bekas di marketplace dong. Biasanya mobil yang dijualpun bukan mobil rusak, tapi mobil dengan kondisi yang masih mulus (bahkan ada yang hampir sama dengan baru) karena sang pemilik pengen ganti dengan keluaran terbaru. Kaya salah satu temen gue yang baru-baru ini ngebet pengen jual mobilnya, padahal baru 1 tahun, soalnya ngiler sama mobil keluaran terbaru yang katanya cakep parah. Tapi, dia orang yang paling males kalau harus ngurus jual mobil ke dealer gitu. Selain memakan waktu, you know lah guys trafic jam Jakarta sering bikin mager, tapi juga kadang alot saat tawar menawar harga.

Tapi tenang, sekarang udah ada BeliMobilGue.co.id buat solusi cerdas jual mobil tanpa ribet.

BeliMobilGue.co.id, SOLUSI CERDAS KAUM MILENIAL JUAL MOBIL

BeliMobilGue.co.id
Jika seringnya menjual mobil itu perlu proses lama, seperti harus pasang iklan, nunggu si calon pembeli atau bahkan harus dateng ke dealer. Nah BeliMobilGue.co.id menawarkan cara baru "JUAL MOBIL DALAM 1 JAM, AMAN DAN NYAMAN" bebas biaya alias GRATIS. BeliMobilGue.co.id merupakan marketplace yang memfasilitasi penjual dan pembeli yang mempunyai konsep C2B : Consumer to Business, menghubungakan konsumen dengan pedagang mobil bekas.

Emang gimana sih cara kerja BeliMobilGue.co.id? Kok bisa secepat itu sih?

 
Pertama, buka website BeliMobilGue.co.id, lalu isi data mobil kalian, seperti merk, model dan tahun. Dalam waktu 2 menit, kalian akan mendapatkan perkiraan harga jual mobil kalian.

Selanjutnya, jadwalkan inspeksi mobil secara GRATIS. Pengecekan 300 titik di kendaraan hanya dalam waktu 30 menit saja oleh tim BeliMobilGue.co.id
Jangan lupa siapkan dokumen dan barang berikut :
1. Mobil yang ingin kalian jual
2. Dokumen orisinil (STNK, BPkB, SPH, Faktur)
3. Plat asli nomor kendaraan kamu
4. Buku garansi dan dokumentasi riwayat servis
5. Kunci serep/cadangan
Lebih dari 1000+ partner BeliMobilGue.co.id sudah menunggu! 
Dalam waktu 30 menit, kalian akan menerima hasil penawaran tertinggi.  
BeliMobilGue.co.id akan segera mengirim uang ke rekening kalian dan setelah kamu mengkonfirmasi bahwa uang sudah diterima, proses serah terima dokumen pun bisa dilakukan. Cepat, aman, nyaman dan 100% GRATIS!

Keunggulan dari BeliMobilGue.co.id apa sih emangnya? Kan bisa jual disosmed.
 Nah BeliMobilGue.co.id ini punya banyak keunggulan buat sarana kalian jual mobil. Apa aja sih?
  • Bebas biaya alias GRATIS! Semua proses jual mobil nggak dikenakan biaya apapun!
  • Terima harga jual akhir dalam 1 jam. Cepet banget kan?
  • Jual mobil tanpa ribet.
  • Proses yang aman, nyaman, dan transparan.
  • Mobil kalian akan ditawarkan ke lebih dari 1000+ rekanan BeliMobilGue.co.id
  • Pilih 1 dari 30+ lokasi terdekat untuk cek kondisi mobil kalian.

Testimoni BeliMobilGue.co.id

Bagi kalian yang masih ragu, cek deh website BeliMobilGue.co.id. Udah banyak loh testimoni dari mereka yang sudah berhasil menjual mobil di BeliMobilGue.co.id. Salah satunya ada Bang Raka Indra yang berhasil menjual Chevrolet Spark 2011.

Kesan awalnya saya tidak percaya jual mobil dalam 1 jam, tapi saya terus ikuti lewat Facebook, akhirnya saya memberanikan diri untuk mencoba menjual mobil saya di BeliMobilGue.co.id. Memang ternyata proses pengecekannya tidak terlalu ribet, simpel dan terbuka dengan pelanggan. - Raka Indra (Chevrolet Spark 2011)
Jadi gimana? Masih ragu mau jual mobil kalian di BeliMobilGue.co.id? Yang pasti kalian nggak perlu repot-repot nyamperin dealer, terus alot tawar menawar. Kalau jual mobil di BeliMobilGue.co.id kalian cukup buka websitenya, isi data mobil dan cuma perlu waktu 1 jam doang!

Kalau ada yang gampang dan proses cuma 1 jam, kenapa harus nunggu lama dan ribet sih? Udah jual mobil di BeliMobilGue.co.id aja!
Share:
Continue Reading →

Thursday, June 27, 2019

TORAJA ADVENTURE : GRAND LAUNCHING PASAR HUTAN BAMBU TO'KUMILA | LIL P JOURNEY

Penari Toraja - Hutan Bambu To'kumila | Dok Pribadi


 

Lilpjourney.com | TORAJA - Beberapa tahun belakangan ini isu lingkungan santer diperbincangkan. Organisasi berlatar belakang peduli terhadap lingkungan pun mulai bermunculan. Sebut saja Seasoldier yang punya misi membersihkan laut Indonesia dari sampah, lalu ada Greenpeace yang merupakan organisasi lingkungan berpusat di Amerika yang dikenal paling keras melawan perusakan lingkungan dan Trash Hero yang merupakan organisasi lingkungan yang sering mengadakan aksi clean up melalui chapter-chapternya di seluruh dunia (Indonesia sudah banyak loh yang buka chapter disetiap kota seperti Bali, Jakarta dan Ende). Selain organisasi swasta, pemerintahpun sudah turut serta membangun kebijakan tentang lingkungan, terutama sampah plastik. Tempat wisata berwawasan lingkungan pun mulai dikembangkan. Salah satunya ialah Pasar Hutan Bambu To'kumila Toraja.

BACA JUGA : KAMPUNG OLLON BUKIT TELETUBBIES TORAJA 
 
Suasana Pasar Hutan Bambu To'kumila | Dok Pribadi
LOKASI 

Pasar Hutan Bambu To'kumila Toraja ini berlokasi di Dusun To'kumila, Desa/Lembang Tonga Riu, Kecamatan Sesean Suloara, Kabupaten Toraja Utara. Ya, Pasar Hutan Bambu To'kumila ini berada di Kecamatan Sesean Suloara yang merupakan salah satu kecamatan di Toraja Utara yang mempunyai potensi wisata alam yang sangat besar, salah satunya Gunung Sesean dan Keburan Batu Lo'ko Mata. Berada di ketinggian rata-rata 1200 mdpl, Pasar Hutan Bambu To'kumila ini dikelilingi dengan pemandangan alam yang luar biasa. Pukul 08.00 saja lautan awan masih menghampar.



KERJASAMA PEMERINTAH AUSTRALIA

Pasar Hutan Bambu To'kumila yang kedepannya akan diselenggarakan setiap 2 bulan sekali pada hari Sabtu terakhir, ini merupakan salah satu perwujudan Program Inovasi Desa : Penataan Objek Wisata Hutan Bambu yang difasilitasi oleh dana lembang (desa) untuk pembangunan akses sarana penunjang tempat wisata seperti tangga cor untuk memudahkan tracking di hutan bambu. Selain dana lembang, penataan objek wisata Pasar Hutan Bambu To'kumila ini juga mendapat bantuan dari pemerintah Australia yang telah menjalin kerjasama sejak tahun 2017.


Penataan kawasan hutan bambu To’kumila yang berlangsung selama tujuh bulan ini mendapat bantuan Direct Aid Program dari pemerintah Australia - Maria Roswati selaku staff Destination Management Organization (DMO) Toraja
Adapun bentuk kerjasama dan bantuan yang diberikan oleh pemerintah Australia berupa dana hibah 97 juta yang kemudian dikelola untuk persiapan peresmian Pasar Hutan Bambu To'kumila seperti pelatihan warga untuk membuat aneka ragam kerajinan dari bambu, pelatihan kesenian dan gazebo pengunjung serta semua persiapan yang diperlukan untuk grand launching.


TUJUAN 

Berlatar suasana asri hutan bambu Toraja dengan udara segar, Pasar Hutan Bambu To’Kumilla berhasil membangkitkan suasana pasar tradisional tempo dulu. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toraja Utara, Ir. Harli Patriatno, M.Si menyebutkan beberapa tujuan dari Pasar Hutan Bambu To’Kumila ini : 
  • Melestarikan hutan bambu, khususnya di Kabupaten Toraja Utara
  • Melestarikan tradisi lokal masyarakat Toraja agar lebih dikenal oleh masyarakat luas
  • Mengangkat produk lokal berbahan dasar bambu yang ramah lingkungan
  • Meningkatkan perekonomian masyakat
  • Menciptakan kesadarakan untuk peduli terhadap lingkungan
Kami berharap dengan adanya Pasar Hutan Bambu To’Kumila ini dapat meningkatkan pendapatan daerah khususnya di Lembang Tonga Riu - Tutur Ir. Harli Patriatno, M.Si
Detik-detik Grand Launching Hutan Bambu To'kumila | Dok Pribadi
Konsulat Jendral Australia, Richard Matthews, menjelaskan bahwa Pasar Hutan Bambu To’Kumila ini mempunyai potensi berkembang yang besar disektor pariwisata. Ia berharap bahwa Pasar Hutan Bambu To’Kumila ini dapat dicontoh oleh daerah lain yang mempunyai potensi pariwisata yang serupa.

Kalau bambu hanya dipotong dan dijual saja, maka akan habis. Jadi alangkah baiknya bila hutan bambu disini dijadikan tempat pariwisata saja agar terus lestari dan dapat dinikmati oleh semua orang serta anak cucu kita. Tutur Richard Matthews.
MATA UANG 'SENG' DARI BAMBU

Koin bambu : 10 seng | Dok Pribadi
Jika berbelanja di food court harus mempunyai kartu deposit uang, Pasar Hutan Bambu To’Kumilla punya 'mata uang' nya sendiri. Ialah koin bambu atau disebut 'uang seng' sebagai uang untuk berbelanja disini.

Ibu Sarjani La'lang yang merupakan salah satu penggerak Pasar Hutan Bambu To’Kumila menuturkan bahwa mata uang inilah yang nanti menjadi salah satu daya tarik dari wisata Pasar Hutan Bambu To’Kumila ini. Lantas dimana mendapatkan koin bambu ini? Di area pintu masuk pasar hutan bambu, kalian akan menemukan meja tempat penukaran uang yang dijaga oleh 'baine' (perempuan) Toraja. Pecahan koin bambu ini ada 5, 10, 20 dan 50 seng. 1 seng itu senilai 1000 rupiah. Jadi bisa dibilang barang-barang dihutan bambu ini serba lima ribu atau kelipatannya.

Oh iya, uang seng ini tidak bisa dirupiahkan kembali ya. Jadi sebelum menukarkan uang, ada baiknya kalian memperkirakan ingin berbelanja apa saja. Ehhh tapi uang seng ini bisa juga dijadikan oleh-oleh dan kenang-kenangan pernah ke Pasar Hutan Bambu To’Kumila. Hehehe.

BACA JUGA : RAMBU SOLO' TORAJA, UPACARA PEMAKAMAN 'MAHAL' DI INDONESIA

KEGIATAN DI PASAR HUTAN BAMBU TO'KUMILA

Katarung atau Tamarella - Pasar Hutan Bambu To’Kumila | Dok Pribadi
Tidak seperti pasar pada umumnya. Pasar Hutan Bambu To’Kumila tak hanya sebagai wadah pertemuan antara penjual dan pembeli, tapi juga sebagai tempat mengenal budaya Toraja lewat berbagai kegiatan yang diselenggarakan disini, antara lain :
  • Tracking area wisata hutan bambu To'kumilla, melewati perkebunan kopi warga dan rumah warga. Pengunjung bisa berinteraksi dengan warga lokal.
  • Aneka buah dan sayur segar hasil pertanian warga 
  • Souvenir Toraja : gelang, kalung, gelas bambu, miniatur rumah tongkonan
  • Keranjang belanja bambu
  • Makanan dan minuman tradisional Toraja
  • Pertunjukan kesenian
  • Belajar kesenian Toraja : menyanyi, melukis dan menari

BACA JUGA : KOPI SAPAN, SI QUEEN OF INDONESIA COFFEE

KOMITMEN MENJAGA LINGKUNGAN

Keranjang Bambu - Hutan Bambu To'kumilla | Dok Pribadi


Sebagai penerapan konsep peduli terhadap lingkungan, di Pasar Hutan Bambu To’Kumila ini TIDAK MENYEDIAKAN KANTONG PLASTIK. Alih-alih menggunakan kantongan plastik, pengelola wisata disini lebih memilih menyediakan keranjang belanja yang terbuat dari bambu sebagai tempat belanja. Harganya pun murah, hanya 15 seng kalian bisa nenteng keranjang bambu ini.

Selain keranjang belanja dari bambu, pengelola Pasar Hutan Bambu To'kumilla juga konsisten dalam menghadirkan tema pasar tempo dulu yang menjaga lingkungan dari sampah plastik. Hal ini terbukti dari penggunaan daun pisang sebagai pembungkus makanan, sayur atau buah. Di Pasar Hutan Bambu To'kumila ini juga tidak menjual air minum kemasan sekali pakai. Jadi, kalian harus bawa tumbler kalian sendiri dan kalau kehabisan air, tenang aja disini menyediakan tempat pengisian air minum.

Selain menjaga lingkungan dari sampah, disini juga ditetapkan sebagai kawasan tanpa rokok. So, please follow the rules ya ketika kalian datang kemari.

TRACKING SANTAI PASAR HUTAN BAMBU TO'KUMILA TORAJA

Pakai sendal/sepatu yang nyaman ya untuk tracking ke Pasar Hutan Bambu To'kumila | Dok Pribadi
Di Pasar Hutan Bambu To Kumila ini pengunjung diharuskan tracking santai untuk dapat mencapai area pasar. Pasar Hutan Bambu To'kumila ini terbagai menjadi dua area. Area bawah dan area atas. Sebenernya trackingnya slow aja sih dengan jarak 100-200 meter. Jalan setapaknya juga sudah di cor beton. Hanya sedikit menanjak, jadi lebih nyaman kalau pakai sendal gunung atau sepatu olahraga.

Area Bawah Pasar Hutan Bambu To'kumila
Area bawahPasar Hutan Bambu To'kumila sebelum peresmian | Dok Pribadi

Area Bawah Pasar Hutan Bambu To'kumila, sudah tertata | Dok Pribadi
 Area Atas Pasar Hutan Bambu To'kumila
Area Atas Pasar Hutan Bambu To'kumila | Dok Pribadi

Pada peresmian kemarin kedua area di buka. Area bawah di gunakan untuk grand launching, sedang area atas digunakan untuk area 'pasar', dimana terdapat stand makanan dan aneka ragam kerajinan bambu yang bisa dijadikan oleh-oleh. Tapi untuk next Pasar Hutan Bambu To'kumila pada tanggal 31 Agustus 2019 hanya area bawah yang dibuka. Dan semua kegiatan : stand makanan dan pertunjukan seni diadakan disini.

MENGHILANG DARI ROTASI BUMI, JUNI TAHUN KE TIGA

Bersama baine Toraja | Dok Pribadi
NEKAD. Satu kata untuk gw saat memutuskan pergi ke Toraja bulan Juni ini. Bayangin deh, jam 2 siang beli tiket pas lagi makan siang terus langsung pulang untuk prepare, lalu jam 4 baru pulang kantor dan tepat pukul 4.30 sore baru on the way  bandara. Flight jam berapa? JAM 6 DONG! Hahaha. Tapi udah check in duluan. Jangan tanya udah mandi atau belum, karena kalian tau jawabnnya apa. Hahaha
Saat cece ninggalin gw nikah, mereka setia nemenin gw jalan | Dok Pribadi
Berbekal ransel merah jambu berisi make up and shower kit, 9 lembar baju, 1 jumpsuit, 2 buah celana dan satu set peralatan kopi V60 (dripper, 1 pax filter, timbangan dan kettle) serta sepatu converse hello kitty, perjalanan ternekad ke Toraja kali ini dimulai. Untungnya, kali ini di support sama temen-temen baik seperti Titilas Travel yang udah support tiket pesawat untuk trip gw kali iniby the way kalau kalian mau booking tiket pesawat dan kapal laut tanpa ribet atau perlu ekspedisi bisa kontak Titilas Travel yaaaa, Dany yang rela anter jemput bandara Syamsudin Noor, lalu ada Asmitha dan Chaliq yang rela gw gabutin beli tiket bis buat ke Toraja, Jupe La'lang yang nemenin nunggu bis ke Toraja, serta tentu saja kamu, Indra Laxmana, yang rela jemput dari Landorundun ke Makale terus anterin gw ke Enrekang, thanks being part of my journey guys!.

Celakanya kamera mirrorless dan laptop ketinggalan. Hahaha. Se-hectic itu gw saat itu, sampai-sampai benda paling penting ketinggalan. Hahaha. Padahal gede loh bendanya! Ya Allah Putri! Untung masih ada action cam dan iPhone 6 yang sepaket sama totebag. Itupun action cam dalam kondisi low bat >.<




Info mengenai Grand Launching Pasar Hutan Bambu To’Kumila ini pertama kali gw dapetin dari Mama Sarjani, waktu kunjungan ke empat gw ke Toraja, Maret 2019. Waktu itu kami pulang dari sekolah beliau, Mama Sarjani dengan semangat ngajak gw keliling desa 'jalan kaki', melihat kehidupan masyarakat Toraja yang bener-bener masih tradisional banget, blusukan ke lokasi Pasar Hutan Bambu To’Kumila yang saat itu masih dalam proses penataan. Waktu pertama gw kesana : masyaAllah luar biasa cantiknya alam di Toraja ini, potensinya besar banget, tinggal meningkatkan kualitas SDM-nya. Dan satu hal yang unik dari hutan bambu Toraja ini, berbeda dengan hutan bambu di Desa Adat Panglipuran Bali, ialah bambu disini ukurannya besar dan tumbuh disela-sela bebatuan. Wow kan? 

Bersama Pak Paulus dan istri, Ibu Debora, dan Shalom | Dok Pribadi

Jum'at subuh tanggal 21 Juni 2019, kaki ini akhirnya melangkah lagi ke Toraja. Ya, tiga bulan sekali gw kesini. Nggak pernah bosen. Sampai di perwakilan Bis Bintang Prima, gw lanjut perjalanan ke rumah Pak Paulus (adik Mama Sarjani) menggunakan sitor (taksi motor), transportasi umum khas Rantepao. Setelah mandi dan sarapan, pukul 8.30 pagi, Pak Paulus, Ibu Debora dan gw berangkat ke Pasar Hutan Bambu To’Kumila. 

Hi kamu, entah berapa kali, tapi kota ini smell like you, always.
Mama Sarjani dan warga saat persiapan Grand Launching | Dok Pribadi
Kecamatan Sesean Suloara memang juaranya view landscape di Toraja Utara (menurutgw sih ya ahahaha). Sepanjang perjalanan mata gw dimanjakan dengan gunung yang masih berselimut kabut, hamparan awan di atas pegunungan dan kebun kopi yang siap panen. Sesekali mobil yang kami tumpangi berpapasan dengan truk rombongan keluarga acara Rambu Solo'. Om kura-kura pernah berpesan, kalau ke daerah gunung di Toraja harus hati-hati walaupun kondisi jalannya mulus, tapi jalannya kecil dan banyak truk/mobil yang melalui jalan itu. Ada laternatif jalan? Nggak ada. One and only like you. Alhasil saat berselisihan dengan mobil lain harus keep calm untuk memberi jalan pada sesama pengguna jalan. Kalau kalian berniat liburan bersama keluarga ke Toraja menggunakan mobil, lebih baik menggunakan jasa tour guide aja, lebih aman. Info tour guide terpercaya bisa kalian dapatkan di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Area Atas Pasar Hutan Bambu To'kumila | Dok Pribadi

Tepat pukul 10.00 gw dan rombongan keluarga Pak Paulus sampai di Pasar Hutan Bambu To'kumila. Pemandangan saat kami sampai persis seperti foto di atas. Cakep banget kan? Jam 10.00 dan masih berselimut kabut. Pantes sewaktu gw nginap di rumah Mama Sarjani di Landorundun jam 08.00 masih betah berantem sama selimut. Untuk urusan mandi, biasanya sih mandi. Tapi sore. Hahaha. Nggak kuat adek bang mandi pagi.

Setelah tracking 200 meter dari tempat parkir mobil, kami sampai di area atas pasar hutan bambu. Eh, ternyata karena miscommunication dengan mama Sarjani, harusnya kami menuju area bawah dahulu karena peresmian di laksanakan di area bawah, sedang area atas khusus untuk stand makanan, souvenir dan pertunjukan seni.

Tapi sih, nanggung dong ya udah sampai atas, istirahat dulu deh sambil take foto dan video mumpung masih syahdu banget suasananya. Siangan dikit pasti udah kabur kabutnya.

Menjelang waktu grand opening, mama Sarjani yang saat itu sedang sibuk berbincang dengan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toraja Utara, Ir. Harli Patriatno M.Si, menghampiri gw untuk mengajak ke area grand opening.
Putri ayo turun, peresmiannya di bawah sudah mau mulai. Ajak mama Sarjani.

Mama Sarjani yang merupakan salah satu penggiat dan penggerak warga untuk mensukseskan Pasar Hutan Bambu To’Kumila ini turut serta melatih warga disini untuk grand launching. Jalannya sih barengan, tapi mama Sarjani lebih strong dari gw. Cepet banget beliau jalan dan gw tertinggal jauh di belakang. Hehehe. Sesampainya di area bawah, proses grand launcing ternyata sudah mulai. Gw kelewatan dong pas pertunjukan seninya. Tapi enggak apa-apa. Karena di area atas akan ada pertunjukan seni lagi setelah grand launching.
Suasana Grand Launching Hutan Bambu To'kumila : Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kepala Lembang Tonga Riu dan Konjen Australia | Dok Pribadi
Jum'at 21 Juni 2019 Pukul 12.00 wita (info dari take foto di HP), ditandai pengan pemukulan gendang, Pasar Hutan Bambu To’Kumila telah resmi di buka oleh Bupati Toraja Utara yang diwakili  Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toraja Utara, Ir. Harli Patriatno M.Si, dan Konsulat Jendral Australia di Makassar, Richard Matthews. Sebelum grand launching, Pasar Hutan Bambu To'kumila ini telah di uji coba pada tanggal 23 Februari 2019.
Mama Sarjani dan putra bungsunya, Rio | Dok Pribadi

Sedikit cerita tentang Mama Sarjani La'lang. Fisik beliau memang tak lagi muda. Tapi semangatnya sungguh luar biasa. Salah satu yang bikin gw betah nginap di rumah beliau, walaupun jauh dari kota, adalah cerita-cerita beliau tentang kehidupan masyarakat Toraja. Termasuk impian beliau mensejahterakan masyarakat desa. Beliau yang merupakan Kepala Sekolah SDN 8 Tikala ini memang mempunyai dedikasi yang tinggi untuk pengembangan wisata di kampungnya. Disamping mempunyai tongkonan bernama Kale Landorundun (ada cerita rakyat tentang Landorundun yang bakalan gw ulas di artikel lain) yang sering dijadikan tempat acara baik adat, pariwisata ataupun pendidikan, beliau juga mempunyai sanggar seni. Ah jadi rindu dengan beliau, sosok inspiratif yang mengajarkan gw untuk selalu positif dan optimis dalam menggapai impian.

Jus Katarung, Susu Tedong dan Piong Bo'bo | Dok Pribadi

Okay, kembali ke Pasar Hutan Bambu To’Kumila. Setelah proses peresmian selesai, gw naik lagi ke area atas dong. Hal pertama yang gw lakuin setelah sampai di area atas adalah menukarkan rupiah dengan koin bambu, saatnya belanja dan berburu makanan. Hehehe. Laper loh naik turun dua area hutan bambu ini. Apalagi udaranya dingin.

Stand pertama yang gw sambangi adalah stand makanan khas Toraja : piong bo'bo. Dengan 10 seng, gue udah dapet dua iris piong bo'bo. Apasih piong bo'bo?

Piong nasi ini dik. Isinya nasi yang dicampur dengan parutan kelapa lalu dimasukkan ke dalam bambu kemudian dibakar - tutur nenek yang berjualan.
Sebenernya, pengen banget belanja sayuran disini. Seger banget! Terus dibawa pulang buat dimasak. Please, kasih gw dapur buat masak. Mau makan apa aja gw masakin deh. Hehehe.

Setelah membeli piong bo'bo, gw ke stand salah satu keluarga mama Sarjani, ibu Adolpina. Sejak kunjungan ke empat pada bulan Maret lalu, tepatnya setelah datang ke pernikahan Toraja Rambu Tuka', gw jadi kenal dengan keluarga besar mama Sarjani. Karena di pernikahan Toraja, tenda-tenda dikelompokan berdasrkan nama keluarga, misal mama Sarajani La'lang, kumpul dengan keluarga 'La'lang'. Dan mungkin yang bikin mereka mudah mengenali gw karena penampilan : gadis berambut hijau tutur warga disana. Hahaha. Iya, waktu itu gw dengan PD nya warnain rambu dengan warna hijau. Seinget gw, setiap gw ke Toraja selalu berbeda warna rambut. Pernah warna hitam, lalu pink, blonde ombre, hijau dan penampilan kali ini seperti foto di bawah. Kenapa sih hobby warnain rambut? Karena gw suka meninggalkan kesan. Iconic? Bagian dari personal branding mungkin. Ahahaha.

Cobain susu tedong di Pasar Hutan Bambu To’Kumila | Dok Pribadi
Di stand Ibu Adolpina ini menjual buah katarung, jus buah katarung dan susu tedong (kerbau Toraja). Entah faktor laper karena tracking atau emang doyan, gw cobain jus katarung dan susu tedong. Kapan lagi ya kan? Selain Tiga makanan yang gw coba tadi, ada banyak makanan tradisional Toraja yang dijajakan di pasar hutan bambu ini.

Oh My, ini nikmat banget loh. Hutan bambu dengan udara segar, sedikit dingin dan makan piong bo'bo hangat dengan rasa gurih kelapa lalu secangkir susu tedong hangat. Lalu nikmat mana dari Tuhan mu yang mampu kau dustakan?! Kalau kalian datang kesini harus banget cobain susu tedong. Awalnya gw pikir susu tedong ini rasanya amis, eh ternyata rasanya manis dan sedikit asin. Nyesel kalau nggak cobain. Rasa jus buah katarungnya juga juara loh. Seger banget walaupun tanpa es batu dan pastinya kaya vitamin C.

Gelas bambu sebagai salah satu kerajinan yang di jual di Pasar Hutan Bambu To'kumila | Dok Pribadi
Salah satu yang bikin gw salut dengan masyarakat disini adalah sifat patuhnya saat diajak untuk berinovasi. Seperti ketika dihimbau untuk tidak menggunakan pembungkus makanan plastik, mereka menggunakan alternatif daun pisang sebagai pembungkus makanan dan membuat keranjang belanja dari bambu sebagai pengganti kantong plastik. Zero waste. Menghindari terjadinya produksi sampah. Ketika kita memakai bahan alam seperti daun pisang, proses terurainya akan cepat. Berbeda kalau kita menggunakan plastik yang bisa terurai ratusan tahun. Manusianya sudah meninggal, sampahnya masih hidup.

Suasana Pasar Hutan Bambu To'kumila | Dok Pribadi

Dari acara Grand Launching Pasar Hutan Bambu To’Kumila ini gw punya temen-temen baru. Kak Wenef dan Rafa dari Kelas Inspirasi Toraja serta Kak Jufri Tonapa dari Kareba Toraja. Sebagai solo traveller, gw dituntut agar bisa berbaur untuk mendapat dan berbagi cerita serta teman baru. Pada dasarnya masyarakat Toraja mempunyai keramahan yang luar biasa terhadap tamu yang datang dan mereka adalah penutur cerita yang baik, gw nggak mengalami kesulitan selama mengexplore Toraja dan gw selalu merasa 'I'm home'.


CATATAN PERJALANAN
 
Sedotan bambu 10 seng 1 paket | Dok Pribadi

Saat mengunjungi Pasar Hutan Bambu To’Kumila, tolong ingat bahwa kawasan ini terlindungi, jadi follow the rules :
  1. Bawa botol air minummu sendiri (ada spot isi ulang air)
  2. Membawa tas belanja belanja
  3. Tidak merokok
  4. Tidak membuang sampah sembarangan
  5. Menghormati adat budaya setempat.

Bagi kalian yang ingin datang ke Pasar Hutan Bambu To’Kumila, pasar ini selanjutnya akan di gelar pada 31 Agustus 2019.


Follow the rules

Terimakasih untuk Mama Sarjani La'lang dan keluarga yang selalu menyambut hangat kedatanganku. Kepada seluruh warga Kabupaten Toraja Utara, khususnya Lembang Landorundun dan To'kumila yang sudah menyajikan wisata Pasar Hutan Bambu To’Kumila sebagai tempat wisata ramah lingkungan.

Terimakasih mama Sarjani! Sampai ketemu Desember | Dok Pribadi
Sebenarnya ada satu titik dilema saat menyaksikan grand launching pasar hutan bambu To'kulima ini. Ketika pariwisata kita lebih didukung oleh pemerintah luar negeri. Bantuan mereka baik untuk hubungan diplomasi. Tapi, harusnya peran pemerintah Indonesia lebih mendominasi. Masyarakat Indonesia itu cerdas, hanya perlu peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan potensi di sekitarnya. Semoga, wisata Pasar Hutan Bambu To'kumila ini, mampu membuka perhatian pemerintah bahwa negara kita adalah negara yang sangat kaya, hingga manarik perhatian asing. Segala do'a terbaik untuk negeri tercinta ini.

Tapi terlepas dari dilema, gw sangat bangga dengan inovasi pariwisata ini. Karena sudah saatnya kita mengembangkan pariwisata yang tidak hanya sebagai sarana liburan tapi juga sarana untuk lebih peduli ke alam. Belajar zero waste dengan mengurangi kantong plastik.

Saat itu gw juga berkesampatan sharing dengan salah satu tamu dari Pemerintah Kota Toraja Utara (maaf lupa nama beliau) tentang penanganan sampah di Toraja Utara.

Kami sangat mengapresiasi wisata pasar hutan bambu To'kumila ini. Karena bisa menjadi percontohan wisata yang ramah terhadap lingkungan. Kedepannya mungkin tempat wisata serupa akan kami kembangkan - tutur beliau.

Teruntuk kalian yang membaca tulisan ini, maaf ya kalau kurang rapi. Gw harap dari ini bisa menumbuhkan kesadaran diri untuk selalu membawa tumbler dan sedotan kalian sendiri. Untuk apa? Untuk kehidupan anak cucu kita yang lebih baik. 

Jangan wariskan apapun (apalagi sampah) selain ilmu.

PS
Peluk dari jauh.  

Thanks being part of my journey. See you soon
Share:
Continue Reading →